loading...

Suryatmini, TKW Asal Kauman Ponorogo Tak Benar Dianiaya Majikannya, Berikut Kisah Aslinya
SUARABMI.COM - Beredar kabar TKW asal Ponorogo yang bekerja di Hong Kong mengalami depresi berat dan kabur akibat dianiaya majikannya. Berita tersebut pertama kali dikeluarkan oleh koran berbahasa Indonesia di Hong Kong dan di kutip media-media Indonesia.

Namun ternyata gosip yang sudah viral itu ternyata tidak benar, Suryatmini (26) warga Gabel Kauman Ponorogo tidak pernah menjadi korban penganiayaan majikannya dan tidak pernah mendapat tindak kekerasan apapun.

Dilansir dari koran suara, Ia datang ke KJRI dlaam kondisi linglu pada akhir september 2016 lalu dan kesulitan menjawab saat di interogasi, namun menurut Konsul Iroh KJRI Hong Kong, tidak ada bekas penganiayaan atau kekerasan fisik padanya.
[ads-post]
TKW yang mulai bekerja 2011 dan sempat break kontrak dan hanya bekerja 3 bulan pada majikannya itu sempat lontang-lantung karena overstay lalu ia mengajukan paper dan bekerja part time disebuah bar di Sheng Shui, New Territory.

“Anak ini sepertinya stres karena kesulitan mencukupi kebutuhan dengan bekerja serabutan seperti itu, dan akhirnya datang minta tolong ke KJRI. Sebenarnya Suryatmini ini pernah datang dua kali ke KJRI,” kata Konsul Iroh.

Suyatmini juga dikabarkan pernah akan berusaha bunuh diri dengan memotong urat nadinya. Namun ia ditampung di shelter untuk menunggu kepulangannya ke Indonesia.

“Keluarga di Indonesia juga sudah dihubungi dan telah menunggu kepulangan Suryatmini. Kami mohon tolong diklarifikasi tentang berita-berita tidak benar bahwa anak ini digebuki majikanlah atau lainnya karena malah bisa meresahkan keluarganya,” kata Agustaf.

Sementara Konsul Iroh meminta kepada media-media Indonesia di Hong Kong ataupun para BMI untuk mengecek benar tidaknya suatu peristiwa terlebih dahulu ke KJRI sebelum menyebarkannya di internet atau di media-media sosial.

Beredar kabar TKW asal Ponorogo yang bekerja di Hong Kong mengalami depresi berat dan kabur akibat dianiaya majikannya. Berita tersebut pertama kali dikeluarkan oleh koran berbahasa Indonesia di Hong Kong dan di kutip media-media Indonesia.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close