SUARABMI.COM - Sopiah (21) dan Aisyah (47) dijanjikan oleh Aziz salah satu warga kampung Bojongherang Pamanuk Carenang Serang untuk bekerja di Arab Saudi, namun ternyata visa yang dipakai keduanya adalah visa kunjungan yang masanya hanya 90 hari.

"Keduanya kan pakai visa kunjungan, artinya Ilegal, hampir setiap hari mereka sms ingin pulang aja karena kata sponsornya harus bayar 40 juta dulu," tutur Hilman saat ditemui media di Kota Serang, Senin (18/2/2017).

Dua ibu dan anak ini menjadi TKI Ilegal ke Arab  sejak 10 Januari 2017 lalu, dan keduanya diketahui mendapat perlakuan tidak manusiawi oleh majikan mereka.

Selama kurang lebih satu bulan berada di Algazm, Kota Riyadh, Arab Saudi, keduanya mengaku telah dianiaya oleh sang majikan yang bernama Abdullah dan adiknya Juzah binti Syakir.
[ads-post]
Melalui pesan singkatnya, Sopiyah kepada mantan kekasihnya, Hilman Mulyadi (44) warga Kampung Tembakang RT03/07, Desa Pulo Kencana, Kecamatan Pontang, menceritakan bahwa dirinya bukan saja dianiaya, namun juga akan dijual oleh sang majikan.

Sopiyah mengaku menyesalkan pihak sponsor yang memberangkatkannya, karena dianggap tidak bertanggung jawab dan telah melakukan tindak penipuan.

"Iya dia itu kalo sms sembunyi-sembunyi dari majikannya, katanya mau pulang sudah tidak kuat dianiaya dan mau dijual 200 juta, dia juga bilang sponsornya sudah menipu. Ibunya juga sms mengaku menyesal," kata Hilman.

Hilman akan segera melaporkan Aziz ke Polda Banten, dengan dugaan Humman Trafficking atau Perdagangan manusia. "Saya akan laporkan ini disertai bukti sms Sopiyah dan ibunya," tutupnya.

SUARABMI.COM - Ancaman akan dipulangkan menghantui TKW yang bekerja di Taiwan ini karena ketidak puasan majikan akan kinerjanya.

Amel yang bercerita kepada suarabmi.com bilang kalau majikan dan agensy akan memulangkan dia kalau dia tidak bisa bekerja cepat dan selalu salah dalam komunikasi karena kurang menguasai bahasa.

"Saya benar-benar tidak tahu harus mengadu kemana lagi" kata Amel kepada suarabmi.com. "Agensiku mengancam kalau sampai akhir bulan ini saya tidak bisa bekerja cepat, masih lambat, selalu salah dalam komunikasi, saya akan dipulangkan ke Indonesia" lanjut amel.
[ads-post]
Amel yang masih ingin bekerja dan tak mau pulang ke Indonesia ini benar-benar dalam tekanan karena ancaman agensi tersebut. Amel juga sering menderita sakit kepala dan bahu kanan sehingga Amel tidak bisa bekerja secara maksimal.

"Agensi dan majikan tidak mau tahu kondisi saya yang sakit kepala ini, kemarin saja saat saya muntah dan diare, kakak majikan saya yang mengantar ke klinik" ujarnya sambil mengatakan kalau biaya klinik ia bayar dengan uang pribadi.

Amel hanya berharap ada yang mau membantunya karena ketidak tahuan dan ketidakpahamannya tentang aturan kerja TKI karena Amel baru bekerja 4 bulan di Taiwan.

Kasus ini telah dilimpahkan ke TIM SATGAS KDEI memalui salah satu anggotanya bernama Tantri Sakhina untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

SUARABMI.COM - Kepada semua BMI khususnya Hong Kong, Konsul Tenaga Kerja Indonesia di Hong Kong, Iroh Baroroh mewanti-wanti untuk selalu waspada dan tidak mudah percaya terhadap segala jenis penipuan yang berkedok bantuan ataupun hadiah doorprize dari kemenaker maupun lainnya.

"Saya minta agar teman-teman cek dan ricek lagi jika ada tawaran-tawaran seperti ini dan jangan mudah percaya dengan informasi-informasi tak jelas kebenarannya" ungkapnya sebagaimana dilansir suarabmi.com dari suara.


Hal ini terkait ada seorang korban bernama Wahyu yang mengadu ke KJRI karena tertipu bantuan yang mengatasnamakan Bantuan Menaker.
[ads-post]
Wahyu terpikat rayuan akan mendapatkan bantuan dana dari Menaker dan Presiden senilai Rp. 100 juta dengan syarat mengirimkan uang administrasi 30 juta terlebih dahulu.

Tak ia sadari, sejak 3 Desember 2016 lalu hingga Januari ini ia telah mengirimkan setidaknya 83 juta untuk memperoleh bantuan senilai 100 juta itu.

"Sebelum inipun sudah banyak teman-teman BMI yang menelepon saya menanyakan tentang janji hadiah dari Pak Nusron (Wahid-Kepala BNP2TKI), tapi karena mereka terlebih dahulu cek dan ricek tentang kebenaran janji itu akhirnya mereka tak tertipu," kata Konsul Iroh.

Untuk itu, Konsul Iroh mengimbau semua BMI yang mendapatkan pesan pendek atau telepon yang menyatakan dirinya mendapat bantuan ataupun doorprize dalam bentuk apapun, untuk terlebih dahulu datang ke KJRI dan mengecek kebenarannya.
Powered by Blogger.
close