loading...

Hei pengkhianat!

Bahagiakah kamu sekarang ?

Aku berharap tulisanku ini sampai ke depan matamu dan berharap kamu membacanya. Iya ini aku, seorang wanita yang telah kamu sakiti dengan sejuta kebohongan. Aku hanya ingin memberitahukanmu  hidupku tidak sehancur yang kamu harapkan, bahkan aku sangat bahagia lepas dari dekapan sang pembohong. Benar saja Tuhan memperlihatkan hikmah setelah dalam hitungan bulan hubungan kita kandas.

Apa pikirmu mudah untuk melupakan semua hal yang pernah terjalin diantara kita? kamu datang dengan berjanji banyak hal dan memberi sejuta harapan lantas semudah itukah kamu menyepi dihati yang baru? Tanpa memperdulikan apa yang pernah kamu janjikan kepadaku?.

Aku mengira bahwa saat itu aku adalah wanita termalang karena gagal mendapatkan pria sebaik kamu, ternyata aku salah besar. melihat foto pernikahanmu dengan wanita lain aku serasa berhenti bernafas, tubuhku gemetar dan hatiku terasa tersayat, perih luar biasa, itulah yang aku rasa saat itu. Batinku cuma bisa bertanya-tanya, kamu menikah dibulan dimana kamu berjanji akan menjumpai keluargaku? Kamu menikah tanpa ada kata putus diantara kita? Kamu hanya bilang sibuk dan mohon menunggu. Aku menurutinya dan ternyata kamu menikah? Kamu bilang kamu sangat mencintaiku, tapi kamu menikah dengan wanita lain? Inikah balasanmu atas cinta tulus dan kesetiaanku? betapa bodohnya aku saat itu mendengar semua ucapanmu.

Aku masih ingat isi Whatsap darimu seminggu sebelum kamu menikah, kamu mengungkapkan perasaan cinta dan rindu yang seolah tanpa ada masalah diantara kita bahkan saat itu kamu tidak memberitahu bahwa akan menikah padahal 1 minggu setalah whatsap itu kamu kirim kepadaku, aku mendapatkan foto pernikahanmu di wall FBku, itukah yang namanya cinta? pernikahan seperti apa yang kamu jalani itu, berapa banyak wanita korban tipuan manismu, apa wanita yang kamu nikahi itu adalah salah satunya?

Hanya 1 minggu setelah mendapat kabar kamu menikah aku mulai penasaran seberapa lama aku dalam kebohongan?, Tak ayal kebohonganmu terkuak sendiri dan benar saja, hanya dalam hitungan 1 bulan setelah pernikahanmu semua rahasia tentang kehidupannmu, cerita keluargamu yang sebenarnya, kelakuan busukmu yang kamu tutupi dengan mulus serta bukan hanya aku korbannya, kuketahui sudah. Iya aku rupanya wanita kesekian yang kamu bohongi.

Mengetahui bahwa kamu pandai bersandiwara dengan banyak wanita membuatku semakin yakin bahwa ini adalah salah satu hikmah bahwa kita tidak dipersatukan. Bagaimana mungkin aku bisa hidup dengan orang yang tidak menghargai perasaanku terhadapnya, aku menjadi sangat illfeel mengingat isi whatsap darimu, jika saat itu kamu mengungkapkan perasaan kepadaku dan posisinya kamu sudah bertunangan bukankah itu artinya kamu tidak menghargai calon istrimu? kamu akan menikahi wanita itu bahkan dalam hitungan hari dan kamu masih mengungkapkan perasaan ke wanita lain lagi, kenapa perasaan suci itu dengan mudah kamu umbar kesemua wanita?

