loading...

SUARABMI.COMTak seperti Filipina, India atau Nepal, Indonesia secara resmi tidak menjadikan Inggris sebagai tujuan pengiriman tenaga kerja, meskipun jelas di negara ini ada permintaan akan jasa pekerja domestik.

"Sebagian besar mereka datang bersama majikan dari negara-negara Timur Tengah, seperti Arab Saudi, Bahrain, Kuwait. Ada juga yang datang dari Singapura dan negara-negara lain. Pokoknya kebanyakan mereka datang ke sini bersama majikan, ada yang berlibur dan ada majikan yang mendapat tugas di sini juga," kata Nuraeni Abdulsalam, ketua bagian keuangan J4DW sebagaimanadilansir BBC Indonesia dan  diterima suarabmi.com

Nuraeni sendiri masuk ke Inggris karena dibawa majikan Arab Saudi yang berlibur di London pada 2008 silam. Bertemu dengan sejumlah pekerja domestik lain ketika mengajak anak-anak majikan bermain ke taman, ia memutuskan kabur setelah paham kondisi kerja di ibu kota Inggris jauh lebih baik dibandingkan di Saudi.
[ads-post]
Namun lain lagi kisah Wati yang saat ini juga menjadi TKI di Inggris. "Mula-mulanya saya ke sini cuma jalan-jalan, terus ada keluarga ini yang berminat dengan saya. Saya interview dari Singapura ke sini. Cuma saya tak mau live in, saya mau live out, kerja lima hari dari jam 09.00-17.00. Cuma karena mereka mau punya anak, dia bilang 'bisa tak kerja live in. Saya bilang 'saya cobalah," tutur Wati, seorang ibu yang bekerja untuk majikan di kawasan elite Notting Hill, London barat.

Live in yang dimaksud perempuan kelahiran Gunung Kidul, Provinsi Yogyakarta itu adalah tinggal bersama majikan, adapun live out adalah tak tinggal bersama majikan.

Itulah sebagian pilihan yang tersedia bagi pekerja domestik di Inggris yang sebenarnya bukan tujuan pengiriman tenaga kerja Indonesia. Namun seperti dijelaskan oleh Nuraeni dan Wati, ada banyak jalan untuk mengisi lowongan sektor domestik.

Data Kementerian Dalam Negeri Inggris (Home Office), yang antara lain mengurus tenaga kerja asing, menunjukkan sekitar 17.000 pekerja domestik asing diberi visa kerja pada 2015, namun tidak secara khusus disebutkan berapa jumlah mereka yang berasal dari Indonesia.

Mayoritas visa pekerja domestik asing diberikan kepada mereka yang bekerja untuk keluarga dari negara-negara Teluk, dengan kelompok terbesar majikan Saudi dan Uni Emirat Arab.

SUARABMI.COM - Tak seperti Filipina, India atau Nepal, Indonesia secara resmi tidak menjadikan Inggris sebagai tujuan pengiriman tenaga kerja, meskipun jelas di negara ini ada permintaan akan jasa pekerja domestik.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close