loading...
loading...

8000 Tenaga Kerja Vietnam Siap Serbu Indonesia
SUARABMI.COMBerdasarkan informasi saat ini, Vietnam sedang mendidik 8000 orang tenaga kerja bidang kedirgantaraan belajar Bahasa Indonenesia. Mereka tahu bahwa penerbangan di Indonesia maju sangat pesat, sementara tenaga ahli dibidang kedirgantaraan masih sangat kurang.

Meeka tahu bahwa sekarang ini, Indonesia baru genjar-genjarnya membangun sejumlah bandara di sejumlah daerah di Indonesia. Dengan demikian, Indonesia membutuhkan banyak tenaga kerja dan tenaga ahli kedirgantaraan.

Berkaitan dengan itu, Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan, Marsda TNI (Purn) Udin Kurniadi SE, berharap jangan sampai tenaga kerja kedirgantaraan diisi oleh tenaga ahli kedirgantaraan dari luar negeri, kalau sebenarnya Indonesia juga banyak memiliki tenaga ahli yang sama.

”Saya dengar Vietnam sudah mempersiapkan 8000 tenaga kerja untuk belajar Bahasa Indonesia,” kata Ketua STTKD Yogyakarta, Marsda TNI (Purn) Udin Kurniadi SE pada penandatanganan MoU dengan Pemerintah Kabupaten Sleman (Pemkab) Sleman di Kampus STTKD Yogyakarta, Jalan Parangtritis Km 4,5 Sewon, Bantul, Senin (5/12).
[ads-post]
Lebih lanjut Udin Kurniadi mengatakan, jangan sampai generasi muda menjadi penonton di negerinya sendiri. Sementara generasi muda atau tenaga kerja Indonesia juga memiliki ahli dibidang kedirgantaraan.

Kalau perlu ahli kedirgantaraan bangsa Indonesia, bekerja di maskapai atau di perusahaan penerbangan dan bandara di luar negeri. Dengan demikian, setelah pulang ke tanah air bisa memiliki pengalaman yang bisa ditularkan ke anak bangsa.

Oleh karena itu, bila mulai sekarang tidak segera diantisipasi dikhawatirkan tenaga kerja kedirgantaraan akan banyak diisi oleh tenaga kerja dari luar negeri khususnya dari Vietnam.

Secara tidak langsung Bupati Sleman, Sri Purnomo, membenarkan apa yang disampaikan Ketua STTKD Yogyakarta. Bahkan, kalau tidak diantisipasi mulai sekarang maka tenaga kerja kedirgantaraan di Indonesia bisa jadi akan diisi oleh tenaga kerja kedirgantaraan dari luar negeri yang sudah mulai siap-siap bersaing.

Sebab, menurut Sri Purnomo yang sduah dua periode menjabat sebagai Bupati Sleman, selama ini Indonesia masih kekurangan tenaga ahli kedirgantaraan.

Hal ini membuktikan bahwa transportasi udara sudah menjadi kebutuhan, sudah tidak lagi menjadi transporasi berkelas. ”Sekarang semua orang bisa naik pesawat, sulu petani atau orang desa takut naik pesawat. Tapi sekarang mereka sudah tidak takut lagi, sebaliknya malah kemana-mana sekarang maunya naik pesawat,” katanya. suaramerdeka

Berdasarkan informasi saat ini, Vietnam sedang mendidik 8000 orang tenaga kerja bidang kedirgantaraan belajar Bahasa Indonenesia. Mereka tahu bahwa penerbangan di Indonesia maju sangat pesat, sementara tenaga ahli dibidang kedirgantaraan masih sangat kurang.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close