loading...

Pengakuan Korban Perkosaan di Taiwan Kepada Ayahnya, Majikannya Sering Mabuk dan Melakukan Pelecehan
SUARABI.COMKeluarga TKI korban kekerasan seksual di Taiwan menyerahkan penanganan kasus kekerasan seksual yang dialami oleh anaknya kepada pemerintah. Namun begitu, ia menginginkan anaknya kembali ke tanah air.

Ayah korban, Salam mengungkap Tini sudah sejak awal mengeluh kepada keluarga soal perlakukan majikannya di Taichung yang gemar mabuk. Tiap kali mabuk, kata Tini kepada ayahnya, majikannya berluangkali melakukan kekerasan seksual.

Salam mengungkap, Tini juga sudah berkali-kali minta dipindahkan dari majikannya tersebut. Namun, permintaan Tini ini tidak ditanggapi oleh pihak perusahaan, PT Sarimadu Jayanusa.
[ads-post]
Salam menjelaskan, keberangkatan Tini ke Taiwan ini adalah kali pertama. Sebelumnya, Tini bekerja di Singapura dua kali kontrak kerja, atau selama empat tahun dan tidak pernah mengalami masalah.

"Saya itu serahkan kepada (pemerintah) supaya saya sudah tidak menanggung resiko. Yang penting anak saya diurusi. Oleh pengurus PT ya, anak saya diurusi. Kalau mau dicarikan kerja ya dicarikan, kalau mau pulang ya segera dibawa pulang. Saya tidak ingin ramai-ramai. Saya inginnya berhenti saja. Malunya anak ya malunya orang tua," katanya sebagaimana dilansir oleh KBR, Kamis (15/09/2016)

Lebih lanjut Salam mengatakan perwakilan perusahaan juga sudah berkunjung ke rumahnya. Pihak PT kata dia berjanji akan memenuhi hak-hak Tini sebagai pekerja migran. Antara lain, gaji dan hak asuransi tenaga kerjanya.

Namun begitu, Salam mengungkap pihak perusahaan juga tetap akan menagih potongan gaji Tini yang mestinya diangsur selama sembilan bulan, sebab Tini baru bekerja delapan bulan. Salam berharap pemerintah juga turut membantunya untuk memperjuangkan dipenuhinya hak-hak  Dinsosnakertrans dan P4TKI.

SUARABI.COM - Keluarga TKI korban kekerasan seksual di Taiwan menyerahkan penanganan kasus kekerasan seksual yang dialami oleh anaknya kepada pemerintah. Namun begitu, ia menginginkan anaknya kembali ke tanah air.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close