loading...

BMI Adakan Aksi Damai 1000 Lilin Tolak Perdagangan Manusia dan Save NTT
SUARABMI.COMRatusan buruh migran menggelar aksi unjuk rasa damai. Sembari menyalakan seribu lilin. Mereka berasal dari gabungan beberapa organisasi, seperti MATA (Migran Anti Trafficking Alliance), juga KKIHK (Komunitas Katolik Indonesia Hong Kong). Malam seribu lilin ini dilaksanakan di depan gedung KJRI, Jl Leighton 127-129 Causway Bay, Hong Kong, Minggu (21/8) malam kemarin.

Aksi malam cahaya seribu lilin ini dilakukan sebagai salah satu cara mengungkapkan rasa keprihatinan mendalam sesama buruh migran atas kasus human trafficking yang marak terjadi di tanah air. Mereka menyerukan pentingnya pengawasan dan perlindungan terhadap buruh migran di negara mana pun berada. Sambil menyanyikan yel-yel, para buruh migran menyerukan, Stop Human Trafficking dan Save NTT.

Solidaritas atas nama kemanusiaan dengan menyalakan seribu lilin ini diharapkan pemerintah RI lebih peka dan peduli terhadap persoalan memperjual-belikan manusia. Buruh migran menuntut keras agar pemerintah mengupas tuntas masalah ini agar tidak terjadi lagi korban-korban lain.

"Mari kita semua, bersama-sama berjuang menolak dengan tegas, sekali lagi dengan tegas, kita menolak human trafficking. Katakan; Stop Human Trafficking, Save NTT dan Save Indonesia", kata Heribertus Hadiarto, SVD.

Selain menyalakan lilin, aksi solidaris ini membawakan orasi, pusis, nyanyian dan musik gendang. Doa bersama pun didaraskan sebagai bentuk keprihatian sesama buruh migran. Suasana haru dan isak tangis nampak menyelimuti peserta ketika Yuliana membacakan puisi “Perempuan” dan diiringi lagu gugur bunga. komp

SUARABMI.COM - Ratusan buruh migran menggelar aksi unjuk rasa damai. Sembari menyalakan seribu lilin. Mereka berasal dari gabungan beberapa organisasi, seperti MATA (Migran Anti Trafficking Alliance), juga KKIHK (Komunitas Katolik Indonesia Hong Kong). Malam seribu lilin ini dilaksanakan di depan gedung KJRI, Jl Leighton 127-129 Causway Bay, Hong Kong, Minggu (21/8) malam kemarin.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close