loading...

Doa Lintas Agama Untuk Dukung Korban Perdagangan Manusia
SUARABMI.COMJakarta, Organisasi buruh migran bersama dengan beberapa tokoh keagamaan melakukan kegiatan Doa Bersama Lintas Agama untuk korban perdagangan manusia di depan Istana Negara, Senin 3 Oktober 2016 mulai pukul 16.30 WIB. Kegiatan ini adalah bagian dari kampanye dan keprihatinan atas berbagai kasus perdagangan manusia di Indonesia.

Acara doa bersama diselenggarakan oleh  Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI) dan Keluarga Besar Buruh Migran Indonesia (Kabar Bumi) menggandeng berbagai tokoh keagamaan.

Doa bersama tersebut dilakukan di tengah keprihatinan atas berbagai kasus perdagangan manusia di Indonesia. Kasus terakhir misalnya kematian Yulfida Selan dan Dolfina Abuk, buruh migran asal NTT yang meninggal di Malaysia. Sampai sekarang kematian kedua perempuan tersebut belum di ketahui secara pasti penyebabnya. Bahkan sebelumnya di duga mereka menjadi korban perdagangan organ tubuh.
[ads-post]
Jen dari Kabar Bumi menjelaskan bahwa kampanye tersebut dilakukan untuk mendesak pemerintah lebih perduli dengan berbagai bentuk perdagangan manusia, termasuk dengan modus pengiriman BMI ke luar negeri.

“Yulfida Selan maupun Dolfina Abuk merupakan contoh bagaimana pengiriman tenaga kerja dijadikan modus perdagangan manusia “ ujar Jen. “Dokumen mereka diketahui tidak sesuai dengan data asli atau dipalsukan. Jika bukan sindikat yang kuat, tidak mungkin mudah begitu saja memalsukan data diri”, ujar Jen. Saat ini Kabar Bumi beserta jaringan advokasinya sedang mengupayakan pengusutan tuntas kasus tersebut, kemudian menuntut hak-hak keluarga untuk dipenuhi. NTT merupakan salah satu daerah dengan angka perdagangan manusia tertinggi di Indonesia. mrb-media

Jakarta, Organisasi buruh migran bersama dengan beberapa tokoh keagamaan melakukan kegiatan Doa Bersama Lintas Agama untuk korban perdagangan manusia di depan Istana Negara, Senin 3 Oktober 2016 mulai pukul 16.30 WIB. Kegiatan ini adalah bagian dari kampanye dan keprihatinan atas berbagai kasus perdagangan manusia di Indonesia.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close