loading...

Kejar Take Home Pay Hingga 20 Juta Perbulan, 2000 Lebih CTKI Korea Selatan Ikuti Pelatihan di Solo
SUARABMI.COM - Solo, BNP2TKI, Minggu (23/10/2016) - Perekrutan Calon TKI ke Korea Selatan yang melalui beberapa tahapan seleksi, akan dilakukan dengan lebih selektif lagi dengan menerapkan model Sistem Poin EPS (Employment Permit System), yakni proses rekrut calon TKI selain melalui seleksi tes bahasa Korea juga dilakukan seleksi tes keterampilan dan tes kompetensi, demikian disampaikan oleh Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid dalam press rilisnya pada acara pelaksanaan ujian tahap I (EPS-TOPIK) Sistem Poin EPS program G to G ke Korea Selatan untuk sektor perikanan di tahun 2016 yang dilaksanakan di Universitas Negeri Surakarta, Solo pada Minggu (23/10/2016).

Diantara negara-negara pengirim lainnya ke Korea, Indonesia telah mengawali terlebih dahulu sistem poin untuk sektor perikanan di tahun 2016. Namun sistem ini akan diberlakukan juga di sektor manufaktur di tahun 2017.

Acara diikuti sebanyak 2.049 peserta, yang bertempat di Gedung FKIP UNS. Ini merupakan kali ke-7 ujian EPS-TOPIK dilaksanakan di UNS. Alasan kembali diadakannya di UNS ini dikarenakan domisili peserta ujian EPS TOPIK yang kebanyakan berasal dari Jawa Tengah.
[ads-post]
Diharapkan melalui Sistem Poin EPS tersebut akan memperoleh kandidat tenaga kerja yang benar-benar mampu beradaptasi dengan pekerjaan di sektor perikanan, baik dibidang penangkapan ikan dan budidaya ikan, sehingga kasus TKI yang pindah pekerjaan secara nonprosedur bisa diminimalisir.

Agusdin menjelaskan upah minimum TKI sektor perikanan di Korea saat ini adalah 1,2 juta won atau setara 13 juta rupiah, dan takehome pay-nya bisa mencapai 20 jutaan perbulan.

Terhadap pertanyaan dari wartawan yang menanyakan mengenai tenaga kerja perikanan dari Indonesia sebaiknya bekerja didalam negeri, Agusdin mengatakan bahwa ada hal prinsip yakni gaji yang sangat berbeda untuk jenis pekerjaan yang sama di Indonesia, sehingga banyak orang memilih bekerja sebagai tenaga kerja sektor perikanan di luar negeri.

"Untuk tenaga kerja asal Indonesia, user Korea kebanyakan menyukai TKI karena pekerja dari Indonesia selalu bersungguh sungguh dan serius dalam bekerja", ungkap Mr. Jang Byunghyun dari Indonesia EPS Center HRD Korea. bnp2tki

"Untuk tenaga kerja asal Indonesia, user Korea kebanyakan menyukai TKI karena pekerja dari Indonesia selalu bersungguh sungguh dan serius dalam bekerja", ungkap Mr. Jang Byunghyun dari Indonesia EPS Center HRD Korea. bnp2tki

Post a Comment

Powered by Blogger.
close