loading...

SUARABMI.COMJanji para sponsor, serta iming-iming oknum PJTKI yang akan menempatkannya sebagai sopir bus karyawan sebuah perusahaan di Arab Saudi hanya omong kosong belaka.

Sebut saja NZ, salah satu dari beberapa TKI yang ditempatkan oleh PT. HKN ke Riyadh dengan jabatan Sopir Pribadi (Saig Khas) pada pengguna sebuah perusahaan penyedia jasa outsourcing (alih daya).

NZ sudah lima bulan berada di asrama penampungan perusahaan di daerah Nadim, Riyadh, sampai saat ini dirinya belum dipekerjakan. Pihak PT. HKN beralasan karena NZ belum berhasil memperoleh SIM (Surat Ijin Mengemudi) Saudi, sehingga perusahaan setempat tidak dapat mencairkan gajinya.

“Boro-boro ngirim atuh pak, ada buat diri pribadi (baca: bisa makan) aja sudah untung,” ungkap NZ, TKI asal Cianjur dengan nada sedih kepada suarabmi.com
[ads-post]
Jenis pekerjaan seperti NZ ini, lebih dikenal dengan sopir rental. Sopir yang disewakan oleh perusahaan penyedia jasa untuk dipekerjakan di perumahan atau perusahaan di Arab Saudi. 

Selain NZ yang berprofesi sebagai sopir, ada beberapa perempuan TKI yang dipekerjakan sebagai pekerja pembantu rumah tangga dengan sistem yang sama, di-rental-kan. Padahal profesi yang tertulis pada visa sebagai pekerja kebersihan (Cleaning Service).

Kesedihan NZ dan rekan-rekannya bertambah terasa, seiring dengan semakin dekatnya hari raya Idul Fitri tahun ini.

“Untung saja keluarga saya mengerti keadaan saya sekarang, mereka memaklumi kalau saya di sini belum bekerja, belum mendapatkan gaji” ungkap NZ, sambil menarik napas.

Pria yang baru dikaruniai satu putera ini mengaku, jika isteri dan anaknya selama ini hanya mengandalkan pemberian dari orang tua dan saudara-saudaranya.

Ditengah kegelisahannya, seminggu yang lalu, NZ baru berhasil mendapatkan SIM Saudi, dia berharap bisa secepatnya bekerja dan mendapatkan gaji.

“Ah, sedih rasanya, orang lain pada beli baju buat anak isterinya, saya mah boro-boro,” pungkas NZ.

SUARABMI.COM - Janji para sponsor, serta iming-iming oknum PJTKI yang akan menempatkannya sebagai sopir bus karyawan sebuah perusahaan di Arab Saudi hanya omong kosong belaka.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close