loading...

SUARABMI.COMPenyidik Satuan Lalu Lintas Polres Ponorogo tak menjerat FR, siswa kelas XI SMK PGRI 2 yang menabrak mati Miftahul Dwi Khasanah, anak TKW Malaysia di Ponorogo. Tak dipidanakannya FR lantaran keluarga Miftah sudah memaafkan pelaku.

Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satlantas Polres Ponorogo, Ipda Badri yang dikonfirmasi Kompas.com, Kamis ( 3/11/2016), menyatakan tak dijeratnya FR dengan tuduhan pidana kelalaian mengakibatkan orang mati setelah melalui proses diversi. Proses itu dilakukan lantaran FR masih di bawah umur.

Sesuai aturan, kata Badri, anak di bawah umur yang disangkakan dengan tindak pidana harus melalui proses diversi terlebih dahulu.
[ads-post]
Bila dalam proses diversi terjadi mediasi antara korban atau keluarga korban dengan terlapor ada kesepakatan damai, maka yang bersangkutan tidak dijerat pidana.

Badri mengungkapkan sejak peristiwa nahas itu terjadi, keluarga FR sudah melakukan pendekatan kepada keluarga Miftah. Tak hanya itu, keluarga FR juga membantu keluarga Miftah pasca-kecelakaan maut tersebut.

Menurut Badri, bila kesepakatan damai sudah diteken kedua belah pihak, maka akan ditetapkan dengan putusan pengadilan. Selanjutnya, FR dikembalikan kepada orangtuanya untuk dibimbing agar tak mengulangi lagi perbuatannya.

Terkait kabar ibunya, hingga saat ini tidak ada indikasi Ibu Mifta akan pulang kampung ke Ponorogo dan masih susah di hubungi.

Penyidik Satuan Lalu Lintas Polres Ponorogo tak menjerat FR, siswa kelas XI SMK PGRI 2 yang menabrak mati Miftahul Dwi Khasanah, anak TKW Malaysia di Ponorogo. Tak dipidanakannya FR lantaran keluarga Miftah sudah memaafkan pelaku.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close