loading...

Stroke dan Lumpuh Separo, TKW Asal lampung Ini Kehilangan Hak Sebagai TKI
SUARABMI.COMTakdir telah menentukan seorang pekerja asal kota gajah gunung Sugih Lampung tengah bernama Tukini mengalami stroke.

Tukini mengalami kelumpuhan separuh. Tubuh bagian kanan dari tangan hingga kaki tak bisa digerakkan. Ibu dari 2 orang anak ini harus terbaring di Taichung Tzu Chi Hospital (se chi iyen) sejak 8 agustus lalu.

Menurut Ati, saudara sepupunya, Tukini mulanya bekerja resmi di Kaohsiung 2 tahun dibawah agensi King Power international Co. Ltd. Lalu selepas itu ia kabur dari majikannya dan bekerja di kaohsiung selama 1 tahun 2 bulan.

Ketika ia mengalami stroke di Kaohsiung, tak ada yang menjaganya. Saya minta ia dirawat di Taichung karena saya bekerja disini tutur Ati. Saya yang tanda tangan berkas dan dokumen rumah sakit terang Ati.
[ads-post]
Tukini tidak bisa bicara akibat stroke. Menurut dokter yang merawatnya keadaan stroke Tukini sangat parah. Terjadi koagulasi (penggumpalan) darah di banyak tempat di tubuh Tukini. Masih menurut dokter, Tukini bergantung dengan obat. Kalau obat ini ditinggalkan, keadaannya akan sangat berbahaya bagi keberlangsungan hidupnya tiru Ati.

Tukini, pekerja berusia 44 tahun ini belum bisa dipulangkan ke Indonesia karena alasan medis ungkap dokter yang merawat. Dokter sempat bertanya kepada Ati, saudara sepupu Tukini, apakah kalau Tukini tiba di Indonesia, sanggup membeli obat yang tengah digunakan.

Karena statusnya yang ilegal tak memiliki askes, pekerja yang diberangkatkan dari PJTKI Sekar Tanjung Lestari ini harus menanggung biaya pengobatan dan perawatan di rumah sakit yang sangat besar. Imigrasi akan mengontaknya lanjut Ati. Sampai sekarang Tukini setiap hari masih di infus di ruang 2980-5 lantai 9B, hanya malam hari infusnya dilepas tutur Ati. hld

SUARABMI.COM - Takdir telah menentukan seorang pekerja asal kota gajah gunung Sugih Lampung tengah bernama Tukini mengalami stroke.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close