loading...

Jakarta - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) menilai Layanan Satu Atap (LSA) secara online untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sudah cukup bagus. Apalagi di era digital dewasa ini sangat dibutuhkan kecepatan dan ketepatan informasi.

Ketua Umum (Ketum) Apjati A.U. Basalamah mengungkapkan, kendati sistem tersebut sudah cukup membantu TKI dari sisi informasi, sistem LSA masih harus dikaji lebih dalam. Karena, diprediksi keterlibatan Atase Ketenagakerjaan (Atnaker) dalam penyediaan informasi masih sangat terbatas. Untuk penyediaan informasi yang lebih luas seharusnya melibatkan pihak swasta. Soalnya, mereka lebih banyak memiliki jaringan dan informasi. Pentingnya perlindungan terhadap TKI, lanjut Basalamah, maka perlu menyiapkan handphone (HP) android untuk dibagikan secara gratis kepada semua TKI yang akan berangkat ke luar negeri. Dengan adanya HP tersebut, semua TKI bisa mengakses internet, terutama soal penempatan dan perlindungan serta bentuk perlindungan yang diberikan pemerintah.
[ads-post]
”Kita sudah bekerja sama dengan perusahaan tertentu untuk menyiapkan HP android untuk TKI. Dan HP tersebut akan dibayar oleh pihak yang menggunakan TKI. TKI-nya tak perlu khawatir, gratis kok,” tandasnya, seperti dilansir Indopos.

Dirjen Binapenta Kemenaker Heri Sudarmanto menyambut baik dan mendukung program HP untuk TKI. Selama program tersebut tidak membebankan dan merugikan TKI. [rep: liputanbmi]

Jakarta - Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) menilai Layanan Satu Atap (LSA) secara online untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sudah cukup bagus. Apalagi di era digital dewasa ini sangat dibutuhkan kecepatan dan ketepatan informasi.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close