loading...
loading...

SUARABMI.COMBaru saja saya menghubungi Ali Resha (TBK Taiwan) yang sakit dan ingin pulang itu, dan mendapat kabar perkembangan baru. Seorang wanita bernama Aini (37)asal Indramayu mengangkat telepon dan menuturkan keadaan yang sebenarnya.
Ali Resha sudah sebulan dirawat dan belum ada bantuan sama sekali. Aini yang bertemu dengan Ali Resha di rumah sakit waktu itu sedang menjaga bobo(nenek) yang kebetulan juga sedang dirawat disana. Namun bobo meninggal dan Aini otomatis tidak ada pekerjaan. Dia harus ke agency untuk mencari /ganti majikan yang baru lagi.

Seorang suster memberitahu bahwa ada orang Indonesia yang sedang sakit parah di ruang sebelahnya. Itulah awal mula perkenalan Aini dengan Ali Resha. Mungkin Aini adalah malaikat yang dikirim Allah untuk mendampingi Ali Resha dalam melawan penyakitnya di negeri orang ini.
[ads-post]
Aini merasa iba dan memutuskan tidak kembali ke agency dulu mencari pekerjaan baru, namun karena rasa kemanusiaannya yang tinggi dia memilih untuk merawat Ali yang baru dikenalnya.

Aini tanpa rasa malu meminta sumbangan kepada setiap orang yang ditemuinya untuk biaya rumah sakit Ali Resha. Akhirnya terkumpul 22ribu Nt dollar dan diserahkannya kepada pihak rumah sakit.

Tapi dokter bilang tidak cukup, dan sa'at ini Ali Resha sudah tidak diberikan infus lagi. Karena tidak adanya biaya, dokter melepaskan selang infusnya, sedangkan Ali asupan makanan hanya dari infus saja.

Masih menurut keterangan Aini, dokter memvonis usia Ali Resha hanya tinggal 1-2 bulan lagi. Bahkan hari ini dokter mengusir Ali Resha agar pergi dari rumah sakit karena tidak mempunyai biaya.

Sa'at menceritakan hal ini, Aini terdengar menangis sesegukan. Ali Resha sebentar-bentar ke kamar mandi terus (berak) karena makanannya hanya lewat selang bukan infus. Ali tidak punya tenaga, selain lumpuh asupan makanan yang masuk ke tubuhnya juga tidak ada.

Hal ini yang membuat Ali Resha terjatuh ke lantai, bahkan sa'at kami teleponan terdengar sendiri suara Ali yang sedang jatuh. Menurut Aini, "kasihan Ali walaupun dia lumpuh tapi dia tidak mau menyusahkan orang. Apa-apa maunya dia kerjakan sendiri tanpa bantuan orang lain, sedangkan dia tak berdaya".
Aini bertekad akan terus merawat Ali Resha, dia berharap segera adanya pertolongan untuk Ali Resha agar bisa bertemu dengan keluarga di Indonesia dalam sisa umurnya yang tidak lama lagi.

"Tolong beri kesempatan Ali untuk bertemu dengan keluarganya," tutur Aini disela isak tangisnya.
Memang telah banyak pihak yang menghubungi, namun mereka cuma janji-janji saja. Sampai detik ini juga belum ada pihak yang benar-benar ingin membantu. Lewat tulisan ini kami semua berharap, segera datang pertolongan yang sesungguhnya untuk Ali Resha. Penulis Titin Ambar Wati

MOHON ULURKAN TANGAN BUAT SAUDARA KITA ABK NMA BPK Rojali YG SKRNG MASIH TERBARING DI RS MACE HOSPITAL TAITUNG SDH 1 BULAN DI LANTAI 2 NO 212 C. 

Baru saja saya menghubungi Ali Resha (TBK Taiwan) yang sakit dan ingin pulang itu, dan mendapat kabar perkembangan baru. Seorang wanita bernama Aini (37)asal Indramayu mengangkat telepon dan menuturkan keadaan yang sebenarnya.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close