loading...

Photo Lisa Setiawan
SUARABMI.COM - Hong kong, hari ini (28/5) puluhan TKW yang berjualan di sekitar Mongkok terkena razia polisi.

Setelah sebelumnya mendapat peringatan berupa selebaran dan papan peringatan larangan jualan atau bisnis bagi TKW, kini polisi Hong Kong mulai bertindak menindak pelanggar-pelanggar tersebut.

Pasalnya TKW yang bekerja di Hong Kong hanya diperbolehkan bekerja pada majikan yang tertera pada pasport mereka dan tidak boleh melakukan aktifitas bisnis lainnya.

Tidak tanggung-tanggung ancaman untuk hal ini berupa denda maksimal $HK 50.000 dan kurungan 2 tahun sebagaimana tertuang dalam pasal 41 Peraturan Keimigrasian (Cap. 115), seluruh pelanggar ijin tinggal akan dinyatakan bersalah dan dituntut membayar denda sebesar HK$ 50.000 dan hukuman penjara selama dua tahun.
[ads-post]
Dalam razia kali ini Polisi mengamankan banyak barang dagangan dan banyak dari penjual yang melarikan diri karena takut dibawa ke kantor Polisi.

Pihak polisi sendiri masih memberi kebebasan kepada mereka untuk berhenti sendiri tanpa paksaan dan tanpa berurusan dengan hukum. Namun jika membandel maka polisi tidak akan lagi memberikan kesempatan kepada mereka dan akan ditindak sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Ditemui terpisah, Konjen KJRI Hong Kong Chalief Akbar mengingatkan agar BMI mengikuti aturan yang berlaku karena sebelumnya KJRI juga sudah pernah mendapatkan teguran tertulis dari Departemen Leisure and Cultural Services terkait banyaknya BMI yang berjualan di Victoria Park sebgaimana dilansir oleh suara Hong Kong. “Selalu patuhi aturan yang ada di Hong Kong dan menjaga kebersihan di Victoria Park,” kata konjen

SUARABMI.COM - Hong kong, hari ini (28/5) puluhan TKW yang berjualan di sekitar Mongkok terkena razia polisi.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close