loading...

BMI Hong Kong Bisa Lakukan Kontrak Mandiri Tanpa Agen, Namun Ini Resikonya
SUARABMI.COM - TKW Hong Kong sekarang diijinkan untuk melakukan perpanjangan kontrak secara mandiri tanpa melibatkan agen. Hal ini senada disampaikan oleh Hermono, Sekretaris Utama BNP2TKI saat konferensi pers yang dilakukan di KJRI Hong Kong.

"Tidak ada aturan yang melarang BMI melakukan perpanjangan kontrak mandiri bilamana kontrak yang mereka tandatangani sebelumnya itu sudah selesai, dan ingin memperpanjang dengan majikan yang sama," ungkapnya sebagaimana dilansir oleh koran Suara.

Namun KJRI Hong Kong sejak tahun 2009 melarang praktik di atas dengan alasan untuk perlindungan BMI di negara penempatan. Selain itu pelacakan data BMI bermasalah selalu lewat data agen yang terdaftar di KJRI, "jadi jika diberlakukan kontrak mandiri maka upaya perlindungan mereka akan lebih sulit karena KJRI tak punya data apa-apa karena mereka tak di bawah agen apapun" kata Bambang Susanto, Konsul Konsuler II.
[ads-post]
Bambang Susanto menyatakan pelarangan kontrak mandiri itu berdasarkan Pasal 58 UU No 39 tahun 2004 tentang penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri, yang menyatakan perjanjian kerja dan jangka waktu perpanjangan perjanjian kerja wajib mendapatkan persetujuan pejabat berwenang pada Perwakilan Republik Indonesia di negara tujuan.

Keputusan KJRI Hong Kong ini telah mendapat tentangan dari berbagai organisasi BMI. Penolakan tersebut terutama berdasarkan UU No 39 tahun 2004 pasal  60 yang menyatakan bahwa jika perpanjangan kontrak dilakukan secara mandiri (tanpa agen) dengan pengguna atau majikan yang sama, maka resiko yang menimpa BMI selama perjanjian kontrak kerja berikutnya itupun harus ditanggung sendiri.

Ini artinya, BMI kontrak mandiri yang menderita sakit, kecelakaan atau apapun sepanjang masa kerjanya pun tidak dapat menuntut agen di Hong Kong atau PT di Indonesia untuk ikut campur mengurusinya.

“Yang terpenting dari sisi pemerintah sekarang adalah, kepentingan perlindungan terhadap BMI itu tetap terjamin. Jadi jika dia memilih untuk melakukan kontrak mandiri maka harus juga disadari bahwa resiko apapun yang terjadi kemudian adalah tanggung jawabnya sendiri,” kata Hermono.

Sekretaris Utama BNP2TKI ini kemudian menyatakan bahwa BNP2TKI menyerahkan sepenuhnya kepada KJRI Hong Kong untuk menata syarat-syarat untuk melakukan kontrak mandiri ini. “Percayalah, karena pada dasarnya Pemerintah (Indonesia) tidak ingin menyulitkan masalah BMI ini,” kata Hermono.

TKW Hong Kong sekarang diijinkan untuk melakukan perpanjangan kontrak secara mandiri tanpa melibatkan agen. Hal ini senada disampaikan oleh Hermono, Sekretaris Utama BNP2TKI saat konferensi pers yang dilakukan di KJRI Hong Kong.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close