loading...

SUARABMI.COM - Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Rusdi Kirana meminta kepada Bank BRI memberikan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hal itu di dapatkan para TKI usai bekerja dari negara jiran tersebut.

Rusdi menegaskan jika para TKI tidak diberikan karena masalah jaminan, maka Lion Air Group miliknya siap menjadi penjamin.

Hal itu ditegaskan Rusdi Kirana kepada Direktur Utama BRI Suprajarto yang hadir di acara Pesta Rakyat untuk WNI di Malaysia 2017.
[ads-post]
"Perusahaan saya (Lion Air Group) yang menjamin mereka. Jika mereka (BRI) tidak bisa bayar perusahaan saya yang bayar," ujar Rusdi Kirana di Kuala Lumpur, Minggu (24/9/2017).

Rusdi pun percaya TKI mampu membayar kredit yang telah difasilitasi. Karena Rusdi ingin memberikan program pelatihan sampai pemasaran produk yang dibuat TKI.

"Kita tidak hanya berikan KUR, tapi melatih mereka, produknya dipasarkan," jelas Rusdi.

Rusdi menambahkan semua produk yang dihasilkan TKI juga akan dibeli KBRI asal Malaysia. Hal itu akan membantu para TKI mengembalikan cicilan kreditnya.

"Kita yang beli produk tersebut, mereka punya kemampuan penyaluran produknya," ungkap Rusdi. ***tribunnewscom

SUARABMI.COM - Masih ingat dengan kisah Ina Iswara yang sempat viral kemarin, yaitu Jerih Payahku Dinikmati Suami dan Istri Mudanya? Ternyata kisah mereka penuh dengan hikmah yang luar biasa.

Inna yang 12 tahun bekerja di Taiwan mengirimkan semua jerih payahnya ke suami untuk dibuatkan rumah dan segala isinya.

Namun, keputusan Inna untuk mengatasnamakan semuanya dengan nama suaminya ternyata salah, setahun sebelum kepulangan Inna, ia memergoki suaminya menikah lagi dan menempati rumahnya yang ia bangun dengan menjadi TKW di Taiwan.

Inna pun meminta cerai kepada suaminya, namun nasi sudah menjadi bubur, semua harta benda Inna dijual oleh suaminya dan tak tersisa sedikitpun termasuk mobil kesayangannya.

"Suamiku nikah lagi ketika kontrak ku satu tahun mau habis, aku tahunya dari facebook, sebetulnya aku sudah tidak ingin jadi TKW lagi, aku capek, aku sering memohon pengen istirahat di rumah saja dan tak mau pergi lagi, tapi jawaban suamiku - lu mau di pantat gue terus? lu mampu gak kasih makan gue ? - begitu jawabannya" Tutur Inna kepada suarabmi.com
[ads-post]
"Aku bukan 12 tahun tanpa pulang, aku selalu menyempatkan diri cuti pulang, kejadian itu di akhir kontrakku, dimana kredit mobil sudah mau lunas, dia menikah lagi dengan wanita di Mangga Besar." tuturnya.

Semua harta Inna dijual dan dimakan bersama istri mudanya, butuh 2 tahun untuk mengembalikan harta Inna itupun hanya kembali 125 juta saja. Kini mantan suaminya hidup sebagai pemulung karena ulahnya.

Sedangkan Inna saat ini sudah akan menikah lagi dengan seorang pengusaha, Inna masih di Taiwan hingga hari ini dan dalam waktu dekat akan mengakhiri kontrak kerjanya.


"Sejak kejadian itu aku di Indonesia sakit-sakitan terus dan sering masuk rumah sakit. Mungkin majikanku gak tega karena aku sudah 12 tahun disini gak pernah ganti majikan, jadi waktu itu aku kirim 250 untuk buat rumah, selesai bikin rumah aku berangkat lagi ke majikan yang sama. Karena di Indonesia gak ada kerjaan sedangkan anak buth biaya sekolah, danmulai itulah pelan-pelan aku kredit mobil hingga lunas dan ternyata ditinggal nikah lagi" Ceritanya

"Pesanku buat teman-teman....mendaki gunung  agar sampai ke puncak dengan satu kaki itu butuh tenaga dan pengorbanan yang besar..maka itu jangan percaya dengan orang yang pengennya cuma menunggu di puncak. sekali pun itu suami sendiri.. Tujuan kita mungkin pengen di cintai oleh suami dengan meringankan beban dia hingga kita terlalu over buat yang namanya berbakti. Tapi yang namanya suami, dia juga manusia biasa, sisi jahat itu ada. maka itu kita harus bisa mengimbangi saat berbakti dan kebahagiaan sendiri.. trimaksh min...semoga cukup aq saja yang bodoh orang lain jangan" Pesannya kepadasahabat BMI lainnya

SUARABMI.COM - Dalam sebuah video yang diunggah oleh Yuda atau Thyrose Tatarias mengunggah seorang TKW di Hong Kong yang berdiri disamping majikan yang sedang makan di sebuah restoran.

Unggahan yang telah dibagikan lebih dari 1400 kali itu mengatakan bahwa TKW itu tidak libur saat hari minggu dan momong 3 anak majikannya.

Menurut Yuda, TKW itu tidak boleh duduk sampai majikan selesai makan, menurutnya meilhat saja tidak tega.
[ads-post]
Memang tidak semua majikan paham bagaimana perasaan kita sebagai TKW, namun diantara majikan yang seperti ini masih ada majikan yang baik juga.

Semoga pengalaman TKW yang belum diketahui identitasnya ini menjadi pelajaran bagi yang lain sesama TKW dan TKW tersebut diberi kekuatan untuk menyelesaikan kontrak kerjanya.
[youtube src="lYuSxIzSQYo"/]

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Powered by Blogger.