loading...

SUARABMI.COM - Pada awal bulan juli lalu ( tepat tanggalnya saya lupa) Ema (BAJU PINK) ini datang ke toko dan berkeinginan untuk meminjam buku rekening kantor post karena saudaranya yang di Ciayi ingin transfer uang.Ema mengatakan jika saudaranya yang di ciayi ini dulu meminjam uang kepada dia dan ingin mengembalikan pinjaman tersebut kepada ema namun dia tidak bisa keluar rumah.

Karena ema ini memohon, sebagai toko Indonesia yang memang sudah sewajarnya membantu kesulitan teman teman disini, tanpa pikir panjang kamipun memberikan rekening kantorpost kami ke ema. Selang hampir seminggu Emapun datang ke toko dan mengabarkan jika saudaranya itu telah transfer uang ke rekening tersebut. Setelah kita chek ternyata uang tersebut sudah masuk sebesar 48.000. akhirnya uang 48.000 itu kita serahkan ke ema.

Selang beberapa minggu kemudian (awal agustus), rekening kantorpos kami tidak bisa digunakan untuk transaksi (dibekukan). Setelah kami konfirmasi ke pihak pos ternyata uang 48.000 tersebut yang jadi masalahnya. Mengetahui hal itu kamipun segera melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi juga. Karena uang 48.000 ini pasti ada apa apanya dan kami tidak ingin jika polisi menyangka bahwa kita melakukan kerjasama tindak kejahatan.

Jadi Polisi menyarankan untuk mencari ema dan ema membuat surat pernyataan jika uang 48.000 tersebut adalah murni uang dia.Dengan pengakuan dan surat pernyataan dari ema, maka kami akan bebas dari tuduhan penipuan dan buku rekening kami bisa digunakan kembali. Kamipu tidak tau dimana keberaada ema, hanya berbekal foto dari kamera cctv kita ditoko yang akan kita tanyakan ke teman teman disekeliling toko dan taman terdekat.

Saat saya dan rekan saya tengah berunding mencari keberadaan EMA, Allah selalu berkehendak pada hal yang benar. Ema saat itu datang ke toko untuk berbelanja. Akhirnya saya mengunci dia di dalam toko dan menyuruh dia buat surat pernyataan, sementara rekan saya berada di luar toko siap siap unutk panggil polisi jika EMA tidak mau buat surat pernyataan.

Ema pun tidak langsung buat surat pernyataan tersebut, ia mengulur ulur waktu dan sepertinya sudah ketakutan. Akhirnya tanpa pikir panjang saya telp rekan saya diluar pintu untuk memanggil polisi ke toko. Selang beberapa menit kemudian rekan saya datang ke toko dg 2 orang polisi. Melihat polisi berada di toko Ema sudah seperti cacing kepanasan, dan iapun dengan segera membuat surat pernyataan.

Kamipun merasa kurang terima, dilihat dari cara bicara ema sepertinya kami tau dia bukan orang baik baik , kami meminta polisi untuk membawa ema ke kentor polisi. Namun polisi saat itu tidak berani membawa ema karena kami bukan orang yang benar benar dia tipu, melainkan hanya dipinjami buku rekening. Dan polisi mengatakan posisi kita sudah aman karena sudah ada surat pernyataan tertulis dari Ema.

Tak sampai disitu saja, saat kami periksa lagi ternyata ARC DAN PASPORT yang dipakai oleh ema saat itu bukan ARC dia sendiri. Saat kita tanya dimana arc dia, dia menjawab arcnya ada dirumah. Kami tak diam disitu saja, kamipun langsung meminta ema untuk menunjukkan dimana rumahnya untuk mengambil ARC. saya dan seorang polisi serta teman saya langsung pergi kerumah yang Ema masud. Namun saat kami sampai didepan pintu rumahnya, ema masukbtergesa gesa, ternyata ema tak mengijinkan kita masuk dan dengan sengaja mengunci kita diluar pintu.

