loading...

SUARABMI.COM - Toko Indonesia di Daan Taipei menjadi korban ratu penipuan, Lia alias Vita alias Amelia.  Dari informasi yang diberikan oleh pengelola toko Indonesia di Daan Taipei tersebut, Vita telah menggunakan rekening toko Indonesia untuk melakukan kejahatan penipuan. Awal Juli 2015 lalu, Vita mendatangi toko Indonesia di Daan dan berkeinginan meminjam buku rekening kantor pos karena saudaranya yang tinggal di Chiayi ingin mengirim uang ke dia. Menurut Vita, saudaranya ini ada hutang kepadanya. Tanpa pikir panjang, Lupi, pengelola toko Indonesia di Daan Taipei meminjamkan rekening itu kepada Vita. Hal ini mengingat Vita dikenal  juga sebagai salah seorang pelanggan toko tersebut.
Selang seminggu Vita kembali ke toko dan memberitahu uang kiriman adiknya sebesar NT$ 48 ribu telah sampai. Vita ingin mengambil uang tersebut. Lupi lalu memeriksa rekening bank dan mengambilkan uang sebesar NT$  48 ribu untuk Vita.  Sementara menurut rekan Lupi bernama Umi, Vita lalu mengirim uang NT$ 48 ribu itu ke Indonesia setelah diketahui berada di rekening bank tersebut.
baca juga:
Selang beberapa minggu, rekening bank itu tidak bisa dibuka. Padahal rekening itu digunakan untuk pengiriman uang para tenaga kerja asing ke Filipina. Lupi dan kawan-kawannya melakukan konfirmasi kepada bank. Pihak Bank mengatakan mungkin kodenya keliru, akhirnya diberikan kode baru oleh bank. Namun tetap saja rekening itu terblokir. Akhirnya setelah dicek rekening itu oleh bank, pihak bank memberikan nomor kontak agar menghubungi otoritas keuangan yang memblokir rekening toko Indonesia tersebut. Dari penjelasan pihak otoritas keuangan, ternyata rekening  toko Indonesia tersebut telah dilaporkan ke polisi oleh salah seorang TKI.  TKI tersebut melaporkan telah melakukan pengiriman NT$ 48 ribu untuk transaksi pembelian HP Iphone namun barangnya tak kunjung datang. Akibat pengaduan TKI tersebut hingga kini rekening bank tersebut masih diblokir. Lupi dan kawan-kawannya akhirnya mengetahui bahwa sumber masalahnya adalah Vita.
[ads-post]
Akhirnya direncanakanlah untuk  mencari Vita. Tanpa diduga-duga, Vita kembali berbelanja ke toko Lupi. Melihat Vita masuk toko. Lupi meminta kawannya keluar dan ia sendiri segera menutup pintu toko tersebut.  Karena gelagat Vita yang sulit mengakui perbuatannya, akhirnya ditelponlah polisi.  Polisi segera mendatangi tempat kejadian. Vita merasa takut melihat polisi akhirnya ia membuat surat pernyataan bahwa uang NT$ 48 ribu itu miliknya dan tak ada sangkut pautnya dengan pemilik rekening. Lupi menyayangkan Vita ketika itu belum bisa ditangkap karena polisi tidak membawa surat penangkapan.
Ketika Vita diminta menunjukkan ARC-nya, ia menyodorkan ARC asli. Namun ketika diperbesar wajah dalam ARC itu berbeda. Alamat di ARC itu milik seorang TKI yang bekerja di Taoyuan. Oleh Lupi dan kawan-kawannya, Vita diminta menunjukkan tempat kerjanya. Berangkatlah semuanya bersama polisi menuju rumah majikan Vita. Setelah sampai, Vita masuk dulu, Ia menghilang. Dicari-cari tidak ketemu. Namun Lupi dan kawan-kawannya bertemu dengan nenek yang dirawat Vita, Dari nenek tersebut tahulah Vita dipanggil Amelia.
Beberapa hari kemudian datang surat dari kepolisian kepada toko Indonesia yang dikelola Lupi. Surat itu meminta agar pemilik rekening bersedia datang untuk memberi penjelasan seputar rekeningnya yang disalahgunakan untuk melakukan penipuan. Polisi menginterogasi asal muasal uang NT$ 48 ribu di rekening bank toko Indonesia tersebut. Dari sana terkuaklah peran Vita alias Yanti alias Amelia (Lia) atau yang bernama asli Ema Syaftari serta korbannya yang bernama Rofiatul Umah.
sumber : indos

SUARABMI.COM - Toko Indonesia di Daan Taipei menjadi korban ratu penipuan, Lia alias Vita alias Amelia. Dari informasi yang diberikan oleh pengelola toko Indonesia di Daan Taipei tersebut, Vita telah menggunakan rekening toko Ind

Post a Comment

Powered by Blogger.
close