loading...

Maskapai Tran Asia Gulung Tikar dan Sudah Tidak Beroperasi Lagi, Inilah Penyebabnya
SUARABMI.COMPenutupan Operasi selama 1 hari pada hari Selasa kemarin, 22 November 2016, membuat suatu keputusan untuk menutup Maskapai Penerbangan TransAsia untuk selamanya. 

Pemimpin Besar Perusahaan TransAsia, Vincent Lin (林明昇) mengatakan Perusahaan yang telah berusia 65 tahun ini telah memutuskan untuk keluar dari industry penerbangan dikarenakan kondisi keuangan yang kian memburuk. 

Vincent mengatakan hal ini merupakan keputusan yang terbaik, dimana dia mengingatkan bahwa berawal dari insiden kecelakaan penerbangan lokal pada Juli 2014 dan Februari 2015 membuat kepercayaan konsumen terhadap TransAsia memburuk dan membuat kerugian besar di pihak TransAsia. 
[ads-post]
Vincent mengatakan perusahaan telah mengalami kerugian sebesar NT$ 2,7 milyar dalam 10 bulan di tahun 2016, dimana rata-rata kerugian tiap bulannya berkisar NT$ 200 juta – NT$ 300 juta atau sekitar NT$ 10 juta/hari. 

Pihak TransAsia sendiri sudah mencoba mencari Institusi professional, partner kerja dan bahkan manajemen baru untuk membantu memulihkan TransAsia, namun semua hal tersebut tidak dapat ditemukan. Adapun keputusan penutupan TransAsia juga berkaitan dengan adanya hutang sebesar NT$ 2,3 milyar yang harus dilunasi pada 29 November 2016. 
[youtube src="OWZxjKGR_14"/]
Keputusan yang diambil pada hari Selasa kemarin ini memberikan dampak gangguan penerbangan pada lebih dari 100.000 orang. Adapun jumlah karyawan TransAsia yang bekerja saat ini sejumlah 1.795 orang. Penutupan TransAsia ini juga harus memenuhi kewajiban dalam pemberian hak pemberian uang tunjangan pada seluruh karyawannya selama 60 hari ke depan, sesuai dengan undang-undang Tenaga Kerja yang berlaku di Taiwan. Sumber: 新闻片 TW

Penutupan Operasi selama 1 hari pada hari Selasa kemarin, 22 November 2016, membuat suatu keputusan untuk menutup Maskapai Penerbangan TransAsia untuk selamanya.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close