loading...

JBMI - aliansi organisasi BMI, mantan dan keluarganya yang memperjuangkan perlindungan sejati berbasis di Indonesia, Hong Kong, Macau dan Taiwan - mendukung sepenuhnya pembebasan Rita Krisdian dari ancaman hukuman mati di Malaysia. Rita adalah korban kemiskinan, keterpaksaan dan sindikat narkoba yang sengaja memanfaatkan buruh migran tidak berdaya khususnya perempuan sebagai kurir.

Rita sempat menjadi buruh migran di Hong Kong pada tahun 2013 tapi di-PHK meski baru 3 bulan bekerja.   Oleh agen, Rita dikirim ke Macau untuk menunggu proses majikan baru. Namun setelah 3 bulan tak kunjung ada majikan. Rita terpaksa pulang ke daerah asalnya di Ponorogo.

Namun sebelum pulang, Eka Suliyah dan seseorang berinisial RT yang tinggal satu kos di Macau dengannya, menawari Rita bisnis baju dan kain yang bisa dijalankan di kampung halamannya. Tanpa pikir panjang, Rita menerima tawaran tersebut.

Sesuai arahan temannya, Rita disuruh merubah rute perjalanan dari Macau ke New Delhi, India. Disana, seseorang memberinya koper yang katanya berisi pakaian. Rita disuruh membawa koper itu ke Malaysia dan dikatakan seseorang akan mengambilnya.
[ads-post]
Di bandara Malaysia ini Rita ditangkap karena di koper yang dibawanya ditemukan narkoba seberat 4 Kg.

Rita adalah satu dari 227 WNI yang terancam hukuman mati diluar negeri. Dari jumlah tersebut, 168 orang terancam hukuman mati di Malaysia dan 112 orang diantaranya terjerat kasus narkoba. Yang lebih miris lagi mayoritas perempuan.

Seperti halnya BMI lain, Rita yang berasal dari keluarga miskin juga ingin memperbaiki ekonomi keluaganya dengan bekerja ke Hong Kong. Ketidakpahaman tentang kondisi di Hong Kong dan keputusasaan karena PHK menjadi faktor yang menjerumuskannya ke dalam sindikat narkoba.

Selama kemiskinan memburuk dan  tidak ada kesempatan kerja layak di  dalam negeri, selama itu pula jutaan rakyat miskin terpaksa merantau. Dan selama itu pula korban-korban seperti Rita dan ratusan lainnya akan terus dimanfaatkan sindikat

JBMI menuntut kepada pemerintah Indonesia untuk berupaya dengan  daya menyelamakan Rita, Tutik Tursilawati, Tuti dan WNI lain yang terancam hukuman mati.

Sebaliknya, sudah saatnya Pemerintah Indonesia menghapus hukuman mati dan membebaskan Mary Jane Veloso dari ancaman hukuman mati di Indonesia.

Sidang kasus Rita akan digelar pada tanggal 28 Januari 2016 di  Malaysia. JBMI menuntut Pemerintah untuk meyakinkan pendampingan hukum terbaik bagi Rita dan memfasilitasi pihak keluarga untuk didatangkan ke Malaysia.

JBMI juga menyerukan kepada seluruh anggotanya dimanapun berada untuk turut meramaikan kampanye pembebasan Rita Krisdian dengan cara menyebarkan hastag pada hari persidangannya:

#Save_Rita_And_All_Migrant_From_Death_Row
#Selamatkan_Rita_Dan_Seluruh_Buruh_Migran_Dari_Hukuman_Mati


26 Januari 2016
Komite Pengurus JBMI
Karsiwen (KABAR BUMI-Indonesia) 081281045671
Sringatin (JBMI-Hong Kong & Macau) (+852) 69920878

JBMI - aliansi organisasi BMI, mantan dan keluarganya yang memperjuangkan perlindungan sejati berbasis di Indonesia, Hong Kong, Macau dan Taiwan - mendukung sepenuhnya pembebasan Rita Krisdian dari ancaman hukuman mati di Malaysia. Rita adalah korban kemiskinan, keterpaksaan dan sindikat narkoba yang sengaja memanfaatkan buruh migran tidak berdaya khususnya perempuan sebagai kurir.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close