loading...

SUARABMI.COMBEKASI -- Sebuah tempat penampungan TKI ilegal digerebek oleh Unit Satuan Reskrim Unit Krimsus Polresta Bekasi Kota pada Senin (22/8) pukul 15.30 WIB, kemarin. Polisi menemukan tiga calon TKI yang akan dikirimkan ke Taiwan.

Lokasi penampungan berada di Kampung Babakan RT 02/02 Kel Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. Pelaku yang sudah tertangkap berinisial RBN (26 tahun), warga Kampung Babakan, Kelurahan Mustikasari. Pelaku menggunakan nama Yayasan Maharani Tri Utama Mandiri untuk menjalankan aksinya.

Pelaku tidak sendirian dalam melakukan pengiriman TKI ini. "Sebanyak dua pelaku lain warga negara Indonesia, masing-masing berinisial HD dan FD, masih berstatus DPO," kata Kapolresta Bekasi Kota, Kombes Umar S Fana, Rabu (24/8). Satu tersangka lain yang juga masih dalam pengejaran berinisial ZA dari Taiwan.

Kapolresta Bekasi Kota mengatakan, penggerebekan ini bermula saat petugas kepolisian dari Polresta Bekasi Kota yang sedang melaksanakan tugas observasi mendapat informasi bahwa sebuah rumah di Kampung Babakan RT 02/03 Mustikasari telah dijadikan tempat penampungan para calon TKI yang akan dikirimkan ke Taiwan. Setelah diselidiki, polisi kemudian melakukan penggerebekan terhadap rumah tersebut.

Mereka menemukan ada satu TKW dan dua TKI yang akan diberangkatkan ke Taiwan tanpa izin melalui agen Zhu Taiwan. Setelah para TKI diterbangkan ke negara tujuan, kata Umar, tersangka mendapatkan uang sebesar Rp 12 juta per TKI yang dikirim melalui sistem transfer.
[ads-post]
Polisi menyita puluhan paspor dari lokasi penggerebekan dan belum diketahui keasliannya. Aparat menduga pengiriman TKI Ilegal ini sudah dilakukan selama bertahun-tahun, meski tersangka menyatakan baru mengirimkan TKI sejak setahun belakangan. Menurut pengakuan RBN, sudah tiga orang TKI yang dikirimkan ke Taiwan. Ketiganya dijadikan Anak Buah Kapal (ABK).

Ketiga TKI yang sudah dikirim ke Taiwan ini belum diketahui keberadaannya. Umar menyatakan, pihaknya sedang berkoordinasi dengan Kemenlu dan Bareskrim untuk melacak posisi korban dan pengembangan kasus. Polresta Bekasi Kota juga berkoordinasi dengan Polda Jateng untuk menangkap kedua pelaku lainnya.

Kebanyakan korban berasal dari luar wilayah Kota Bekasi. Pelaku menggaet korban dengan cara mengiming-imingi bayaran tinggi setibanya di luar negeri. Pascapenggerebekan, para calon TKI dibawa ke Polresta Bekasi Kota untuk penyidikan lebih lanjut. Mereka kemudian diamankan ke tempat penampungan di Kemensos untuk mendapatkan rehabilitasi.

Polisi mengamankan barang bukti berupa 61 buah pasport, berkas-berkas dokumen TKI, satu unit laptop, satu unit printer merk HP, satu buah stempel PT Maharani, satu buah stempel tanda tangan Dirut PT Maharani, dan satu buah handphone.

Tersangka RBN diduga melakukan tindak pidana perekrutan, penampungan, pengiriman dengan tujuan mengeksploitasi, serta penempatan TKI tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat 1 dan atau pasal 4 UU RI No 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dan atau pasal 102 ayat 1 huruf a, b, c, jo pasal 4, pasal 12, dan pasal 30 UU RI No. 39 Tahun 2004 tentang penempatan dan perlindungan TKI di luar negeri, dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun. rep***

SUARABMI.COM - BEKASI -- Sebuah tempat penampungan TKI ilegal digerebek oleh Unit Satuan Reskrim Unit Krimsus Polresta Bekasi Kota pada Senin (22/8) pukul 15.30 WIB, kemarin. Polisi menemukan tiga calon TKI yang akan dikirimkan ke Taiwan.SUARABMI.COM - BEKASI -- Sebuah tempat penampungan TKI ilegal digerebek oleh Unit Satuan Reskrim Unit Krimsus Polresta Bekasi Kota pada Senin (22/8) pukul 15.30 WIB, kemarin. Polisi menemukan tiga calon TKI yang akan dikirimkan ke Taiwan.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close