SUARABMI.COM - Banyak BMI yang bekerja dibawah tekanan majikannya dan mendapat perlakuan tidak semestinya dari majikannya yang super cerewet dan jahat.

Banyak pula yang tak bisa menyelesaikan masalahnya dan berujung bertindak semaunya bahkan kabur dari pekerjaannya.

Nah, jika kamu mengalami masalah dengan majikanmu,s imaklah beberap atips di bawah ini agar hak kamu terpenuhi semuanya.

1. Fokus pada pekerjaan
Salah satu tanggung jawab kamu adalah menyelesaikan pekerjaan. Oleh karena itu, lupakan dulu sikap majikan kamu  dan berfokuslah pada pekerjaan kamu.

Kerjakan sedikit demi sedikit sehingga tanpa terasa pekerjaan tersebut selesai dengan baik. Jika pekerjaan sudah selesai, kamu akan lebih nyaman dalam bersikap.

Bandingkan jika kamu tidak menyelesaikan pekerjaan kamu. Barangkali kamu akan bertambah tertekan karena mendapat omelan atau peringatan dari si bos.

2. Ikuti aturan
Sebenci apa pun kamu terhadap majikan, ikuti aturan tempat kamu bekerja. Sebagai contoh, kamu menyeesaikan semua pekerja kamu sesuai waktunya dan tidak lelet dalam bekerja.

Dengan mengikuti aturan, kamu tidak akan memiliki masalah lain karena kamu bekerja secara profesional.
[ads-post]
Sering terjadi, TKI yang sedang memiliki masalah dengan majikannya sering tidak mengikuti aturan dan berlaku sak karepe dewe.

Jangan lakukan hal ini karena hanya akan memperberat prosesmu jika sampai keranah pengaduan di perwakilan Indonesia atau departmen tenaga kerja negara penempatan.

3. Baca kontrak kerja kamu
Banyak TKI tidak memahai kontrak kerjanya, terutama hal-hal terkait kewajiban dan hak kamu sebagai tenaga kerja Indonesia.

Jika kamu merasa telah memenuhi kewajiban, cermati hak kamu. Jika hak tersebut dilanggar majikan, laporkanlah ke departemen tenaga kerja.

Jangan takut untu bertindak jika kamu memiliki cukup bukti. Berjuanglah walaupun terkadang kamu ditekan dari berbagai arah. 

4. Konsultasi dengan yang ahli
Jika majikan kamu bersikeras benar, tidak ada jalan lain. kamu harus berkonsultasi dengan bagian yang ahli seperti pihak perwakilan Indonesia, baik KDEI, KJRI atau KBRI. Saat berkonsultasi dengan mereka, informasikan kekecewaan kamu atas sikap majikan kamu.

Utarakan juga bahwa hal tersebut mengganggu hak, pikiran, dan kinerja kamu. Pihak mereka biasanya akan membantu kamu jika kamu benar-benar terdzolimi dengan bukti tentunya.

5. Adukan ke serikat pekerja
Saat berkonsultasi dengan serikat pekerja atau organisasi pekerja, sampaikan masalah kamu. Informasikan juga bahwa kamu sudah menempuh sejumlah cara namun tidak ada satu pun yang menyelesaikan masalah kamu dengan majikan.

Serikat pekerja umumnya akan membawa masalah ini untuk dibahas di rapat internal dan kemudian akan mendiskusikannya dengan pihak perusahaan atau majikan.

Jika kamu bermasalah dengan majikanmu, jangan sekali-kali kabur atau berbuat yang melanggar hukum, karena itu hanya akan membahayakan keselamatan dan nyawamu.

TKW Magetan Meninggal Di Hongkong Karena Derita Komplikasi
SUARABMI.COM - Kabar duka datang dari kalangan BMI Hongkong dimana salah seorang pejuang devisa asal Magetan Jawa Timur dikabarkan meninggal dunia setelah mendapat perawatan di rumah sakit dalam kondisi kritis.

Adalah Yatinem, tenaga kerja wanita (TKW) asal Kelurahan Parang TR 02 RW 02 Kec. Parang Magetan dikabarkan meninggal dunia kemarin (22/2) disalah satu rumah sakit di Hongkong.

