loading...

SUARABMI.COMMurni Panengsih (25), tenaga kerja asal Indonesia dijatuhi hukuman 10 bulan penjara oleh Hakim Pengadilan Singapura kemarin, karena terbukti bersalah menyiksa majikannya, Channel News Asia melaporkan.

Perkara penyiksaan itu berawal dari laporan majikan Murni, Ng Lee Cheng pada September 2015.

Murni bekerja di rumah keluarga Ng Lee Cheng di King George's Avenue, sejak Oktober 2013. Tugasnya, menjaga dan merawat ibu Ng Lee yang sedang sakit. Ibu Ng Lee berusia 96 tahun dan terbaring di tempat tidur karena penyakit komplikasi diabetes.

Suatu hari, pada Mei 2014, Ng Lee mendapat laporan dari ibunya. "Seseorang telah mencoba membunuh saya," kata Ng Lee menirukan ibunya.

Tapi, ketika itu Ng Lee masa bodoh dan tidak memedulikan keluhan ibunya. Dia menganggap ibunya sedang berhalusinasi. Tak hanya itu, Ibunya sering bercerita, kalau dia disiksa, bahkan dipukul oleh Murni.

Lagi-lagi, Ng Lee tidak percaya, dan menganggap cerita ibunya hanya bualan belaka. Meski terlihat jelas, ada luka lebam di wajah ibunya.
[ads-post]
"Saya mengira itu tanda-tanda demensia yang sering dialami orangtua," kata Ng Lee.

Namun, pada Agustus 2015. Ng Lee melihat rekaman CCTV yang terdapat di kamar ibunya. Dia kaget melihat Murni memperlakukan ibunya dengan kasar.

Di Video itu, terlihat jelas Murni memukul kepala ibunda Ng Lee dengan botol minum, karena Murni kesal. Murni juga terlihat memukul bibir dan menampar ibu majikannya itu.

Ng Lee kemudian melaporkan murni ke polisi. Ibu Ng Lee wafat pada Desember 2015. Kasus itu terus berjalan.

Jaksa Penuntut Dora Tay, mengatakan, bukti-bukti penyiksaan yang dilakukan Murni sangat jelas. Pada September 2015, Murni berulang kali menyikut kepala wanita tua itu dan menjambaknya. "Dia melakukannya beberapa kali," kata Dora Tay.

Di depan majelis hakim, Murni mengakui semua perbuatannya. Dia mengaku melakukan hal itu karena kesal. Sejak bekerja di rumah keluarga Ng Lee dia tidak pernah diberi libur.

Murni pernah mencoba untuk mengundurkan diri sebagai pembantu rumah tangga keluarga Ng Lee. Namun, permintaan itu ditolak, alasannya kontrak kerja Murni masih dua tahun. Ng Lee juga ingin Murni bekerja sampai waktu yang tidak ditentukan.

Murni mengaku tertekan. Itulah penyebab dia menyiksa ibunda majikannya. Apalagi beban kerjanya meningkat, setelah kondisi wanita yang dirawatnya itu memburuk.

Hukuman telah dijatuhkan, Murni menyesal dan meminta maaf. "Saya sangat menyesal dan sangat menyesal atas tindakan saya. Saya mohon maaf untuk Ama (Ibunda Ng Lee)," tulis Murni dalam surat yang dibacakan di pengadilan. straittime
[youtube src="kJ1r5QYRuaE"/]

SUARABMI.COM - Singapura, Seorang pekerja wanita asal Indonesia bernama Murni Panengsih (25) tertangkap kamera CCTV sedang melakukan penganiayaan kepada nenek yang dijaganya yang berusia 96 tahun.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close