loading...

BMI Hong Kong Ini Hijrah Kerja Ke Kanada Dari Hong Kong, Gaji Di Kanada Bisa Sampai 20 Juta Perbulan
SUARABMI.COMBanyak cara untuk mengembangkan diri bagi BMI Hong Kong. Tidak sedikit yang melatih diri dalam aktifitas enterpreneurship atau kewirausahaan dan perniagaan. Juga banyak BMI mengasah mengasah ilmu sosial dalam organisasi pemberdayaan buruh migran. Demikian pula tak sedikit BMI yang melanjutkan belajar melalui institusi baik formal maupun non formal. 

Sebut namanya Chatyn, wanita asal dari Ngawi, Jawa Timur ini selain aktif menulis dia mengembangkan diri dengan aktif mengikuti kegiatan positif termasuk berorganisasi dan kursus ketrampilan khusus.

Dengan memiliki 'ilmu' dan 'ketrampilan', saat seseorang mengetahui adanya kesempatan untuk mengembangkan diri, seperti Chatyn misalnya, dia dapat dengan mudah tanpa hambatan hijrah bekerja ke negara Kanada. Bekerja di sana tentu saja memiliki keistimewaan tersendiri baik dari segi tingginya gaji dan perlakuan hukum terhadap 'nanny' dan atau PRT. Bekerja di Kanada hanya 5 hari seminggu, 8 jam sehari meskipun nanny itu 'live in' . Sabtu dan Minggu adalah hari libur. Gaji nanny satu jam C$11 dengan kurs mata uang rupiah sekitar "C$ 1 = Rp 10.000,-". 

Setelah kontrak kerja 2 tahun pertama selesai, jika BMI ataupun warga negara asing itu dapat memenuhi persyaratan, dia dapat menjadi penduduk negara di benua Amerika bagian utara itu.
[ads-post]
Dengan status menjadi penduduk tetap di Kanada lantas BMI itu dapat memilih pekerjaan yang disukai dengan gaji yang lebih besar. Pendapatan BMI di Canada yang sudah menjadi penduduk rata-rata minimum C$2000,-/bulan.

Nama yang lain, sebut saja Titik. Wanita ini kelahiran Trenggalek, Jawa Timur ini pernah bertahun-tahun bekerja di Hong Kong sebelum hijrah ke Kanada tahun 2013 dan menjadi penduduk tetap negara 'dingin' itu sampai sekarang.

Tidak berbeda dengan Chatyn, Titik juga menambah ilmu dan ketrampilan saat bekerja sebgai "kungyan' di Hong Kong. Titik bercerita, kalau dirinya aktif ikut kursus di YMCA salah satunya dia mengambil sertifikat CPR - First Aid. ( CPR = Cardio-Pulmonary Resuscitation)  yaitu kursus kecakapan memberikan bantuan pertama saat terjadi situasi darurat, semacam latihan 'Palang-Merah-Remaja' namun bersertifikat resmi yang diakui oleh badan-badan dunia.

Sertifikasi CPR First Aid ini, di Hong Kong juga dapat diperoleh dari St. John. Chatyn dan Titik meskipun ke duanya tidak berada di Hong Kong pada saat yang sama, mereka sama-sama memiliki kecenderungan belajar mengasah dan meningkatkan diri.

Kedua BMI tersebut hanya dua contoh kecil diantara BMI lain yang banyak melakukan pengembangan diri secara positif. Selain CPR First Aid, mereka juga mengikuti ujian standar internasional kemampuan berbahasa Inggris seperti  TOEFL atau IELTS.  Menurut Titik dan Chatyn, BMI yang hijrah ke Kanada selalu menggunakan cara 'Kontrak Kerja 2 Tahun' lebih dulu sebelum meningkat ke tahun berikutnya sebagai 'resident' yang tidak terikat kontrak. (open contract). KINDO

SUARABMI.COM - Banyak cara untuk mengembangkan diri bagi BMI Hong Kong. Tidak sedikit yang melatih diri dalam aktifitas enterpreneurship atau kewirausahaan dan perniagaan. Juga banyak BMI mengasah mengasah ilmu sosial dalam organisasi pemberdayaan buruh migran. Demikian pula tak sedikit BMI yang melanjutkan belajar melalui institusi baik formal maupun non formal.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close