Aku memutuskan untuk mengucapkan selamat atas pernikahanmu sebulan setelah kamu menikah, tepatnya setelah semua tentangmu kuketahui dan ucapan selamat dariku saat itupun kamu jawab dengan sejuta sandiwara bahwa sebenarnya pernikahan itu tidak diinginkan, kamu masih saja mengungkapkan perasaan cinta kepadaku yang seolah wanita sekarang yang kamu nikahi tidak ada harga sama sekali. Kamu mengungkapkan rasa penyelasan dan mengaku tidak senang dengan pernikahan itu. Kamu pikir aku bangga dengan semua pangakuanmu itu? Kamu pikir aku percaya?. Semua tentangmu sudah kuketahui makanya aku menghubungimu untuk mengucapakan selamat. Perlu kamu ketahui aku tidak bangga sedikitpun dengan semua ungkapan perasaan dan cerita tentang pernikahanmu, aku tidak bangga kamu bilang sangat mencintaiku dan pernikahan sekarag itu palsu, sedikitpun tidak bangga. Saat mendengar ceritamu aku terus saja bersyukur bahwa untung saja bukan aku diposisi istrimu sekarang. Perih luar biasa menjadi wanita yang tidak dihargai perasanya. Kamu masih saja mengumbar perasaan sesuka hatimu padahal kamu sudah menikah, tidakkah kamu pikir akan sangat menyakitkan jika istrimu tahu kelakuaan busukmu?, aku sangat bersyukur Tuhan menghalangi kita untuk bersama sekalipun dengan cara yang awalnya sangat menyesakkan dadaku.
[ads-post]
Banyak hal yang harus ku syukuri saat kamu tidak bisa menjadi imamku karena kamu seorang pembohong. kamu benar- benar pembohong sempurna, pengkhianat terhebat yang pernah aku kenal. Aku hanya ingin menyampaikan 3 hal kepadamu: 1) Jika pernikahanmu itu terencana, Seterencana itulah kamu membohongi aku. 2) jika kamu bahagia dengan pernikahanmu sekarang, sebahagia itulah kamu menyakiti aku. 3) Terimakasih telah mengajariku satu hal penting “berhati-hati dengan yang terlihat baik”.

Hal lain yang sangat aku syukuri adalah damainya hidupku sekarang karena terbebas darimu bahkan serasa masalah yang aku hadapi mudah untuk aku atasi dengan bantuan Ilahi. Aku tidak perlu waktu lama untuk mendapatkan hidupku kembali, setelah semua tentangmu ku ketahui, aku kembali menemukan hidupku dan serasa tidak ingin berhenti bersyukur walau sedetikpun.

Aku memutuskan untuk tidak terbelenggu dengan terpuruk dalam kesedihan karena hidupku terlalu berharga jika harus rusak dengan kandasnya hubungan kita, aku punya keluarga dan sahabat yang sangat membantuku hingga masalah ini bisa terselesaikan, jika kamu hanya menjalin hubungan dengan aku mungkin aku akan diam saja saat hubungan kita berakhir, akan tetapi kamu sudah bersilaturrahmi dengan keluargaku dan sudah akrab dengan sahabat-sahabatku. Kamu bukan hanya pandai mengambil hatiku tapi pandai mengambil hati orang terdekatku. Sampai mereka juga merasa nyaman dengan kehadiranmu, tapi ternyata, ah sudahlah kamu tetap pembohong dan akan terus aku ingat sebagai pembohong.

Sekarang kamu meminta agar kita tetap bersilaturrahmi, kamu mau aku menjadi sahabatmu. Apa, Sahabat? Menjadi sepasang kekasih saja kamu sangat menyakitiku bagaimana mungkin kita bisa bersahabat dan aku juga tidak ingin memiliki sahabat yang tidak bisa menghargai perasaan orang lain. Sudahlah aku bahagia dengan hidupku sekarang, jangan pernah kembali saat semua rasa sudah tak tersisa untukmu lagi. Apa kamu lupa, kamu pernah dengan mudah pergi meninggalkanku untuk memeluk hati yang baru setelah  kamu memecahkan kaca dalam hatiku? kepingan-kepingan kaca itu tertancap dalam hatiku, sakit dan perih luar biasa bagaimanna mungkin aku bisa menjadi sabahatmu pengkhianat? dan yang lebih parahnya lagi aku bukan satu-satunya korban tapi salah satu korban dari serentetan wanita yang pernah tersihir dengan rayuan manismu.

Andai suatu saat nanti  kita berjumpa, aku ingin melihat wanita seperti apa yang kamu nikahi itu? Mutiara berhargakah? Atau besi karatan yang dilapisi sinaran kilauan buatan?

Terimakasih pengkhianat sejati, dari kebohonganmu aku belajar untuk lebih berhati-hati dan satu hal lagi hidupku tak sehancur yang kamu harapkan. hipwee

Untukmu Pengkhianat Terhebat, Hidupku Tak Sehancur yang Kamu Harapkan

Post a Comment

Powered by Blogger.
close