SUARABMI.COM - KDEI Taipei teah secara resmi mengeluarkan surat edaran dan ijin untuk terkait pelaksanaan shalat idul fitri bulan depan.

Dalam surat edaran 2 bahasa itu disebutkan jika shalat ied di Taiwan akan di laksanakan serentak pada tanggal 15 Juni 2018 pada hari Jum'at.

Adapun waktu pelaksanaan shalat idul fitri akan dilaksanakan secara serentak di Taiwan pada pukul 7 pagi.

Dalam surat edaran tertulis dimana majikan diharapkan memberikan ijin kepada para TKI untuk mengikuti shalat idul fitri pada jam dan jadwal yang telah tertera.
[ads-post]
Beriktu surat edarannya.


SUARABMI.COM - Seorang anggota parlemen di Hongkong mengkritisi dan bertanya kepada pemerintah Hongkong tentang apa yang akan dilakukan terkait semakin marak dan semrawutnya para buruh migran saat liburan dimana mereka bergumul dan berkerumun di tempat umum.

Menurut Anggota Dewan Legislatif (LegCo) Yung Hoi-yan, apa yang dilakukan oleh para pekerja migran ini sangat mengganggu aktifitas masyarakat lokal, aktifitas pertokoan dan juga kebersihan.

“Saat ini, ada lebih dari 350 000 pembantu rumah tangga asing di Hong Kong. Selama liburan, sejumlah besar pekerja migran berkumpul di tempat-tempat umum, seperti taman, gang jembatan, dan tempat-tempat di bawah jalan layang, ” kata Yung di LegCo.

“Mereka duduk, makan dan tidur di tanah, sehingga mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat, pengoperasian toko-toko dan kebersihan lingkungan di tempat umum. Masalahnya telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menunjukkan tren yang memburuk, ” tambahnya.

Dia meminta kepada pemerintah untuk menyediakan tempat khusus untuk liburan para pekerja sehingga mereka tidak lagi menggunakan fasilitas umum seenaknya sendiri dan tidak semakin semrawut.

Sebagai jawaban, Menteri Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Hukum Chi-kwong mengatakan berbagai instansi pemerintah sedang berkoordinasi tentang bagaimana menangani masalah yang disebabkan oleh pekerja migran selama liburan akhir pekan.
[ads-post]
Dia menambahkan bahwa pemerintah Hong Kong telah bekerja untuk meningkatkan perlindungan dan dukungan terhadap pekerja migran dan memastikan bahwa wilayah administratif khusus tetap menjadi "tempat yang menarik" untuk para pekerja.

“Saat ini, ada hampir 380.000 pekerja rumah tangga asing yang bekerja di Hong Kong. Mereka membantu keluarga setempat dalam melakukan pekerjaan rumah tangga dan merawat anak-anak dan lansia mereka, dengan demikian melepaskan potensi tenaga kerja lokal kami dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembangunan Hong Kong, ” katanya.

Sekretaris Hukum juga mengatakan bahwa instansi pemerintah juga berhubungan dengan organisasi pekerja migran untuk mengatasi masalah apapun yang muncul.

“Misalnya, ada kasus di mana ada yang jual beli makanan telah ditemukan di dalam dan di luar Victoria Park. Komite Manajemen Distrik Wan Chai, bersama dengan (berbagai instansi pemerintah) membagikan selebaran kepada para pekerja di Taman Victoria dan daerah terdekat untuk mengingatkan mereka agar tidak melakukan kegiatan menjajakan, katering ilegal dan menghalangi jalur pejalan kaki publik, ” kata kepala buruh .

Sekretaris Hukum juga mencatat bahwa Bayanihan Center di Kennedy Town menampung hingga 1.800 pekerja migran setiap akhir pekan dan hari libur umum untuk kegiatan mereka.

"Pemerintah telah berusaha untuk meningkatkan perlindungan dan dukungan untuk pekerja migran melalui berbagai cara, seperti publisitas dan kegiatan pendidikan, untuk menjaga Hong Kong sebagai tempat menarik bagi para pekerja untuk bekerja," tambahnya.

Menurut data pemerintah, Departemen Layanan Rekreasi dan Budaya (LCSD) tahun lalu menerima 22 pengaduan terkait dengan para pekerja yang suka ngumpul dan nongkrong di tempat umum.

22 laporan itu terdiri dari 12 laporan tentang menganggu pengguna lain di tempat umum karena mereka tidak memberi tempat, 4 laporan penggunaan tempat tanpa ijin, 1 kasus menganggu kebisingan, 1 kasus dugaan perjudian ditempat umum, 2 kasus tiduran dan bermain musik di halaman, 1 menggunakan toilet berlebihan, 1 kasus nongkrong dan tiduran di lapangan.

