SUARABMI.COMKristen agamaku dan Islam agamamu, akan tetapi kita bisa tinggal seatap. Itulah kalimat yang terucap dari seorang majikan terhadap pembantunya yang dari Indonesia, bernama Suli.

Sebelumnya Ama menganggap pembantunya kurang rajin, kurang bersih. Akan tetapi dia dengan sabar, telaten juga penuh kasih sayang merawat suaminya yang stroke, ketimbang AMA sendiri, maka sikap Ama berubah baik.
[ads-post]
Juga beranggapan bahwa sebenarnya Wai lao (Pembantu) itu tidak bodoh, tidak pelit. Satu hari, ada pembelinya (pekerjaan AMA sebagia pedagang) yang kebetulan orang miskin, pembantunya menyarankan ke AMA agar tidak, menerima uangnya.

Ama mengatakan kalau tidak menerima uang tersebut, memangnya kamu yang mau bayar? Dengan tenang dia menjawabnya "iya, saya akan membayarnya". Nah dari situlah Ama yang tadinya pelit, dan kurang dermawan akhirnya sadar 'TIDAK ADA ORANG YANG SEMPURNA" 人哪有十全十美.

Walaupun masih terkendala dengan bahasa namun AMA tidak mementingkannya. Menurutnya pekerjaan rumah terbengakalai gak masalah,yang penting pasiennya(suaminya)dirawat dengan baik dan penuh kasih sayang. source: Appledaily (repost)
loading...
loading...

Kristen agamaku dan Islam agamamu, akan tetapi kita bisa tinggal seatap. Itulah kalimat yang terucap dari seorang majikan terhadap pembantunya yang dari Indonesia, bernama Suli.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close