SUARABMI.COM - "Begini saya mau mengadu tentang ipar saya yang bernama Yaya Mayangsari yang sekarang kerja di Saudi Arabia, dari tahun 2009 sampai sekarang hilang kontak dengan pihak keluarga dan tanpa kabar, saya mohon bantuannya" Tutur adik ipar Yaya kepada redaksi suarabmi.com.

Yaya Mayangsari (27) Berasal dari Simpasai, Monta Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat dimana ia berangkat melalui PT. Duta Ampel Madinah dengan nama majikan laki-laki terdaftar Seselmarwa dan majikan perempuan Rania.

Pihak keluarga yang kuatir dengan nasib Yaya juga sudah mencobaberbagai cara untuk mendapatkan kabar Yaya, baik itu dari mendatangi Depnaker Bima hingg lainnya namun nihil tidak ada hasil.

Keluarga di rumah hanya mempunyai foto lama Yaya yang mungkin sudah jauh berbeda dengan fisik Yaya saat ini.
[ads-post]
Keluarga hanya meminta pihak KBRI Jeddah atau siapapun bisa membantu menemukan Yaya Mayangsari, keluarga kuatir jika ia dalam penyekapan majikannya.

Bagi sahabat yang mengetahuinya bisamenghubungi redaksi atau langsung ke saudara Yaya di nomor 085338238859.

Semoga dengan banyak pihak yang share dan membantu, pencarian ini membuahkan hasil sehingga keluarga dapat kembali berhubungan dengan Yaya Mayangsari.

SUARABMI.COMPeraturan yang melarang wisatawan atau pengunjung saat memasuki atau meninggalkan Taiwan dengan jumlah uang tunai yang berlebihan telah diperketat. 

Taiwan mengharapkan agar hendaknya mereka yang membawa uang tunai tersebut melakukan deklarasi. 

Mulai Juni kemarin, siapa pun yang mencoba untuk membawa uang cash keluar Taiwan senilai NT $ 100.000 (US $ 3.287) atau lebih secara tunai tanpa melakukan “declaration”, uang tersebut segera disita.

Berdasarkan peraturan saat ini, penumpang dan awak pesawat harus melakukan “declaration” uang tunai yang mereka bawa ke dalam atau ke luar negeri jika melebihi NT $ 100.000, US $ 10.000 atau 20.000 yuan China.
[ads-post]
Setiap mata uang asing yang berlebihan yang tidak dilakukan “declaration” akan disita sekaligus di pos pemeriksaan bea cukai, tetapi jika itu adalah uang tunai dalam dolar Taiwan, wisatawan akan diizinkan untuk deposit di Bea Cukai sebelum meninggalkan dan mendapatkannya kembali setelah mereka kembali.

Aturan mengenai dolar Taiwan ini berubah pada Juni lalu. Badan Administrasi Bea Cukai di bawah Kementerian Keuangan mengumumkan bahwa setiap uang tunai yang dideklarasikan berlebihan dalam mata uang lokal juga akan disita di tempat.

Kebijakan baru ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Taiwan untuk mencegah pencucian uang.

SUARABMI.COM - Presiden Jokowi meminta diberikannya perhatian khusus bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di Hong Kong langsung kepada Carrie Lam, Chief Executive Hong Kong SAR. Pesan tersebut disampaikan saat Carrie Lam menemui Presiden di Istana Negara hari ini (25 April 2018).

Seraya menyambut baik penerapan sanksi baru yang lebih keras kepada agen yang melanggar aturan, Presiden juga meminta Pemerintah HK berikan perlindungan yang lebih optimal kepada PMI di Hong Kong. Carrie Lam menjamin bahwa pemerintahnya akan terus lakukan pembenahan peraturan ketenagakerjaan agar tenaga kerja asing di Hong Kong dapat bekerja dengan tenang, nyaman dan aman. Carrie Lam juga menegaskan kontribusi positif dari tenaga kerja asing, termasuk yang berasal dari Indonesia, bagi pertumbuhan ekonomi Hong Kong.
[ads-post]
Presiden Jokowi, yang didampingi Menteri Luar Negeri, Menteri Tenaga Kerja, Menteri Perdagangan, Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet, Kepala BKPM dan Utusan Khusus Presiden untuk Percepatan Investasi Hong Kong dan Taiwan, serta Konjen RI Hong Kong juga membahas hal-hal lain terkait peningkatan kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, pariwisata, pendidikan dan kebudayaan, serta permintaan bantuan kelancaran pelaksanaan pemilihan umum Presiden dan anggota parlemen Indonesia tahun 2019 di Hong Kong.

Setelah bertemu Presiden Jokowi, Carrie Lam juga menghadiri seminar ekonomi mengenai kemitraan Indonesia dan Hong Kong serta kunjungan ke Sekretariat ASEAN.

“Kunjungan Chief Executive Hong Kong ke Jakarta ini menandakan semakin eratnya hubungan baik kedua pihak, khususnya setelah kunjungan Presiden Jokowi ke Hong Kong tahun lalu. Hal ini tentunya dapat diwujudkan melalui kerja sama ekonomi yang lebih konkrit, meningkatnya wisatawan Hong Kong ke Indonesia serta optimalnya perlindungan PMI di Hong Kong”, demikian ujar Tri Tharyat, Konjen RI Hong Kong yang mendampingi Carrie Lam selama kunjungan ini.
loading...
Powered by Blogger.