loading...

SUARABMI.COM - Sehari sebelum pergantian tahun (30/12/2015), Media mengunjungi Detention center (DC) Sanxia, salah satu tempat tahanan sementara bagi para tenaga kerja illegal yang tertangkap. Ada hal menarik yang media peroleh dari kunjungan tersebut, masa tinggal penghuni DC Sanxia yang berada di sana paling lama 3 minggu.  Hal ini tergolong sangat cepat bila dibandingkan setahun lalu yang bisa mencapai 2 bulan atau beberapa tahun lalu yang bisa mencapai 3 bulan lebih. Dari pengakuan 31 penghuni DC Sanxia kepada kami, ternyata ada proses bantuan pemulangan gratis terhadap mereka. Pemerintah Indonesia memberikan bantuan bagi TKI yang tak memiliki uang untuk  segera dideportasi ke Indonesia. Dimana pemerintah Indonesia dalam hal ini membayarkan uang denda dan memberikan tiket kepulangan kepada mereka.

Proses pemulangan gratis ini disambut dengan sukacita oleh penghuni DC Sanxia. Beberapa penghuni menyampaikan tanggal 17 Desember 2015 lalu, dari perwakilan pemerintah Indonesia yang datang ke DC Sanxia lalu memberikan bantuan bagi para penghuni yang tidak memiliki uang untuk pulang ke Indonesia. Menurut penuturan mereka, bantuan pemerintah republik Indonesia itu juga pernah diberikan sebelum tanggal tersebut dan akan diberikan kembali pada bulan Januari 2016. “Ada 3 kali rencananya” sahut beberapa orang dari mereka. Dari 35 orang penghuni DC Sanxia yang menghuni per 17 Desember 2015, tinggal dua orang saja yang belum pulang. Kedua orang tersebut, Sarminten dan Susiyanti tinggal menunggu penerbangan saja, tiket sudah ada. Para penghuni DC Sanxia mengaku dibantu tiket kepulangan dan  pembayaran uang denda sebesar NT$ 16.100.
[ads-post]
Kegembiraan para penghuni DC Sanxia diungkapkan dengan ucapan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. “Terima kasih buat bantuannya pak Jokowi, sudah bantu teman-teman dari Indonesia. Semoga anak-anak yang di sini cepat pulang, cepat diproses, selamat, bisa bertemu keluarga semua. Terima kasih pak Jokowi,” ucap Susiyanti. Ucapan terima kasih untuk Presiden Joko Widodo juga disampaikan oleh salah seorang penghuni DC lainnya. “Terima kasih pak Jokowi atas dananya. Saya mewakili teman-teman banyak berterima kasih kepada Jokowi atas sumbangan dan semoga kita semua cepat diproses dan cepat pulang.”

Dari kunjungan tersebut juga diperoleh informasi bahwa mereka belum diperkenankan untuk melakukan aktivitas di pagi hari, sehingga menghalangi mereka untuk mengerjakan salat subuh dengan kondisi berdiri seperti yang disampaikan oleh Yuni dari Lampung. Informasi lain diberikan oleh Tuti asal Banyuwangi yang mengeluhkan jatah makan di imigrasi Taoyuan hanya 1 kali. “Kami hanya diberi 1 bungkus mie,” terangnya. Kunjungan ini merupakan kunjungan kedua ke DC Sanxia pada bulan Desember 2015 setelah selang seminggu sebelumnya Media juga mengadakan kunjungan .

sumber : indos

SUARABMI.COM - Sehari sebelum pergantian tahun (30/12/2015), Media mengunjungi Detention center (DC) Sanxia, salah satu tempat tahanan sementara bagi para tenaga kerja illegal yang tertangkap. Ada hal menarik yang media peroleh dari kunjungan tersebut, masa tinggal penghuni DC Sanxia yang berada di sana paling lama 3 minggu. Hal ini tergolong sangat cepat bila dibandingkan setahun lalu yang bisa mencapai 2 bulan atau beberapa tahun lalu yang bisa m

Post a Comment

Powered by Blogger.
close