Menurut salah seorang sumber sebagaimana dihimpun redaksi suarabmi, Yatinem sebelumnya menderita berbagai penyakit atau komplikasi hingga kondisinya kritis di rumah sakit beberapa waktu dan akhirnya dokter menyatakan kalau Yatinem sudah meninggal dunia.
[ads-post]
Kepergiannya membuat semua sahabat dan temannya kaget dan berbela sungkawa. Sebelumnya Yatinem juga pernah masuk meja operasi di Hongkong.

Segenap redaksi suarabmi turut berbelasungkawa atas kepergian Yatinem, salah seorang pahlawan devisa yang berjuang di negeri beton ini. Semoga semua amalnya diterima menjadi amal kebaikan dan ditempatkan ditempat terbaik di alam sana. Amin...!

SUARABMI.COM - Apa saja sih hak-hak buruh migran dalam Undang Undang No 18 Tahun 2017 Tentang Pelindungan Buruh Migrah Indonesia?

Menurut pasal 6 ayat 1 Undang Undang No. 18 Tahun 2017 Tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UU PPMI), hak buruh migran itu ada 13 poin yaitu:
  1. Mendapatkan pekerjaan di luar negeri dan memilih pekerjaan sesuai dengan kompetensinya;
  2. Memperoleh akses peningkatan kapasitas diri melalui pendidikan dan pelatihan kerja;
  3. Memperoleh informasi yang benar mengenai pasar kerja, tata cara penempatan, dan kondisi kerja di luar negeri;
  4. Memperoleh pelayanan yang profesional dan manusiawi serta perlakuan tanpa diskriminasi pada saat sebelum bekerja selama bekerja, dan setelah bekerja;
  5. Menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan keyakinan yang dianut;
  6. Memperoleh upah sesuai dengan standar upah yang berlaku di negara tujuan penempatan dan/atau kesepakatan kedua negara dan/atau Perjanjian Kerja;
  7. Memperoleh pelindungan dan bantuan hukum atas tindakan yang dapat merendahkan harkat dan martabat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan diIndonesia dan di negara tujuan penempatan;
  8. Memperoleh penjelasan mengenai hak & kewajiban sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Kerja;
  9. Memperoleh akses berkomunikasi;
  10. Menguasai dokumen perjalanan selama bekerja;
  11. Berserikat dan berkumpul di negara tujuan penempatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara tujuan penempatan;
  12. Memperoleh jaminan pelindungan keselamatan dan keamanan kepulangan Pekerja Migran Indonesia ke daerah asal;
  13. Memperoleh dokumen & Perjanjian Kerja Calon Pekerja Migran Indonesia dan/atau Pekerja Migran Indonesia.
[ads-post]
Dalam Undang Undang sebelumnya yakni Undang Undang No. 39 Tahun 2004 Tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri (PPTKILN), pada pasal 8 menyebutkan hak-hak buruh migran hanya 9 poin, jadi ada 4 penambahan . item tersebut yaitu:
  1. Bekerja di luar negeri;
  2. Memperoleh informasi yang benar mengenai pasar kerja luar negeri dan prosedur penempatan TKI di luar negeri;
  3. Memperoleh pelayanan dan perlakuan yang sama dalam penempatan di luar negeri;
  4. Memperoleh kebebasan menganut agama dan keyakinannya serta kesempatan untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan keyakinan yang dianutnya;
  5. Memperoleh upah sesuai dengan standar upah yang berlaku di negara tujuan;
  6. 6. Memperoleh hak, kesempatan, dan perlakuan yang sama yang diperoleh tenaga kerja asing lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan di negara tujuan;
  7. Memperoleh jaminan perlindungan hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan atas tindakan yang dapat merendahkan harkat dan martabatnya serta pelanggaran atas hak-hak yang ditetapkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan selama penempatan di luar negeri;
  8. Memperoleh jaminan perlindungan keselamatan dan keamanan kepulangan TKI ke tempat asal;
  9. Memperoleh naskah perjanjian kerja yang asli.
Nah sudahkah kamu mendapat hak-hak kamu?
loading...
Powered by Blogger.