loading...

SUARABMI.COM - KPAI meminta kepada pemerintah untuk menghentikan pengiriman TKW yang masih mempunyai anak balita. Menurutnya banyak anak terlantar jika ditinggal ibunya bekerja di luar negeri, juga mempengaruhi perkembangan si bocah.

"Masih banyak wanita yang dikirim ke luar negeri tanpa ada jaminan yang memadai sehingga menyebabkan anak-anak mereka terlantar," kata Niam di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (11/4) sebagaimana dilansir CNN Indonesia.

"Misalnya terkait batasan usia berapa mereka bisa ditinggal. Atau ada semacam garansi dari pemerintah untuk memenuhi hak dasar anak-anak itu," tuturnya.

KPAI menuntut pemerintah menerapkan kebijakan tersebut demi perkembangan generasi bangsa dan perkembangan si anak tersebut.

"Harusnya ada kebijakan terkait para TKI. Terutama tenaga kerja wanita yang memiliki anak bayi dan balita," kata Maria.
[ads-post]
"Ada yang mengalami tekanan psikologis, disintegritas keluarga, kehamilan remaja, konsumerisme, anak bergabung dengan geng kekerasan, hingga penyalahgunaan narkoba." menurutnya

"Dari sisi kesejahteraan anak, triliunan sosial tak sebading dengan pengorbanan puluhan juta anak TKI perempuan yang terlantar karena kehilangan pengasuhan dan hak-hak lainnya tidak terpenuhi," ujarnya.

"Dalam kesejahteraan sosial anak TKIP negara tidak hadir. Ini bisa dikategorikan terindikasi melakukan pelaggaran HAM anak," katanya.

"Apapun bentuk undang-undangnya atau aturannya harus mementingkan yang terbaik untuk bayi dan balita yang ditinggal oleh para tenaga kerja," kata Maria. [ad/smbi]

sumber : CNN Indonesia

SUARABMI.COM - KPAI meminta kepada pemerintah untuk menghentikan pengiriman TKW yang masih mempunyai anak balita. Menurutnya banyak anak terlantar jika ditinggal ibunya bekerja di luar negeri, juga mempengaruhi perkembangan si bocah.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close