Mereka juga memberikan 16 tiket penalti untuk pekerja yang merokok di tempat umum, satu untuk membuang sampah sembarangan dan dua karena menjual komoditas tanpa izin. | Hongkong News

Kelompok pekerja dan buruh migran asing menggelar aksi demo menuntut agar pemerintah Taiwan membuat undang-undang untuk mensyaratkan pemisahan lokasi asrama untuk pekerja migran dari pabrik.

Dalam demo yang berlangsung pada hari Rabu (23/05) tersebut serikat pekerja migran asing ini menunjukkan fakta bahwa sejauh ini tercatat telah terjadi insiden kebakaran yang merenggut sebnayak delapan nyawa para pekerja migran asing yang meninggal dunia di asrama mereka karena kebakaran pabrik.

Jaringan Pemberdayaan Migran di Taiwan (MENT) mengadakan konferensi pers di depan Kementerian Tenaga Kerja di Taipei pada hari Rabu (23/05) untuk melayangkan permintaan tersebut.

Hsu Wei-dong, seorang anggota dari Kelompok Pekerja Migran di Hsinchu, mengatakan bahwa selama kejadian tragis dimana delapan pekerja migran asing telah meninggal dalam kebakaran pabrik Sican dan kebakaran pabrik Chin Poon dalam enam bulan terakhir, semuanya disebabkan karena lokasi bangunan asrama pekerja migran yang terletak di dalam area pabrik.

Hsu mengatakan bahwa saat ini ada hampir 700.000 pekerja migran di Taiwan, dimana sebanyak 410.000 di antaranya adalah pekerja migran di sektor industri.

Kelompok buruh migran ini tidak hanya harus berurusan dengan jam kerja yang panjang dan gaji yang rendah, mereka juga harus berurusan dengan lingkungan kerja yang disebut industri “3D” yakni lingkungan yang “kotor, sulit, dan berbahaya.”

Bagi para buruh migran asing yang bekerja di sektor industri Taiwan yang memiliki asrama yang terletak di dalam lokasi pabrik, mereka menghadapi bahaya yang mengancam keselamatan jiwa sepanjang hari, tambah Hsu.

Oleh karena itu, ia bersikeras bahwa hanya dengan memisahkan bangunan asrama pekerja migran dari lokasi pabrik, maka dampak bahaya yang mereka hadapi selama istirahat dan tidur dapat berkurang dan diturunkan secara signifikan.
[ads-post]
Selain itu, Hsu juga mengatakan bahwa ide ini juga dapat mengurangi dampak yang mengancam keselamatan jiwa dari petugas regu penyelamat saat bertugas mengamankan lokasi pabrik yang dilanda kebakaran maupun musibah lainnya.

Perwakilan Asosiasi Pekerja Migran Internasional Taiwan, Wu Jing-ru mengatakan bahwa “Buku Pedoman Perencanaan Layanan Kehidupan/Kesejahteraan Pekerja Migran Asing”, yang berfungsi tidak hanya sebagai pedoman dan acuan bagi pihak pengusaha selaku pemberi kerja untuk menyediakan sanitasi, ruang hidup, dan kebutuhan hidup lainnya yang layak bagi para pekerja migran yang mereka pekerjakan di pabriknya. Akan tetapi buku pedoman ini juga berfungsi sebagai hukum pidana bagi majikan yang melanggar acuan yang telah ditetapkan tersebut.

Wu mengatakan bahwa Buku Perencanaan Layanan Kehidupan/Kesejahteraan Pekerja Migran Asing harus diterjemahkan ke dalam bahasa asli para pekerja migran. Demikian juga untuk Undang-undang Standar Tenaga Kerja dan Undang-Undang Layanan Ketenagakerjaan, hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa para pekerja migran mengetahui hak-haknya yang harus dipenuhi oleh majikan.

Wu menambahkan bahwa selain itu pemerintah juga harus menegakkan seluruh aturan yang tercantum dalam Buku Pedoman Perencanaan Pelayanan Kehidupan/Kesejahteraan Pekerja Migran Asing. Pemerintah diminta untuk menghukum majikan yang terbukti melanggarnya dan membuat hasil investigasi ke publik mengenai hasil penyelidikan insiden tragis di pabrik Sican dan Chin Poon sesegera mungkin.

Badan Pengembangan Tenaga Kerja Lintas Batas dan Spesialis senior Manajemen Tenaga Kerja, Su Yu-kuo kepada wartawan mengatakan bahwa akan ada diskusi antar departemen terkait mengenai kelayakan pemisahan bangunan asrama dari lokasi pabrik pada bulan depan.

Su mengatakan bahwa pihak departemen tenaga kerja Taiwan telah memulai penerjemahan Buku Pedoman Perencanaan Pelayanan Kehidupan/Kesejahteraan Pekerja Migran Asing di Taiwan.

Su menambahkan bahwa terjemahan ini diperkirakan akan selesai pada akhir Juni mendatang dan versi terjemahannya juga akan dimasukkan secara online ke website departemen tenaga kerja Taiwan.

Sumber : CNANews, Focus Taiwan, Taiwannews & Indogo
loading...
Powered by Blogger.
close