loading...

SUARABMI.COM - Sebut saja namaku Bejo ini kisah nyataku, aku sarjana yang tak malu menjadi TKI di Taiwan karena sulitnya ekonomi di Indonesia. Aku ke Taiwan tahun 2013 lalu dengan meninggalkan anak laki-laki berumur 7 bulan dan tentu seorang istri. Perpisahan yang sungguh berat karena taruhannya keutuhan rumah tanggaku. Aku tahu istriku itu mempunyai masa lalu yang amat kelam, kekuatiran itu sempat memuncak tapi aku redam dengan keikhlasan demi masa depan anakku.

Tepat 6 bulan aku di Taiwan, hal yang terduga aku alami. Ya waktu itu hari jum'at pas bertepatan dengan hari raya qur'ban, kebetulan aku kerja sif malam dan pas juga habis gajian. Seperti biasa, aku langsung lari ke toko Indo untuk mengirim hasil jerih payahku demi anak dan istriku. Sepulang dari toko Indo, seperti biasa aku buka laptop yang aku dapat gratis dari toko Indo, laptop busuk yang kini normal kembali.

Mataku seketika terbelalak melihat ada sesuatu masuk dalam pesan dropboxku, ya belum lama ini aku kirim tabku satu-satunya kepada istriku, sebenarnya tak sengaja aku kasih aplikasi dropbox didalamnya jadi kalau ada foto atau screenshort otomatis masuk juga dalam laptopku.
[ads-post]
Tak percaya dan bingung ini percakapan dengan siapa? Cara manggilnya sama dengan cara manggi aku, papi... ya kata itu hampir tak termaknai olehku. Aku begitu menyanyangi istriku walaupun masa lalunya kelam sekali.

Oh, ya Tuhannnnnn.....! benarkah ini? benarkah istriku masih seperti dulu? Benarkah istriku melakukan itu dengan laki-laki itu? Ingatanku langsung kembali beberapa hari belakangan ini. Ya, aku kerja dari jam 4 sore sampai jam 12 malam, sewaktu aku pulang istriku selalu belum tidur namun aneh katanya nunggu belum selesai aku mandi, ia sudah tertidur...

Hatiku benar-benar hancur saat itu, aku chat aku telpon, aku bingung dan akhirnya dia mengakui itu semua telah terjadi dan dia minta maaf. Nasi sudah menjadi bubur, dulu waktu aku belum berangkat, istriku sudah aku janji kalau farjinya hanya untukku dan tak halal untuk laki-laki lain, jika ia langgar maka talak akan terjatuh padanya. Dan itulah yang terjadi, tak termaafkan karena syarat telah aku ajukan. Namun anehnya, malah aku yang digugat, bukan aku yang menceraikan secara negara.

Hari-hari aku kelam, telpon anak tak bisa, bahkan menafkahi anak pun di tolak. Apa salahku? apa yang harus aku lakukan? Berhari-hari nafsu kerjaku down sampai si Bos marah besar dan akhirnya aku tak sedikitpun di beri lembur hingga aku pulang belum sampai kontrak habis.

Dalam perjalananku menunggu pulang sekitar 1 tahun lebih, aku di deketi juga oleh seorang wanita. Luar biasa, muslimah banget, dan hampir 180 derajat berbeda dengan istri pertamaku. Aku jalani hari demi hari hingga rasa itu tumbuh. Tiba saatnya, aku lamar dia dan aku nikahi dia di Taiwan. Awalnya aku sempet shok, karena awalnya dia gadis dan tiba-tiba sudah mempunyai anak satu. Tapi tak apalah, aku bukan tipe yang mudah mengingkari janji. Akupun menikah, hingga saat ini. Namun, begitu shok aku beberapa hari ini. Bagaimana tidak, memori tahun 2013 itu terjadi lagi padaku walaupun tak separah ini.

Ya, 6 bulan pernikahanku aku diselingkuhi oleh istriku sendiri yang sangat aku percaya sebelumnya. Muslimah bercadar itu telah melukai hatiku dan rasanya ternyata luka kedua itu lebih perih dari luka pertama. Aku tak sempat tahu sampai mana hubungannya karena keduanya telah melenyapkan bukti-bukti yang sempat aku baca dan lihat itu. Okelah, mungkin ini ujian pertama rumah tanggaku akupun mulai melupakan hal itu karena dia berjanji tak akan mengulangi lagi.

Tak lama setelah kejadian itu, aku utarakan untuk membuat pernikahanku resmi secara negara. Namun lagi-lagi aku pilu saat mengetahui dia belum resmi janda secara negara. Ya,,,tuhannnnn..... pilu pikiranku, benarkah apa yang aku lakukan? aku telah merebut istri orang? sungguh bodoh aku. Akupun mendesak istriku untuk segera menuntaskan segalanya.

Dalam perjalanan menuju kesana walaupun masih jalan buntu, hatiku kembali tercabik-cabik ketika semua masa lalu istriku datang dan bermunculan dihadapan mataku. Ya, dari foto berpelukan hingga 18+ menghiasi mataku. Tak hanya dengan satu lelaki tapi dengan banyak lelaki setidaknya aku menemukan ada 4 laki-laki berbeda, tuhan jantungku remuk tapi aku tak bisa apa-apa. Anggaplah itu masa lalu yang harus aku lupakan, tapi tetap protes sama Tuhan, kenapa semua itu diperlihatkan kepadaku? apa tujuannya?

Tak hanya itu, masih banyak cerita bohong dan sandiwara yang jawaban sesungguhnya aku dapatkan dari hal-hal tak terduga. Dari pengakuan mereka yang melakukan dengan istriku, tanpa aku minta tanpa aku cari, mereka datang membawa bukti-buktinya.

Sungguh aku sudah tak bisa berkata-kata lagi, aku hanya berharap sudah tidak ada lagi yang dinampakkan tuhan kepadaku, aku sungguh sudah tak kuat melihat kenyataan itu. Aku berjanji pada diriku sendir, sudahlah JO, itu masa lalu, yang penting istrimu sekarang mau menyelesaikan urusannya dan mau setia kepadamu, itu dah cukup walaupun kamu tahu lonte pun harus dibayar ketika dipakai, dan dia gratis layaknya perdana XL superloop yang ngasih gratisan banyak dan akhirnya jebol juga. Sudahlah, kita lihat jalan Tuhan, sampai mana Tuhan akan menjalankanmu kedepan, serahkan semua kepada Tuhan.

Sebenarnya kisahku kalau aku tulis masih banyak lagi, kepiluan-kepiluan itu, tapi cukuplah sampai sini. Kita tunggu pernajalan hidup ini akan berlabuh sampai mana. Terimakasih telah sudi menyimak kisahku, setidaknya dengan menulis hatiku lebih tentram dan sibuk, sampai jumpa dikisahku selanjutnya

SUARABMI.COM - Sebut saja namaku Bejo ini kisah nyataku, aku sarjana yang tak malu menjadi TKI di Taiwan karena sulitnya ekonomi di Indonesia. Aku ke Taiwan tahun 2013 lalu dengan meninggalkan anak laki-laki berumur 7 bulan dan tentu seorang istri. Perpisahan yang sungguh berat karena taruhannya keutuhan rumah tanggaku. Aku tahu istriku itu mempunyai masa lalu yang amat kelam, kekuatiran itu sempat memuncak tapi aku redam dengan keikhlasan demi masa depan anakku.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close