loading...

Photo memo-x
SUARABMI.COMJaringan Buruh Migran Indonesiakembali menggelar aksi, Minggu (10/4). Mereka mendesak Konsulat RI di Hong Kong untuk mengambil tindakan cepat menyelamatkan buruh migran Indonesia (BMI) yang terancam penjara di Hong Kong setelah datanya di paspor dikoreksi pemerintah Indonesia.

‘’Kami lelah atas kelambanan pemerintah Indonesia untuk menyelamatkan BMI korban koreksi data. Tunggu apa lagi? Harus ada langkah diplomasi untuk menyepakati Memorandum of Agreement dengan pemerintah Hong Kong yang menjamin tidak ada penangkapan, pemenjaraan dan deportasi. Juga sediakan pengacara gratis bagi yang terlanjur dikriminalisasi,’’ jelas Sringatin, koordinator JBMI.

JBMI menangani dua kasus yang telah divonis penjara. Sementara dua orang lainnya sedang menunggu sidang akhir bulan Juni 2016 mendatang di pengadilan Shatin.

Kriminalisasi terhadap korban koreksi data mengancam seluruh BMI di luar negeri yang data paspornya dipalsukan PPTKIS.
[ads-post]
‘’Memalsu data paspor bukan kesalahan kami, tapi kelakuan PPTKIS bekerjasama dengan oknum pemerintah. Mereka mau kami cepat berangkat supaya cepat dapat uang dari potongan biaya penempatan. PPTKIS semena-mena karena pemerintah memberi kuasa. Sekarang, kami yang sudah jadi korban kemiskinan, penelantaran, pemerasan masih dikorbankan lagi atas nama penegakkan hukum. PPTKIS tidak pernah dihukum tapi kami terancam penjara. Ini sungguh tidak adil,’’ tegas Sringatin.

Meski KJRI Hong Kong telah melakukan pendekatan kepada imigrasi Hong Kong termasuk memberi surat keterangan bagi setiap BMI yang datanya dikoreksi, tapi menurut Sringatin langkah tersebut terbukti tidak cukup.

Tim pelayanan konseling dan Advokasi JBMI Hong Kong sering menerima keluhan dari BMI yang ketakutan dan bingung karena datanya dipalsukan PPTKIS.

Banyak juga yang mengeluh buruknya pelayanan staf KJRI Hong Kong yang suka membentak-bentak jika ditanyai, mengancam akan menuntut dan memenjarakan BMI yang menolak datanya dikoreksi dan sering tidak memberi kepastian lama proses pembuatan paspor.

Beberapa bahkan menjadi overstay dan banyak yang dimarahi majikan. Staff KJRI Hong Kong bahkan marah kepada BMI yang dibantu organisasi.

‘’Kami disini bekerja karena negara tidak sanggup memberi lapangan kerja layak di dalam negeri. Data paspor kami palsu karena negara menyerahkan nasib kami kepada PPTKIS. Kami diperas dan ditindas karena negara menelantarkan kami. Kalau tidak sanggup melindungi, lalu mengapa menjerumuskan kami ke penjara dan merampas sumber penghidupan kami,’’ tegas Sringatin.

Aksi mingguan dimulai pada tanggal 10 April menuju puncak demontrasi besar pada peringatan Hari Buruh Internasional pada tanggal 1 Mei mendatang.

Team konseling dan advokasi JBMI Hong Kong juga melakukan sosialisasi paspor di luar Causeway Bay seperti di Shatin, Yuen Long, Tsuen Wan, Meifo dan Kowloon Park.

JBMI menyerukan kepada seluruh anggota, BMI dan pendukung BMI untuk menuntut penyelamatan BMI dari ancaman kriminalisasi akibat koreksi data paspor biometrik.[ana]







SUARABMI.COM - Jaringan Buruh Migran Indonesiakembali menggelar aksi, Minggu (10/4). Mereka mendesak Konsulat RI di Hong Kong untuk mengambil tindakan cepat menyelamatkan buruh migran Indonesia (BMI) yang terancam penjara di Hong Kong setelah datanya di paspor dikoreksi pemerintah Indonesia.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close