SUARABMI.COM - Sudah bukan hal baru petugas Imigrasi mengangkut dagangan yang dijajakan buruh migran Indonesia yang nekad dan pantang mundur untuk mencari penghasilan tambahan dihari libur mereka.

Namun, walau sudah berkali-kali di ingatkan bahkan diancam dengan hukuman serta denda yang tidak main-main bagi buruh migran yang masih ngeyel melakukan pekerjaan ilegal di Hong kong dan sudah menyalahi aturan tinggal di Hong kong ,tetap saja mereka seolah tidak mengindahkannya.

Seperti yang dialami oleh BMI yang berdagang di sekitaran Taman Victoria Park , Causeway Bay hari ini, Minggu (21/01/2018) sekitar pukul 3:45 sore, rombongan petugas Imigrasi Hong Kong seketika keluar dari Mobil dan langsung memeriksa barang yang terlihat mencurigakan disekitar tempat dimana BMI lesehan.

Salah satu petugas Imigrasi berseragam lengkap tersebut kemudian membuka salah satu bungkusan plastik besar berwarna hitam yang bersandar di pagar trotoar diseberang Hong Kong Central Library  dan memasukannya kedalam karung kemudian mengangkutnya kedalam Mobil.
[ads-post]
Tidak ada BMI yang ditangkap dalam razia kali ini.

Pemerintah Hong Kong dan Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI ) di Hong Kong tak henti-hentinya memperingatkan kepada Seluruh buruh Migran, terutama Buruh Migran Indonesia tentang Hukum dan Sanksi bagi yang melanggar Izin Tinggal atau Pelanggaran Kontrak Kerja yang berlaku.

Berdasarkan Pasar 41 peraturan keimigrasian (halaman 115) berbunyi : Seluruh pelanggar izin tinggal akan dinyatakan bersalah dan dituntut membayar denda sebesar HK $50.000 ( Lima puluh ribu dollar Hong Kong ) dan hukuman Penjara selama 2 ( dua ) tahun.

Barang siapa menjajakan /melakukan jual-beli barang dagangan secara ilegal akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Hong Kong.

Sebelumnya KJRI Hongkong juga menegur BMI yang suka duduk dan memenuhi bawah jembatan Meifo.

Artikel ini juga terbit di situskartini

SUARABMI.COM - Seorang pekerja wanita atau TKW di Hongkong dikabarkan meninggal dunia sesaat sebelum mulai mencuci mobil majikannya di komplek apartemen Wo Che Tsuen kawasan Wo Ju Village Shatin Hongkong (21/1).

Mengetahui hal ini, satpam yang kebetulan berjaga di apartemen tersebut langsug mencari bantuan untuk mengirim TKW tersebut ke rumah sakit.
[ads-post]
Namun ternyata nyawa TKW tersebut tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sesampainya di rumah sakit.

Kasus ini masih dalam penanganan kepolisian dan masih dalam penyelidikan. Adapun identitas TKW tersebut belum di ungkap di publik hingga penyelidikan selesai. | Net

SUARABMI.COM - Hongkong yang merupakan tempat tinggal ratusan ribu BMI selalu ramai apalagi saat liburan akhir pekan.

banyak tempat yang dimanfaatkan oleh BMI untuk istirahat dan bercengkrama bersama sahabat, seperti dilapangan rumput atau bahkan bawah jembatan layang.

Namun ternyata hal ini dikeluhkan masyarakat setempat dan mereka melaporkan ke pemeritah Hongkong kemudian ke KJRI.

Himbauan pun dikeluarkan untuk yang kesekian kalinya. Dalam himbaunnya, KJRI mengatakan sebagai berikut.
[ads-post]
Kepala distrik dan beberapa perwakilan 
warga Meifoo telah mengadu ke KJRI Hong Kong, 
perihal banyaknya masyarakat Indonesia yang 
menempati bawah jembatan layang Meifoo, 
seperti dalam foto terlanpir, yang sangat mengganggu
aktifitas warga setempat, terutama pada hari Minggu.

Dihimbau kepada masyarakat Indonesia di Hong Kong, 
agar menjadi tamu yang baik, tidak melanggar 
peraturan setempat, dan selalu menjaga ketertiban 
umum.

Demikian disampaikan, terima kasih.

KJRI Hong Kong
21 Januari 2018

Ingatkan sahabat, rekan atau temanmu dan share informasi ini agar mereka mengetahui dan bisa menjaga kenyamanan bagi penduduk setempat.
loading...
Powered by Blogger.