loading...

SUARABMI.COM - Desa dengan ratusan pasien sakit mental dibelenggu atau dipasung di Sebuah Desa di Ponorogo Indonesia dimana kondisi mereka akibat incest (hubungan pernikahan sedarah) dan kekurangan gizi.

Orang mulai usia 10 sampai 50 yang dibelenggu ke lantai di Sidoharjo, Karangpatihan dan Krebet di Indonesia. Mereka memiliki cacat fisik yang parah, juga dikenal sebagai 'Kampung Idiot'. Lebih dari 400 orang menderita cacat psikososial di Ponorogo, Jawa Timur - dan banyak hidup di bawah garis kemiskinan. Pejabat pemerintah dan penduduk desa menyalahkan incest (akibat hubungan sedarah), kekurangan gizi dan kekurangan yodium sebagai penyebab penyakit.

Gambar-gambar mengerikan ini adalah potret kondisi kampung tersebut dimana kebanyakan pasiennya berada dibawah garis kemiskinan.
[ads-post]
Sinem duduk di lembap, lantai basah dari rumahnya di Krebet Desa di Kecamatan Jambon dari Indonesia
Bosmot adalah 55 - pejabat pemerintah menyalahkan incest, kekurangan gizi dan kekurangan yodium sebagai penyebab penyakit
Sinem, dibalut kemeja lusuh dan celana pendek duduk tanpa alas kaki di tanah dari sebuah ruangan kotor gelap di Desa Krebet 
Saimun, 45, terletak di tanah di dalam rumah, di mana kakinya telah dirantai selama 20 tahun oleh orang tuanya karena dia memiliki mental
Lebih dari 400 orang menderita cacat psikososial di Ponorogo, Jawa Timur, dan hidup dalam kondisi kotor, dengan keluarga mereka mendapatkan antara 300.000 sampai 500.000  per bulan.

Praktek yang umum di desa-desa ini adalah untuk menjaga mereka yang cacat psikososial bawah pasung - dibelenggu atau terkunci. Pemerintah Indonesia melarang praktek membelenggu pada tahun 1977 namun gagal untuk menegakkan itu. 

Menurut Human Rights Watch, lebih dari 57.000 orang telah mengalami pasung sekali dalam hidup mereka dan sekitar 18.800 saat ini sedang dibelenggu. 

'Hidup di Neraka: Pelecehan terhadap Penyandang Cacat Psikososial di Indonesia' meneliti bagaimana orang-orang dengan kondisi kesehatan mental sering berakhir dirantai atau dikurung di lembaga penuh sesak dan tidak sehat.
Suhananto, 30, duduk di dalam kandang, di mana ia telah dikurung di ruang tertutup selama satu tahun oleh orang tuanya karena dia memiliki mental
Legi, dan adiknya Saremon disimpan di bawah 'pasung' - baik dibelenggu atau terkunci
Simus adalah 60, ia membungkuk di rumah gelap yang sarat dengan karpet tipis dan daun atap bambu di Krebet Desa
Dwi Sarnawati, 19, adalah salah satu dari banyak korban hidup di bawah garis kemiskinan dengan penghasilan keluarga mereka antara 30 sampai 50 dolar AS per bulan
Gondek 50, membersihkan sisa padi yang dikumpulkan dari hasil panen di Desa Krebet, Kecamatan Jambon
Sati, 39, mengambil mandi dibantu oleh ibunya di rumahnya. Banyak korban menderita gizi buruk, gangguan penglihatan dan pendengaran
Jamila, 13, terletak di atas terpal biru menyebar di dalam rumah di Desa Sidowayah, Kecamatan Jambon
Saimun, 45, terletak di tanah di dalam rumah, di mana kakinya telah dirantai selama 20 tahun oleh orang tuanya karena dia memiliki mental
Andika, 17, mengambil mandi dibantu oleh ibunya Supini di Desa Sidoarjo
Faiz, yang hanya 10 yang membuai oleh ibunya Tumini nya, di dalam rumah mereka
Faiz digambarkan berbaring terentang di seprai kotor tampak - Pemerintah Indonesia melarang praktek membelenggu pada tahun 1977 namun gagal untuk menegakkan itu
Sijum, 40, terletak bergerak di punggungnya sebagai ibunya Toyimah sendok makanan ke dalam mulutnya
Hanya ada 48 rumah sakit jiwa di Indonesia, sebuah negara dari 250 juta, kebanyakan dari mereka di daerah perkotaan. Pilihan pengobatan yang langka bagi jutaan yang tinggal di daerah terpencil, meninggalkan keluarga yang putus asa untuk beralih ke penyembuh iman di negara mayoritas Muslim (foto Gondek 50 tahun)
video

sumber : dailymail.co.uk

SUARABMI.COM - Desa terkutuk dengan ratusan pasien sakit mental dibelenggu atau dipasung di Sebuah Desa di Ponorogo Indonesia dimana kondisi mereka akibat incest (hubungan pernikahan sedarah) dan kekurangan gizi.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close