loading...

SUARABMI.COM - Beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan jumlah pekerja asing yang melarikan diri, saat ini jumlah TKA yang melarikan diri sekitar 50.000 orang, setiap bulan rata rata ada 331 orang TKA yang melarikan diri, alasannya utama karena ada majikan yang mau mempekerjakan mereka, membuat para TKA kaburan bisa mendapatkan cukup banyak uang, kemudian menyerahkan diri, pulang ke negara masing masing, penyebabnya adalah masih banyak majikan yang tamak demi keuntungan kecil.

Departemen Tenaga Kerja Kaohsiung telah membongkar satu kasus pelanggaran perburuhan, ibu dari miss Chen menderita penyakit berat, lumpuh tidak bisa bergerak, membutuhkan perawatan seharian penuh, karena keluarganya biasanya sangat sibuk, tetangganya nyonya Xu memberitahukan kepadanya bahwa ia mengenal TKA yang dapat dipekerjakan, miss Chen tanpa memeriksa lebih lanjut, karena biayanya yang murah mempekerjakan TKA tersebut, tidak mengajukan perekrutan yang sah, ternyata TKA tersebut adalah TKA kaburan, miss Chen akhirnya tertangkap dan harus membayar denda 150.000 NT.
[ads-post]
Selain itu seperti TKA Philipina bernama Nancy, adalah pekerja perawatan yang rajin, biasanya selain merawat nenek Wang, seringkali mengambil inisiatif belajar hal baru, akhirnya saat majikan pria meninggal dunia, majikan perempuan berjualan makanan beku di pasar.

Nancy melihat majikannya terlalu lelah bekerja, mengungkapkan kesediaannya untuk membantu majikan di pasar, majikan bersedia memberikan tambahan uang 3000 NT perbulan. Namun ada masyarakat yang melapor Nancy bekerja diluar pekerjaan sebagai TKA keperawatan rumah tangga, majikan akhirnya didenda 30.000 NT. Chinatimes

SUARABMI.COM - Beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan jumlah pekerja asing yang melarikan diri, saat ini jumlah TKA yang melarikan diri sekitar 50.000 orang, setiap bulan rata rata ada 331 orang TKA yang melarikan diri, alasannya utama karena ada majikan yang mau mempekerjakan mereka, membuat para TKA kaburan bisa mendapatkan cukup banyak uang, kemudian menyerahkan diri, pulang ke negara masing masing, penyebabnya adalah masih banyak majikan yang tamak demi keuntungan kecil.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close