loading...

SUARABMI.COMPencabutan Izin Perekrutan (SIP) 26 Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) pada Senin (3/10/2016) lalu berbuah ancaman kepada pelapor dan keluarganya. Ancaman tersebut datang dari PPTKIS yang dicabut izin rekrutnya.

Adanya ancaman tersebut disampaikan oleh Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Hong Kong, Elis Susandra, kepada Bijaks.net, Rabu petang (5/10/2016).

“PT (PPTKIS, Red) sudah pada panik. Ngancam teman-teman suruh mencabut laporannya!” kata Elis Susandra.

Elis menginformasikan bahwa ada lebih dari 200 buruh migran Indonesia (BMI) yang melaporkan PPTKIS ke SBMI Hongkong.

Saat melapor ke Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, Kamis (29/9/2016) lalu, ada dua korban overcharging yang ikut yakni Maya dan Melisa.
[ads-post]
Ketika ditanya apa bentuk ancaman dari PPTKIS kepada pelapor, Elis mengatakan bahwa teman-temannya akan dipulangkan jika tidak bersedia mencabut laporannya.

“Bahkan hari ini keluarganya ada yang didatangi oleh petugas PPTKIS,” ujar Elis.

Terkait dengan adanya ancaman tersebut, Elis mengaku sudah memberikan pengarahan baik kepada teman-teman BMI yang melapor maupun kepada keluarganya.

“Saya tadi langsung menelepon keluarga korban juga, memberikan pengarahan supaya jangan takut atas ancaman itu,” tegas Elis.

Salah satu PPTKIS yang mendatangi rumah korban, juga sudah ditelepon Elis.

“Ya, salah satu PT yang datangi rumah korban hari ini juga saya telepon. Saya bilang, ‘Jangan mengancam keluarga! Silakan bertemu saya selaku kuasa hukum korban di Jakarta.’ Masalah ini sedang kita selidiki,” terang Elis, BMI Hongkong asal Tarakan, Kalimantan Timur.

Untuk diketahui, 26 PPTKIS yang Senin (3/10/2016) lalu dicabut izin rekrutnya oleh BNP2TKI adalah PT Permai Indonesia, PT Alghoniy, PT Anton Bintan Permai, PT Armina Mitra Karya, PT Arni Family, PT BIM, PT Citra Catur Utama Karya, PT Dewi Pengayoman Bangsa, PT Graha Putra Malindo, PT Gunawan Sukses Abadi, PT Iin Era Sejahtera, PT Maharani Tri Utama Mandiri, PT Maju Putra Dewangga, PT Mangga Dua Jakarta, PT Mutiara Putra Utama, PT Orienta Sari Mahkota, PT Putra Bragas Mandiri, PT Sado Sakti Jaya, PT Sanjaya Thanry Bahtera, PT Sarana Insan Mandiri, PT Sinar Rahayu Kediri, PT Sukses Mandiri Utama, PT Suma Jaya Jakarta, PT Tata Atlas Masterindo, PT Tegar, dan PT Tritama Bina Karya.

Pencabutan Izin Perekrutan (SIP) 26 Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) pada Senin (3/10/2016) lalu berbuah ancaman kepada pelapor dan keluarganya. Ancaman tersebut datang dari PPTKIS yang dicabut izin rekrutnya.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close