loading...

SUARABMI.COM - Legislator Lin Shu-fen mengatakan telah diancam dibunuh oleh perusahaan agensi. Ia pun berpesan pada polisi, jika ia mati, polisi harus tahu siapa yang harus diselidiki. Foto diambil dari Taipei Times.

Amandemen UU untuk mengubah kebijakan buruh migran tak usah pulang ke tanah air setelah 3 tahun, atau dalam kata lain meniadakan proses direct hiring telah diperjuangkan oleh dua legislator Taiwan dari Democratic Progressive Party atau partai DPP yaitu Lin Shu-fen (林淑芬) and Wu Yu-chin (吳玉琴). Namun keputusan ini masih di tahap pertama, yaitu disetujui pada ketokan palu pertama. Masih ada dua tahapan lainnya untuk menyukseskan keputusan final tersebut. Akan tetapi prediksi anggapan para pengamat menyatakan bahwa kemungkinan kebijakan ini diloloskan, jika pada bacaan pertama palu sudah diketok atau dianggap semua dewan sudah menyetujuinya.

Direktur Jenderal Badan Pengembangan Tenaga Kerja Huang Chiu-kuei (黃秋桂) mengatakan bahwa revisi UU tersebut menandai perbaikan yang nyata dalam sejarah bangsa untuk perlindungan hak asasi manusia. Di masa depan, semua jenis pekerja asing dapat memperpanjang kontrak kerja mereka di Taiwan tanpa harus meninggalkan negara tersebut dan bisa mengajukan permohonan visa baru, kata Huang.
[ads-post]
Seperti yang dilansir dari Taipei Times, ada sekitar 595.695 jumlah pekerja asing di Taiwan, dan sekitar 240.000 di antaranya berasal dari Indonesia. Tujuan Lin memperjuangkan revisi UU ini adalah untuk kebaikan buruh migran karena ia tak tega melihat biaya proses direct hiring yang diajukan agensi untuk buruh migran. Pada kenyataanya TKA asal Indonesia, biaya direct hiringnya sekitar NT $ 50.000 hingga NT $ 54,000, sementara untuk TKA asal Vietnam jumlah tersebut bisa mencapai setinggi NT $ 120.000.

Perubahan yang diusulkan oleh legislator Partai Progresif Demokratik Lin Shu-fen (林淑芬) dan Wu Yu-chin (吳玉琴) ini untuk perbaikan mereka. Saat pertemuan dewan legislatif, Lin menangis mengatakan bahwa tak ada pernyataan bunuh diri yang ia kemukakan meski banyak ancaman yang ia terima. Perusahaan agensi mengancamnya untuk tidak berjuang bagi revisi UU tersebut.

Namun Lin dan Wu tetap akan berjuang untuk buruh migran untuk melindungi hak-hak pekerja asing. Ia pun mengeluarkan pernyataan, jika ia ditemukan meninggal suatu saat, itu bukanlah karena ia bunuh diri, jadi pihak polisi harus menyelidiki siapa dalang dibalik kematiannya tersebut.

SUARABMI.COM - Legislator Lin Shu-fen mengatakan telah diancam dibunuh oleh perusahaan agensi. Ia pun berpesan pada polisi, jika ia mati, polisi harus tahu siapa yang harus diselidiki. Foto diambil dari Taipei Times.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close