loading...

SUARABMI.COMHong Kong (03/10/2016) komite yang menamakan diri KKMI atau Komite Keadilan untuk Migran Indonesia serahkan petisi dan serukan keadilan untuk korban perdagangan manusia.

Bertolak dari Admiralty menuju Konsulat Malaysia di Wanchai. Massa KKMI tersebut membawa poster bertuliskan End Human Trafficking, Pay Compensation for the victim, Migrant not for sale, Respect human rights  tolak Trafficking, Prosecute human traffickers juga meneriakkan tuntutannya dah menarik perhatian warga Hong Kong.
[ads-post]
“Kami menuntut keadilan dan komitmen pemerintah Malaysia agar melakukan investigasi, menghukum pelaku perdagangan manusia, menghentikan perdagangan manusia dan menjamin hak korban dipenuhi” seru Romo Heri, Koordinator KKMI dalam orasinya.

Menurut Rilis KKMI, Yufrinda Selan dan Dolfina Abuk adalah dua dari sekian banyak korban sindikat perdagangan manusia dan meninggal di Malaysia. Sepanjang bulan Januari hingga September 2016, NTT mendapat kiriman 33 peti jenazah, korban meninggal dan diantaranya kehilangan organ tubuh.

Maraknya sindikat perdagangan manusia menyasar daerah ekonomi rendah dan miskin. NTT (Nusa Tenggara Timur) menjadi daerah yang paling rawan. Januari 2015 hingga mei 2016 dari 3.144 warga yang menjadi BMI sementara diperiode yang sama Data Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur mencatat 1.667 menjadi korban perdagangan manusia.

Hong Kong (03/10/2016) komite yang menamakan diri KKMI atau Komite Keadilan untuk Migran Indonesia serahkan petisi dan serukan keadilan untuk korban perdagangan manusia.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close