loading...

SUARABMI.COMSri Supartini (42) tenaga kerja Indonesai (TKI) asal Desa Karangnanas, Kecamatan Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah, diketahui tewas terbunuh, sebulan lalu. Mayatnya ditemukan di jurang di Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas. Belakangan, diketahui bahwa Sri adalah korban pembunuhan yang dilakukan rekan Facebooknya, Mus (41), warga Desa Dawuhan Wetan, Kecamatan Kedungbanteng.

Jenazah mantan TKI di Taiwan itu ditemukan oleh pencari rumput dalam kondisi membusuk, akhir Juli 2016. Kasusnya baru terungkap baru-baru ini. Kapolres Banyumas Gidion Arif Setyawan bersama Kasat Reskrim Andi Kadesma mengatakan, antara pelaku dan korban berkenalan melalui Facebook, kemudian mereka sering bertemu bahkan beberapa kali Sri mengirim uang kepada korban yang sudah memilki anak dan istri.

"Motivasinya adalah tersangka jengkel karena korban terus menagih uang yang sudah dikirim ke pelaku," kata Kapolres, Minggu 14 Agustus 2016.

Keduanya sempat menjalin hubungan sejak 2013 melalui jejaring sosial Facebook. "Sri yang jadi TKI itu beberapa kali mengirim uang kepada Mus, totalnya mencapai Rp 6 juta," jelasnya.

Setelah habis kontrak, sekitar dua tahun lalu, Sri kembali ke kampungnya di Karangnanas. Wanita itu berniat kembali untuk bekerja di luar negeri ke Taiwan. Sebelum berangkat, Sri yang merasa masih mempunyai uang di tangan Mus, terus menanyakan sisa uangnya. Sebab, dari Rp 6 juta, yang dikembalikan baru Rp 1,3 juta. Uang itu ditagih karena Sri akan berangkat ke Batam untuk kerja sebelum ke Taiwan.
[ads-post]
Mus menjanjikan akan mengembalikan uang sehingga pada Kamis 14 Juli 2016 sekitar pukul 22.30 WIB, mereka bertemu. Tersangka kemudian menjemput korban dengan Yamaha Jupiter MX bernopol R 4158 S di terminal Bulupitu, Purwokerto. Malam itu korban minta diantar ke Stasiun Purwokerto naik KA ke Jakarta untuk selanjutnya ke Batam.

Sri lalu menagih uang yang dibawa Mus. Jika tidak, maka Mus harus ikut ke Batam dan meninggalkan anak istrinya. Mus menolak, lalu dia mengajak Sri ke Curug Cipendok. Sri kemudian menurutinya dan menunda keberangkatan ke Batam dengan harapan uang bisa kembali.

Selama dalam perjalanan mereka bertikai, emosi dengan tingkah Sri yang terus menagih, Mus lalu menghentikan laju motornya di tempat yang sepi. Jumat 15 Juli 2016 sekitar pukul 2.00 WIB Mus yang emosi langsung mencekik leher Sri hingga tewas. Telefon seluler dan identitas Sri diambil, tas dan tubuh jurang di kebun jati. Mayatnya ditemukan warga pada 27 Juli 2016 dalam kondisi membusuk dan sulit dikenali.

Polisi yang datang ke lokasi menemukan secarik kertas bertuliskan nama seseorang yang beralamat di Jakarta dan nomor telefon genggam. "Dari secarik kertas itu, polisi melacak hingga ketemu dengan orangnya di Jakarta. Rupanya orang di Jakarta itu pernah menjadi majikan korban dan mengenal Sri Suparti," kata kapolres.

Polisi berhasil menemukan rumah dan keluarganya di Karangnanas. Dari keterangan keluarga ada yang melihat terakhir Sri pergi dengan Mus. PK

SUARABMI.COM - Sri Supartini (42) tenaga kerja Indonesai (TKI) asal Desa Karangnanas, Kecamatan Sokaraja, Banyumas,

Post a Comment

Powered by Blogger.
close