loading...

SUARABMI.COM - Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid, memastikan bahwa kasus bunuh diri yang menimpa seorang TKI di Hong Kong pada Minggu, 9/10/2016, akan dimonitor secara total melalui KJRI Hong Kong sampai ada kepastian latar penyebab maupun faktor terkait lain penyebab meninggalnya korban.

"Kami terus melakukan komunikasi dengan KJRI Hong Kong terkait peristiwa yang menimpa seorang TKI yang diduga melakukan tindakan bunuh diri," demikian disampaikan Nusron Wahid di Jakarta (12/10).


Nusron Wahid menjelaskan bahwa sebagaimana diberitakan dalam media online, bahwa seorang TKI berjenis kelamin perempuan tewas seketika setelah melompat dari atap apartemen tempatnya bekerja 'Apartemen Avignon' di kawasan Tuen Mun,  Hong Kong (9/10).
[ads-post]
Pihak KJRI Hong Kong masih terus berkomunikasi dengan aparat kepolisian dan otoritas terkait lainnya di Hong Kong untuk penanganan lebih lanjut.

Agutaf Ilyas membenarkan persitiwa tersebut dengan menyebut nama korban yang mulai bekerja di Hong Kong sekitar bulan Mei 2016 ini bernama Dhina Sabatini, tercatat berasal dari alamat Jl. Ratu Kalinyamat 4/2, Pinggirsari, Ponorogo.

Sementara itu, juru bicara BNP2TKI, Servulus Bobo Riti menyatakan bahwa BNP2TKI akan menelusuri data korban yang berkaitan dengan perusahaan PPTKIS yang memberangkatkan ke Hong Kong dan keluarganya di daerah asal untuk memastikan pengurusan jenasah dan hak hak hubungan industrial yang patut menjadi hak korban. Sumber:Humas/Bnp2tki/Kindo/KJRI HK

Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid, memastikan bahwa kasus bunuh diri yang menimpa seorang TKI di Hong Kong pada Minggu, 9/10/2016, akan dimonitor secara total melalui KJRI Hong Kong sampai ada kepastian latar penyebab maupun faktor terkait lain penyebab meninggalnya korban.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close