loading...

SUARABMI.COM - Gerhana matahari total yang terdapat di 7 kota di Indonesia ramai para wisatawan. Seperti yang diketahui, Rabu 9 Maret 2016 adalah saat yang istimewa bagi Indonesia untuk menyedot perhatian wisatawan manca negara maupun lokal. Tujuh kota yang dilewati gerhana total antara lain, Belitung, Palembang, Balikpapan, Palangkaraya, Palu, Ternate, dan Halmahera. Durasi gerhana matahari total di masing-masing kota berkisar antara 1 hingga 2 menit.

Gerhana matahari dimulai pada sekitar pukul 6 pagi lebih di wilayah Indonesia bagian barat (Sumatera), sedangkan pukul 7.30 pagi di wilayah Indonesia tengah (Kalimantan) dan pukul 07.30 dan 08.30 lebih di wilayah Sulawesi maupun Ternate dan Halmahera. Saat terjadinya gerhana tersebut, masyarakat tercengang karena suasana pagi berubah menjadi gelap seperti pada saat senja sore hari menjelang malam.

Dibalik fenomena langka yang hanya terjadi setiap 33 tahun sekali di Indonesia ini, Gerhana Matahari Total (GMT) juga menyimpan segudang cerita menarik. Seperti yang dirangkum dari Detik, berdasarkan pengamatan Yudhiakto, Akademisi Universitas Ahmad Dahlan Ternate mengatakan bahwa perubahan perilaku terjadi pada ayam-ayam. Ia mengatakan jika saat terjadi GMT, ayam-ayam tersebut lebih tenang, dan langsung masuk ke dalam kandang. Kemungkinan ayam-ayam tersebut mengira bahwa hari sudah menjelang senja malam hari, saatnya berkumpul bersama para kawanannya.
[ads-post]
Selain itu, cerita wisatawan manca negara maupun lokal yang membanjiri sejumlah tempat, terutama Ternate dan Halmahera. Pulau di sebelah timur Indonesia ini mungkin jarang dikunjungi oleh wisman lokal maupun manca negara, tak seterkenal Bali. Akan tetapi dikarenakan GMT, pulau timur ini ramai dikunjungi wisman lokal maupun mancanegara. Wisatawan Manca negara di Palu pun berdatangan sebanyak 5000 orang. Bahkan para ilmuwan dari berbagai belahan dunia pun hadir untuk mengamati dan mengabadikan fenomena alam ini. Para ilmuwan mendapat perlakuan khusus dari aparat untuk dipisahkan dari para wisatawan, agar mereka mendapat hasil penelitian yang maksimal tanpa gangguan dari wisatawan.

Sementara itu, ada cerita unik dari Palu, Sulawesi Utara, dimana ada salah satu turis dari Skotlandia yang tiba-tiba menangis dan memeluk salah seorang aktivis yang telah menari dan mempersembahkan pertunjukan selama 30 menit non stop. Turis tersebut terharu karena selain melihat fenomena GMT, ia juga disuguhi dengan keramahan warga dan aneka budaya serta tarian tradisional yang menarik.

Fenomena menarik juga terjadi di Jakarta Timur. Seorang ibu melahirkan bayi laki-laki pada saat terjadi gerhana matahari. Seperti yang diketahui, banyak mitos yang menyatakan jika ibu hamil tak boleh keluar rumah saat gerhana matahari, nanti anaknya cacat. Atau jika melahirkan saat terjadi GMT, maka anak yang dilahirkan akan cacat. Namun mitos tersebut tidak terbukti. Ibu ini berhasil melahirkan anak laki-laki bernama Albi, normal tanpa cacat seperti yang diceritakan jika anak yang lahir saat GMT wajahnya akan menghitam.

Sementara itu, kejadian yang menyentuh hati pun dilakukan oleh sejumlah umat Islam di Belitung di atas kapal Kuda laut Bakamla menunaikan ibadah salat gerhana. Salat tersebut diikuti oleh sejumlah wartawan, kru kapal, para peneliti dari LAPAN dan laskar gerhana. Dalam khotbahnya, ustad menyampaikan jika umat tidak perlu takut dengan fenomena gerhana yang mistik sarat akan horor yang menakutkan. Manusia hanya perlu takut dengan Allah SWT saja. Ibadah ini pun dilaksanakan dengan khusyuk di atas kapal.


Berikut video gerhana matahari total yang diambil dari tayangan Mata Najwa Metro TV.
[youtube src="_TI7EZt0W0A"/]

SUARABMI.COM - Gerhana matahari total yang terdapat di 7 kota di Indonesia ramai para wisatawan. Seperti yang diketahui, Rabu 9 Maret 2016 adalah saat yang istimewa bagi Indonesia untuk menyedot perhatian

Post a Comment

Powered by Blogger.
close