loading...

SUARABMI.COMFoto (kiri) Melissa bersama kedua anaknya hendak pulang ke Indonesia menjadi korban bom Brussel. Foto kanan (atas) suasana ledakan di bandara Brussel. Foto kanan (bawah) foto dari kepolisian Belgia yang menduga 3 orang tersebut adalah teroris. Foto diambil dari Detik, article.wn.com dan media sosial. 

Seperti yang dilaporkan berbagai media massa di dunia mengenai pengeboman teroris pada hari Selasa (22/3/) telah menewaskan 35 orang dan 200 orang terluka di bandara Brussel, Belgium. Diduga pelaku sebanyak 3 orang. Dari pantuan CCTV bandara, penyelidik telah mendapatkan 3 wajah para teroris tersebut. Dua orang teroris diduga telah melakukan bom bunuh diri, sedangkan 1 teroris lainnya telah melarikan diri. Pemerintah belgia pun telah menyebarkan foto dari pelakukan peledakan tersebut agar masyarakat bisa bekerja sama membantu menemukan teroris tersebut.

Seperti yang dilansir dari New York Times, lewat jalur online, ISIS mengklaim bertanggung jawab atas pengeboman di Brussels. ISIS menyebutkan ciri-ciri pelaku pengeboman yaitu mengenakan rompi bunuh diri. ISIS pun menyatakan jika melakukan pengeboman di Brussel sebagai bentuk perlawanan pasukan kekhalifahan untuki menyerang tentara salib di Belgia.
[ads-post]
Dari laporan Jakarta Post, diketahui jika ada seorang WNI yang terluka akibat pengeboman tersebut. Lalu Muhammad Iqbal, Direktur Badan Perlindungan Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa kedutaan di Brussel telah mengunjungi keluarganya di rumah sakit. Korban tersebut adalah seorang wanita asal Indonesia yang bersuamikan warga Belgia dengan dua orang anaknya yang akan pulang ke Indonesia. Namun naas, ketiga korban tersebut terkena bom. Dua anaknya sedang dirawat di rumah sakit mengalami luka bakar. Namun ibunya masih mengalami pendarahan dalam di kepala dan dirawat di ICU.

Indosuara mendapatkan media sosial yang menuliskan ucapan bantuan doa untuk korban. Diketahui wanita tersebut bernama Melissa. Anak perempuannya 3 tahun menderita luka bakar sekujur tubuh. Melissa dan anak perempuannya waktu itu masih dirawat di ICU. Anak laki-lakinya 5 tahun telah dioperasi dan sudah keluar dari ICU dibawa ke ruang perawatan. Kondisi Melissa masih kritis dikarenakan kepalanya terus mengeluarkan darah, mendapat luka bakar dan patah pada tangan kaki. Ia tidak sadar selama 22 jam lebih. Hingga akhirnya, kemarin malam (24/3) ramai diperbincangkan di media sosial yang menuliskan ucapan bela sungkawa karena Melissa telah meninggal dunia. Namun berita itu disanggah oleh Kementerian Luar Negeri.

Pagi ini, dirilis dari Sindo News, Kementerian Luar Negari (Kemlu) kabar dari media sosial tersebut tidak benar. Informasi yang diterima dari Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Brussels, saat ini kondisi Melissa yang sebelumnya dikabarkan terluka parah, sudah mulai membaik. [suarabmi.com]

SUARABMI.COM - Foto (kiri) Melissa bersama kedua anaknya hendak pulang ke Indonesia menjadi korban bom Brussel. Foto kanan (atas) suasana ledakan di bandara Brussel. Foto kanan (bawah) foto dari kepolisian Belgia yang menduga 3 orang tersebut adalah teroris. Foto diambil dari Detik, article.wn.com dan media sosial.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close