loading...

SUARABMI.COM - Aku 10 bersaudara tapi diantara saudara-saudaraku cuma aku seorang yang dibedakan. Satu bumbung namun terasa asing bahkan aku merasa dirumah bagai budak. Setiap hari dari melakukan pekerjaan rumah sampai aku harus patuh melakukan pekerjaan yg semestinya ibuku yg melakukan namun jika ku bantah cacian dan perlakuan kasir dr ibu ku sdh bagaikan makanan hari2 ku.

Ibu menikah lagi, tapi aku yang mencari nafkah dan mnjadi tulang punggung ibuku, ayah tiriku kerjaan hanya merokok ungkang-ungkang bagai raja. Dalam hati ku ibuku cantik tapi sayang sungguh goblok kok mau nikah dg laki-laki yang tidak ada gunanya bsnya minta duit terus pergi tapi jika uang habis pulang pura-pura baik dengan ibuku ya alloh sadarkan ibuku ya allloh dan jauhkan orang-orang jahat.

Suatu ketika ibuku tengah merantau dan ayah tiriku  mencoba melampiaskan nafsu setan terhadapku bersyukur alloh melindungiku sehingga ada kekuatan tuk berontak dan aku menjerit sekuat mungkin sehingga tetangga dan saudara-sudaraku tersadar tapi sayang lidah tak bertulang ayah tiriku memutar balik fakta lalu pergi keesokan harinya ibuku pulang dengan penuh amarah entah apa yang diceritakan ayah tiriku trhadap ibuku sehingga ibuku marah besar pada ku mencaci maki saya, memukul dan menyuruh ku ikut jejak ayahku terasa bagaikan dicabik-cabik astaghfirulloh dalam hati ku apa iya ibuku mengharapkan ku menyusul ayahku yang sudah meninggal.
[ads-post]
Lalu tanpa pikirkan cuaca, waktu aku langsung mengemas baju-bajuku tuk angkat kaki dari rumah ibuku. Ku coba melupakan dan mengasing diri tanpa kabar niat ingin menenangkan hati dan pikiranku.

Tidak sengaja aku ketemu sponsor yang mreekrut orang-orang tuk menjadi tkw Aku daftar tanpa izin ibuku dan saudara-saudaraku.

Dan kepada sponsor aku meminta tuk tidak memberi tahu keluargaku. Bersyukur aku ditampung di PT yang masa prosesnya cepat. Yah 1 bulan 20 hari aku dibrangkatkan ketaiwan dan bersyukur majikanku baik dan menganggap seperti keluarga sendiri.

Pertama kali nyampai dirumah majikan, ia menawari aku tuk kasih kabar pada keluarga tapi aku menolak sampai 8 bulan kemudian majikan dengan penuh penasaran bertanya kenapa tidak kasih kabar orang tuamu takut mereka khawatir aku hanya jawab nanti aja kalau mau kirim uang.

Setahun kemudian majikan tanyakan lagi sampai pas hari ulang tahunku bozku menghadiahi aku hp dan merayakannya dengan membelikan cake ultah sungguh terharu dan bahagia kenapa orang lain begitu perduli dan ikhlas mnerima kehadiranku sedangkan keluarga sendiri begitu asing.

16 bulan aku beranikan kasih kabar ibu walau degupan hati terasa seperti mau copot dan mulutku terasa kaku tuk berucapkan kata-kata.

Dihati bismillah semoga amarah ibuku sudah pulih dan hati  ibu sudah sejuk. Kucoba berdamai melupakan dengan apa yang telah terjadi mencoba membeli kasih sayang dan perhatian ibuku. Namun aku gagal menaklukan hati ibu dimata  ibuku, aku tetap orang lain

Sampai aku lelah dan memutuskan tuk menikah dengan pilihanku namun ketika hari hijab kabul semua surat-surat persyaratan tuk mendaftar calon pngantin sama ibuku dicekal dengan alasan mas kawin terlalu sedikit tapi saya brontak dan memutuskan untuk tetap menikah tidak perduli ibuku setuju atau tidak setelah sah menjadi istri orang pilihan aku ,aku langsung tuk ikut suami dan bersyukur keluarga suami menerima kehadiranku dengan ikhlas.

Ibuku tidak puas hati mengutuk saya tidak akan pernah bahagia dengan suamiku yang miskin ya alloh cukup sudah deritaku yg aku alami jangan sampai suamiku terkena juga suamiku sosok imam yang baik

Ku bersyukur memiliki suami yg sabar ikhlas menerima kekuranganku yg lebih bangganya lagi suamiku tak pernah menaruh sedikit dendam pada ibuku padahal ibuku sudah jahat pada suamiku, suamiku malah mengajariku tuk menahan amarah,sabar bahkan suruh sy terapi hati

Jujur aku trauma takut sering mimpi ibuku berlaku kasar bahkan merampas segala jerih payahku katanya apa yg diberikan aku dulu pada ibuku belum seberapa yg ibu berikan padaku.

SUARABMI.COM - Aku 10 bersaudara tapi diantara saudara-saudaraku cuma aku seorang yang dibedakan. Satu bumbung namun terasa asing bahkan aku merasa dirumah bagai budak. Setiap hari dari melakukan pekerjaan rumah sampai aku harus patuh melakukan pekerjaan yg semestinya ibuku yg melakukan namun jika ku bantah cacian dan perlakuan kasir dr ibu ku sdh bagaikan makanan hari2 ku.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close