loading...

SUARABMI.COMKorban kali ini BMI Hongkong, namanya N. Kenal bulan Juni 2016 dengan “Bule UK “ mengaku duda anak satu. Dua minggu kemudian sibule minjam uang dengan alasan untuk cairkan cek senilai 1,2 juta US dollar dari hasil kontrak kerja di Malaysia. Tanpa ragu N kirim uang lewat Western Union , nama penerima :  Rebecca Matius. Malaysia. Untuk meyakinkan N, dikirim copy passport, bukti kontrak dan cek yang semuanya palsu!

“ Bunda, saya tahu page WSC dari kawan saya, namun sayang semua sudah terlambat. Saya kenal cowok mengaku bule UK. Katanya dia ada proyek di Malaysia. Setelah kenal dua minggu dia minta bantuan uang untuk bayar pajak dan lain lain. Entah  kenapa saya tak sadar dan sudah kirim HK$ 95,500. Katanya hari Sabtu mau dikembaliin tapi sampai hari ini tak ada kabar.   Apakah saya bisa urus uang yang ke Malaysia itu bun? Terima kasih atas jawab bunda.”
[ads-post]
Membaca pesan dari N, saya sudah bisa tebak kalau dia  wanita lugu. Walau sudah 17 tahun bekerja di Hongkong namun janda dua anak dewasa ini tak mengerti kejahatan scammers. Saat diajak kenalan di FB oleh Richard Reymondkevin, tanpa ragu ia terima. Mengaku duda anak satu asal UK dan sedang mengerjakan proyek di Malaysia.

Tak lama Richard menyatakan cinta pada N, tapi tak begitu ditanggapi.  Hati N mulai luluh  saat si cowok menyatakan siap jadi mualaf dan tinggal di Indonesia. Apalagi melihat anak lelaki Richard yang tak punya ibu. Hanya dalam waktu dua minggu Richard mulai ngeluh butuh uang. Kenal tanggal 4 Juni 2016 , N kirim uang dari  tanggal 16 Juni sampai 2 July 2016, total terkirim 162 juta lebih. Habis sudah uang tabungan HK$ 23,000 dan ditambah hutang di bank. kompasiana

Baru sadar tertipu setelah “sibule” menghilang. Copy bukti bukti transfer ada pada penulis.  Data data scammer dan komplotannya : Rebecca Matius : +601133075991 Richard Reymond Kevin Hp +60165864048 – WA No: +447928-764097 Apa yang salah dengan wanita Indonesia? Mengapa mereka begitu mudah percaya pada photo ganteng boleh nyopet dan rayuan para kampret! Mengapa tak ada kepedulian dari pihak berwenang? Pertanyaan pertanyaan dibenak saya  yang  tak pernah ada jawabannya. Sedih hati ini setiap membaca pesan dari korban korban kejahatan dunia maya. Padahal sudah bertahun tahun saya kampanye anti scam lewat tulisan dan social media. Ditambah sekarang sudah banyak  grup grup anti scam di Facebook, tapi   hampir setiap hari masih saja ada wanita yang tertipu. Entah apa lagi yang harus kami lakukan untuk mencegah jatuhnya korban. 

SUARABMI.COM - Korban kali ini BMI Hongkong, namanya N. Kenal bulan Juni 2016 dengan “Bule UK “ mengaku duda anak satu. Dua minggu kemudian sibule minjam uang dengan alasan untuk cairkan cek senilai 1,2 juta US dollar dari hasil kontrak kerja di Malaysia. Tanpa ragu N kirim uang lewat Western Union , nama penerima : Rebecca Matius. Malaysia. Untuk meyakinkan N, dikirim copy passport, bukti kontrak dan cek yang semuanya palsu!

Post a Comment

Powered by Blogger.
close