SUARABMI.COMTertarik dengan foto cantik di jejaring sosial Facebook (FB), Dokter Umum asal Sumatera Selatan, Pc Bambang Suyatmoko warga Belitang, Sumatera Selatan, rela kehilangan uang hingga Rp 150 juta.

Dalam persidangan yang digelar di ruang Sari 2, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (2/4/2015), terdakwa Eko Prasetyo Utomo (29) Indah Suyanti (21), mengaku sudah menipu Bambang Suyatmoko. Uang hasil penipuan, dipakai terdakwa membeli satu unit mobil Avanza silver Nomor Polisi L 1702 GV, senjata airsoft gun, dua handphone, dan rekening. Atas perbuatannya, pasangan suami istri (pasutri) asal Lumajang yang menikah awal Agustus 2014, dijerat dengan Pasal 378 KUHP Jo pasal 55 ayat 1 ke -1 KUHP, ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Perlu diketahui, awal mula penipuan, terdakwa Eko yang hobi main geme online jenis poker di FB, tanpa tidak sengaja menemukan foto cantik milik Ririn, foto teman terdakwa dalam FB lantas dicopi, akhir Agustus 2014.
[ads-post]
Setelah dicopy paste, terdakwa lalu membuat akun FB baru dengan nama Indah Suyanti Sp.OG. Dalam FB, profile data ditulis lengkap pernah menjadi mahasiswa lulusan Universitas Nasional Singapura (UNS), juga pernah kuliah di Kedokteran Unair. Pekerjaan yang digeluti, sebagai dokter spesialis kandungan di RSUD Dr Soetomo. Dan tinggal dikawasan Perumahan Elit, di kawasan Juanda Surabaya. Karena istri terdakwa saat itu hamil, tidak heran jika posting FB yang dibuat permasalahan kandungan. "Saya belajar kandungan karena istri hamil," kata terdakwa Eko dalam persidangan.

Tidak lama akun FB dengan profil foto cantik dibuat, korban Bambang lalu meg-add (tambah teman) Indah Suyanti Sp.OG. Membaca posting dibuat terdakwa menarik, korban mencoba berteman lebih dekat, dengan cara chating via FB. Dalam chatingan, korban Bambang dan terdakwa Indah Suyanti Sp.OG mengaku berstatus lajang.

Perkenalan melalui chating yang dilakukan terdakwa dan korban terjalin akrab. Saking akrabnya, berkesan mesra. Saat itu korban Bambang sempat menawari terdakwa untuk bekerja di kliniknya. Tersangka juga menawari korban untuk berinvestasi mendirikan klinik kesehatan di Surabaya.

Komunikasi yang dibangun terdakwa dengan korban berjalan lancar. Tidak hanya melalui jejaring sosial FB, namun juga melalui telepon selular secara inten. Korban Bambang awalnya tidak menaruh curiga, lantaran saat telepon, yang mengangkat suara terdakwa Indah. Padahal, komunikasi yang dibangun via FB selama ini adalah terdakwa Eko.

Dalam perkenalan mesra tersebut, berdalih sebagai pembelian alat medis, biaya operasi dan pengobatan orangtua, serta biaya kuliah, terdakwa meminta uang Rp 3 juta. Pengiriman uang melalui rekening tersebut dilakukan secara bertahap hingga mencapai Rp 150 juta. "Yang Rp 90 juta, untuk pembelian alat medis," ujar korban Bambang. suarahukum

Karena uang yang diberikan sudah banyak, korban Bambang lalu mengajak pemilik akun FB Indah Suyanti Sp.OG bertemu untuk membahas klinik yang rencana dibangun. Namun sayang, pemilik akun FB Indah Suyanti Sp.OG memilih menghindar.

Curiga dengan ulah pemilik akun FB Indah Suyanti Sp.OG, korban Bambang lalu melakukan pengecekan di Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Korban juga datang langsung ke RSUD dr Soetomo, untuk menanyakan identitas Indah Suyanti Sp.OG. Merasa tidak menemukan nama Suyanti Sp.OG, korban lalu melaporkan kasus ini ke Polrestabes Surabaya. Beberapa minggu kemudian, penipu pasutri berhasil ditangkap di Lumajang.

Meski kehilangan uang sekitar Rp 150 juta, korban Bambang masih memaafkan Indah Suyanti. Ibu rumah tangga yang bekerja membantu orang tua berjualan di Pasar Lumajang ini dianggap hanya ikut-ikutan. "Untuk Bu Indah saya maafkan, tapi untuk Pak Eko tidak," ujar Bambang didengarkan Jaksa Kusbiantoro dengan nada santun. (P)



Sumber Berita: www.suarahukum.com
http://suarahukum.com/berita-garagara-foto-cantik-di-fb-rp-150-juta-hilang.html#ixzz4SUEZ3lLN
loading...
loading...

Tertarik dengan foto cantik di jejaring sosial Facebook (FB), Dokter Umum asal Sumatera Selatan, Pc Bambang Suyatmoko warga Belitang, Sumatera Selatan, rela kehilangan uang hingga Rp 150 juta.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close