loading...

SUARABMI.COMNor Halimah, 36, TKW asal Desa Burneh Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang yang membawa 1,6 kg sabu-sabu dari Malaysia, akhirnya divonis 9 tahun penjara. Amar putusan itu dibacakan Ketua Majelis Hakim, Sarwedi di ruang sidang Candra, PN Surabaya, sebagaimana dilansir RadarSurabaya, Selasa(06/09/2016). 

Hakim menilai Nor Halimah terbukti melanggar Pasal 112 dan 114 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Hal yang memberatkan, menurut hakim, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkoba. Sedangkan, pertimbangan yang meringankan, karena terdakwa mengakui perbuatannya. "Dengan ini menghukum terdakwa Nor Halimah 9 tahun kurungan penjara,"ujar Sarwedi saat membacakan putusan. 
[ads-post]
Putusan hakim ini lebih ringan jika dibandingkan tuntutan yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU) Eka Novita Widiantidi yang menjatuhkan tuntutan 13 tahun penjara.

Menanggapi vonis tersebut, baik jaksa maupun terdakwa masih menyatakan pikir-pikir. "Kami pikir-pikir karena putusan hakim ini lebih ringan dari tuntutan kami," ucap Jaksa Eka Novita Widiantidi.

Penyelundupan sabu-sabu ini terjadi, Sabtu, 27 Februari 2016, sekitar pukul 22.00. Saat itu, Nor Halimah yang tiba di Bandara Juanda dari Malaysia. Dengan membawa tas koper, Halimah menuju mesin X-ray bandara untuk pemeriksaan tas. 

Saat dilakukan pemeriksaan, petugas Bea Cukai mencurigai adanya barang yang mencurigakan di dalam tas yang sudah dimodifikasi. Saat diperiksa, petugas bandara menemukan sabu-sabu seberat 1,6 kg.

Halimah langsung dibawa ke Mapolda Jatim untuk dilakukan pemeriksaan. Saat dilakukan uji laboratorium 1,6 kg, kristal putih yang ditemukan di tas milik Halimah itu merupakan zat Matafetamin atau narkotika jenis sabu.  radarsuarabaya

SUARABMI.COM - Nor Halimah, 36, TKW asal Desa Burneh Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang yang membawa 1,6 kg sabu-sabu dari Malaysia, akhirnya divonis 9 tahun penjara. Amar putusan itu dibacakan Ketua Majelis Hakim, Sarwedi di ruang sidang Candra, PN Surabaya, sebagaimana dilansir RadarSurabaya, Selasa(06/09/2016).

Post a Comment

Powered by Blogger.
close