loading...

SUARABMI.COM - Pencarian korban topan Megi di Yilan Taiwan hingga kini tak membuahkan hasil. hanya bangkai kendaraan yang ditemukan beserta celana korban.

Menurut kabar yang dilansir kompas, kepolisian Taiwan telah menghentikan pencarian  dan menyatakan kedua korban yang hilang sejak 27 september 2016 lalu tewas dan tidak ditemukan.

Sumani, kepala Dinsosnakertrans Ponorogo mengatakan bahwa tim pencarian korban topan megi sudah tidak bekerja lagi lantaran selama 3 pekan tidak ada hasil yang signifikan.

Pihak KDEI yang dihubungi suarabmi.com tidak dapat memberikan keterangan lebih karena memang sampai hari ini tidak ada tanda-tanda ditemukannya kedua korban.

Kedua TKI tersebut yaitu Hadi Baskoro, 48, warga RT 001/RW 001, Desa Semanding, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, dan Basori, 37, warga RT 050/RW 005, Desa Pucanganom, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun.
[ads-post]
Jasad kedua korban berdasarkan keterangan kepolisian setempat diduga hanyut terseret arus sungai yang mengalir ke laut Taiwan. "Kalau sudah berada dilaut sulit ditemukan jasadnya," ucap dia.

Sumani mengatakan, pihaknya sudah menginformasikan kepada keluarga mengenai penghentian pencarian ini. 

Kendati jasad kedua TKI tak ditemukan, sebut dia, pemerintah dan perusahaan tetap memberikan hak-haknya kepada keluarga korban.

Hak-hak yang diberikan berupa pencairan dana asuransi, sisa gaji, dan tali asih dari perusahaan yang memberangkatkan korban di Taiwan.

Untuk mempercepat pencairan dana asuransi, Dinsosnakertrans, Ponorogo akan berkoordinasi dengan Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Ponorogo. Surat itu berupa pernyataan atau keputusan tentang kematian TKI asal Ponorogo ,Hadi Baskoro.

Pencarian 2 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Ponorogo dan Madiun dihentikan oleh tim pencari korban bencana topan Megi dari Kepolisian Taiwan. Hal itu dilakukan setelah pencarian selama tiga minggu tidak kunjung menemukan jasad mereka.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close