loading...

SUARABMI.COM - Akhir - akhir ini semakin banyak dan gencar pungli [pungutan liar] di berbagai tempat keramian di Taiwan. Seperti di TMS [Taipe Main Station], Taoyuan, Chungli dan tempat lain yang banyak di kunjungi warga Indonesia di Taiwan.

Pungli tersebut berdalih mengatas namakan anak yatim dan terlantar dan juga untuk panti asuhan. Dengan membawa proposal seadanya dan kotak sumbangan mereka mendatangi warga Indonesia satu per satu, tak dipungkiri hampir 80% yang mereka datangi memberikan sumbangan rata-rata 50 s/d 100NT. Alhasil dalam sehari mereka bisa mengantongi 5000NT lebih dalam satu kelompok, sebuah hasil yang fantastis dengan  hanya bermodalkan keberanian.
[ads-post]
Namun sayang, banyak warga Indonesia yang tak sadar akan kondisi ini. Mereka pemeran pungli adalah warga Philipina yang juga menjadi TKA di Taiwan. Menurut penelusuran suarabmi.com mereka berkelompok dan mempelajari kelemahan warga Indonesia yang mudah mengeluarkan uang untuk kegiatan sosial, akhirnya mereka mempelajari bagaimana cara berucap bahasa Indonesia dan diantara kelompok tersebut memang ada yang paham betul akan kondisi warga Indonesia di Taiwan.

Saat suarabmi.com menemui di lapangan, mereka bisa berbahasa Indonesia dengan "Mas, Mbag sumbangannya untuk anak yatim", Terimakasih. Hanya kata-kata seperti itulah yang mereka fasih benar, namun jika kita teliti sebenarnya ada yang aneh dari perawakan mereka dan cara berpakaian yang jauh tidak seperti warga Indonesia.

Lalu bagaimana kita mengatasi hal tersebut? Jangan mudah mengeluarkan uang, apabila ada yang minta sumbangan ditanya dahulu dari organisasi apa, lihat proposalnya dan tanda anggota keorganisasian. Nilai 50NT sangat berhaga apabila terkumpul dari 100 orang, dan uang tersebut digunakan oleh mereka untuk berfoya-foya bukan untuk kegiatan sosial sesungguhnya sebagaimana di telisik oleh suarabmi.com. [SBMI]

Pungli tersebut berdalih mengatas namakan anak yatim dan terlantar dan juga untuk panti asuhan. Dengan membawa proposal seadanya dan kotak sumbangan mereka mendatangi warga Indonesia satu per satu, tak dipungkiri hampir 80% yang mereka datangi memberikan sumbangan rata-rata 50 s/d 100NT. Alhasil dalam sehari mereka bisa mengantongi 5000NT lebih dalam satu kelompok, sebuah hasil yang fantastis dengan hanya bermodalkan keberanian.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close