loading...

SUARABMI.COM - Taiwan, Siti Toimah, TKW asal Banyumas Jawa Tengah, pada tanggal 21 Februari 2015 datang ke Taiwan, namun karena majikan tidak puas atas pekerjaan Toimah, sebulan kemudian nenek yang dirawat mengusir Toimah, tanpa pikir panjang Toimah yang bingung dan sedih sambil menangis pergi meninggalkan nenek yang dirawatnya.

Setelah Toimah meninggalkan nenek, majikan menuduh Toimah telah mencuri uang 20.000 NT serta menelantarkan nenek yang dirawatnya.

Pada bulan Oktober 2015, Toimah tertangkap polisi di jalan. Polisi setelah menginterogasi Toimah kemudian menyerahkan kepada kejaksaan untuk diproses berdasarkan tuntutan majikan, sambil menunggu proses persidangan Toimah diserahkan kepada Imigrasi Yilan, setelah 1 bulan berada di dalam Shelter Yilan karena belum ada kepastian persidangan Toimah dikeluarkan dari shelter, diberi surat jalan sementara namun tidak diperbolehkan bekerja.

Keluar dari imigrasi Toimah menuju Taoyuan untuk menumpang di rumah temannya, Toimah sadar bahwa ia tidak mungkin berlama lama menumpang, akhirnya Toimah berusaha mencari pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan untuk hidup.
[ads-post]
Pada bulan Januari 2016 Toimah menjalani sidang dengan tuduhan mencuri uang majikan 20.000 NT, namun karena tidak cukup bukti jaksa tidak menuntut Toimah. 3 bulan kemudian pihak imigrasi belum juga memulangkan Toimah, tiba tiba ada surat panggilan dari pengadilan dengan tuduhan menelantarkan nenek yang dirawatnya, setelah menjalani sidang pada tanggal 21 Juli lalu hakim berdasarkan fakta sebelum Toimah meninggalkan rumah terlebih dahulu memandikan nenek, mencuci baju akhirnya memutuskan Toimah tidak bersalah.

Mendengar putusan tersebut Toimah merasa sangat gembira dengan harapan bisa segera pulang ke Indonesia.

Toimah kemudian mendatangi imigrasi Yilan untuk meminta agar segera diproses pulang ke Indonesia, namun tiba tiba ada surat panggilan lagi dari pengadilan, isinya bahwa majikan (penggugat) tidak terima dengan putusan hakim dan minta naik banding.

Pada persidangan pertama yang lalu Toimah menghabiskan dana 65.000 NT untuk membayar pengacara, uang tersebut adalah bantuan dari teman teman Toimah, sedangkan untuk persidangan kedua nanti pengacara tersebut meminta bayaran 55.000 NT, Toimah sudah tidak mampu membayar, Toimah juga malu kalau harus minta bantuan teman temannya lagi.

Pada saat Toimah sedang kebingungan pada tanggal 17 Agustus lalu Toimah menghubungi KDEI dan bertemu dengan ibu Tania.

Ibu Tania mengatakan bahwa ia akan membantu Toimah, kalau ada panggilan sidang Toimah diminta untuk segera menghubungi ibu Tania.

Pada saat surat panggilan sidang diterima oleh Toimah, Toimah segera menghubungi ibu Tania, namun dari ibu Tania tidak ada jawaban pasti, sampai sekarang pihak KDEI belum memberikan kepastian bisa membantu atau tidak, ibu Tania akhirnya memperkenalkan Toimah kepada bapak Suhando penterjemah di kepolisian Shulin.

Bapak Suhando berusaha menenangkan Toimah, minta agar Toimah bersabar, asalkan benar benar tidak melakukan kejahatan pasti bisa memenangkan persidangan. Bapak Suhando juga mengatakan bahwa pihak KDEI juga tidak bisa membantu karena status Toimah sebagai TKW kaburan.

Toimah berharap ada yang sudi membantu baik berupa materi maupun doa agar kasus ini segera cepat selesai. Lebih bersyukur lagi apabila ada pengacara yang bisa membantunya tanpa biaya.

Toimah menegaskan bahwa ia benar benar tidak melakukan apa yang majikan tuduhkan, ia pergi dari rumah majikan karena diusir oleh nenek. holiday

SUARABMI.COM - Siti Toimah, TKW asal Banyumas Jawa Tengah, pada tanggal 21 Februari 2015 datang ke Taiwan, namun karena majikan tidak puas atas pekerjaan Toimah, sebulan kemudian nenek yang dirawat mengusir Toimah, tanpa pikir panjang Toimah yang bingung dan sedih sambil menangis pergi meninggalkan nenek yang dirawatnya.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close