Kamipun sudah mulai geram, seorang polisi menelepon lagi temannya, jadi saat itu ada 4 orang polisi dan menggeledah rumah Ema. DIdalam rumah tersebut ada sepasang suami istri yang sudah paruh baya beserta seorang perempuan (mungkin anak majikan). Tapi anehnya saat kita melakukan penggeledahan kami tidak menemukan ema. Entah dimana dia bersembunyi. Polisi juga tidak berani melakukan penggeledahan lebih lanjut, karena mereka tidak empunyai surat tugas resmi penggeledahan. Dan sepertiny majikannya melindungi ema entah apa alasannya.

Dan beberapa hari kemudian layangan surat dr kantor kejaksaan datang kepada kami Karena kami adalah orang yang menerima transferan uang tersebut, kantor kejaksaan kemudian memanggil kita sebagai pemilik buku rekeing dan mengintrogasi tentang uang 48.000 tersebut. Darisitulah ternyata kami tau siapa EMA ini sebenarnya.
[ads-post]
Untung saja saat itu kita telah mempunyai bukti yang cukup kuat jika uang 48.000 tersebut benar benar sudah diambil oleh ema. Dan dari situ juga kami tau jika pelapor dan pelanggan yang telah teripu tersebut adalah Rofiatul . Dikantor kejaksaan tersebut kami bertemu dengan Rofiatul dan rofiatul berkali kali minta maaf ke kita karena sama sekali tidak tau jika nomer rekening tersebut adalah no rekening kami. Karena Ema berkata kepada Roafiatul jika EMA telah menikah dengan orang Taiwan dan no rekening tersebut adalah no rekening milik SUAMINYA . Rofiatul juga mempercayainya karena no rekening kantor post kami menggunakan tulisan Mandarin.

jadi uang 48.000 tersebut adalah uang dari Rofiatul yang ingin membeli HP Iphone ke EMA karena ternyata EMA penjual online di MEDIA SOSIAL. Dikarena hp tersebut tidak kunjung dikirm juga oleh ema, maka Rofiatul geram dan akhirnya melaporkan EMA ke polisi dan terjadilah pembekuan buku rekening kami. Rofiatul dan Ema ini ternyata kenal sebelumnya, namun rofiatul tidak pernah menyangka jika Ema akan melakukan hal tersebut. Karena kerjasama mereka sebelumnya baik baik saja

Ternyata bukan hanya 48.000 ini saja yang dibawa kabur ema, Rofiatul telah tertipu ratusan ribu NT (uang ARISAN dll) . Tak hanya itu rofiatul juga mendapatkan informasi dari orang yang juga di tipu oleh EMA jika ema ini telah menipu puluhan TKI untuk kabur dari rumah majikan dan menjanjikan pekerjaan yang layak serta gaji yang tinggi. TKI yang dikibulinya harus membayar uang 10,000 sebagai uang jasa. Setelah ada suatu persetujuan, TKI ini diberikan sebuah alamat tempat kerjanya yang baru, Namun setelah didatangi, tempat kerja itu adalah FIKTIF (bohong belaka). Terakhir informasi yang saya dengar sudah 28 TKI illegal yang sudah menjadi korban kelicikan EMA. Jadi selain Rofiatul, ada lagi korban yang telah itipu oleh EMA.
Kasus ini sedang ditangani oleh kantor kejaksaan Taipei, dan sampai saat ini EMA belum ditemukan dimana keberadaanya dan masih menjadi target buronan polisi.

Untuk teman teman lainnya mohon untuk lebih cermat, berhati hati, teliti dalam menyikap sesuatu hal dan Jangan mudah percaya dengan orang yang baru dikenal.
SALAM SUKSES![Dwi Lupianasari]

Saat saya dan rekan saya tengah berunding mencari keberadaan EMA, Allah selalu berkehendak pada hal yang benar.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close