SUARABMI.COMPolisi di Tianjin telah menggerebek puluhan pabrik bawah tanah yang membuat produk bumbu bermerek palsu selama lebih dari 10 tahun.

Hal ini mengancam keamanan pangan di China dan beberapa ahli mengatakan bahwa produk-produk palsu tersebut bisa membahayakan hati, ginjal, sistem syaraf dan menyebabkan kanker sebagaimana diberitakan oleh Hong Kong Ekonomic Journal dan Ejinsigth.

Media Beijing pertama kali melaporkan adanya 50 pabrik yang memproduksi produk-produk palsu dengan branded ternama ini di kota Duliu distrik Jinghai Tiajin.

Menurut laporan, pabrik-pabrik tersebut membuat bahan saus dan bumbu dari garam industri, pigmen dan zat aditif makanan dalam kondisi tidak sehat.
[ads-post]
Produk tersebut kemudian diberi label dengan merek-merek terkenal seperti Nestle, Lee Kum Kee, Knorr, Haday dan Totole.


Setiap tahunnya pabrik-pabrik tersebut mampu memproduksi produk palsu tersebut senilai 100 juta yuan atau sekitar US$ 14,5 juta dan disebar diseluruh pelosok negara seperti di Anhui, Jiangxi, Shandong, Sinchuan dan tempat-tempat lainnya.

Menurut laporan Apple daily, pabrik-pabrik tersebut memproduksi bahan-bahan dengan harga jual rendah dan dalam volume besar.

Sebuah sumber mengatakan pabrik-pabrik tersebut mampu membuat produk bumbu bermerek yang terlihat hampir identik dengan yang asli.

Seorang pekerja dari salah satu pabrik mengatakan sebotol saus pedas Knorr palsu dijual seharga 3,30 yuan dibandingkan dengan harga asli dari 20,50 yuan. Waspadalah....! 

SUARABMI.COM - Namanya Demisien JH Silitonga [37], pria yang beralamatkan di Jalan Kramat Indah, Dusun III, Selambo, Kecamatan Percut Sei Tuan ini mendatangi Polda Sumut lantaran ingin mencari istrinya yang di JUAL sindikat TKI ke Malaysia.

Ratini (34) istri Silitonga diiming-imingi salah seorang yang mengaku agen penyalur TKI ke Malaysia berinisial Y untuk bekerja di Malaysia Mei lalu.

Oleh Y, Ratini, wanita 3 anak ini dijanjikan gaji sebesar RM 1.000 perbulannya sebagai pembantu rumah tangga (PRT).

"Untuk meyakinkan saya dan istri saya, dia mengatakan kalau agen penyalur TKI ini resmi dan bekingi oknum aparat. Saya dan istri saat itu yakin," jelas suami Ratini.

Ada keganjilan saat pemberangkatan Ratini ke Malaysia diantaranya adalah Ratini baru boleh menghubungi atau dihubungi keluarganya setelah 3 bulan bekerja di Malaysia.
[ads-post]
Namun setelah 3 bulan, Suami ratini mencoba menghubunginya namun tidak tersambung sama sekali. Karena kuatir, ia pun mencoba menghubungi Y sebagai penyalur tersebut.

Namun Y tidak menaggapinya dan mengatakan kalau semua itu bukan tanggung jawabnya. "Saya sudah berulang kali menanyakan ke Y, namun dia mengatakan bukan tanggung jawabnya lagi. Kata Y, istri saya di Malaysia sudah ada yang menampung," urainya.

Akhirnya Silitonga melaporkan kejadian ini ke BP3TKI dan Imigrasi untuk mendapat bantuan. Namun hingga kini juga tak menemukan titik terang hingga akhirnya ia melaporkan ke Polda Sumut. "Saya mohon agar pihak kepolisian secepatnya bisa mengungkap keberadaan istri saya," sebutnya.

Sementara, Kasubdit IV/Renakta Ditreskrimum Polda Sumut AKBP Sandy Sinurat, ketika dikonfirmasi mengatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan. Pihaknya menduga korban saat ini masih berada di Malaysia.

"Memang agak sulit diungkap, karena kita butuh keterangan korban. Dugaan sementara korban masih di Malaysia, diamankan sindikat penampung TKI ilegal," tukasnya.

editor Aang/suarabmi
sumber medansatucom

SUARABMI.COM - Sebutlah namanya Aisha, seorang TKW yang bekerja di Hong Kong ini harus tertipu seseorang yang mengaku dosen di Samarinda yang meminjam uang kepadanya dengan jatuh tempo1 bulan.

Aisha yang mempercayai pelaku yang mengaku dari Malang ini pun mengirimkan uang senilai hampir 4 juta rupiah, namun selang sebulan semua kontak Aisha di blokir pelaku.
[ads-post]
"Ini orang nya ,ngakunya dusen sikolog di samarinda asli malang batu katanya mbak" kata Aisha kepada suarabmi.com meneritakan perihal apa yang dia alami.

Aisha tak dapat menghubungi pelaku namun ia masih menyimpan screen short akun facebook pelaku. Aisha sangat berharap, pelaku sadar dan menepati janjinya untuk mengembalikan pinjamannya.

Entah foto asli atau bukan yang dipakai pelaku dalam akun facebooknya, namun hanya itu yang dimiliki Aisha beserta nomor telepon namun tak bisa dihubungi.
Powered by Blogger.
close