loading...

Merawat Pasien Demensia Butuh Cinta Kasih, Kesabaran dan Keahlian
SUARABMI.COM - Pada bulan Oktober lalu Any baru saja menginjakkan kaki ke Taiwan untuk tujuan bekerja. Namun, setibanya di Taiwan, Ani melihat bahwa pasien lansia yang akan dirawatnya terlihat sangat sehat. Ani dalam benak bertanya, Mengapa masih dibutuhkan jasa Ani untuk menjaganya? 

Ternyata pasien lansia yang dirawat Ani adalah penderita demensia stadium ringan. Saat ini kondisi pasien masih terlihat normal dan sehat, namun suatu saat kondisi penyakit bisa memburuk, sulit disembuhkan, hingga bisa menyebabkan kematian. 

Demensia merupakan kondisi hilangnya kemampuan otak besar, gejala-gejalanya meliputi adanya penurunan daya ingat, penurunan fungsi kognitif (kemampuan bahasa, mengenal tata ruang, berhitung, mengambil keputusan, berpikir abstrak). Pada saat bersamaan, juga bisa muncul gangguan emosi, delusy/ pikiran tak rasional, halusinasi, dan lain-lain. 

Jangka waktu demensia bisa mencapai 8 sampai 10 tahun, sewaktu-waktu bila kondisinya memburuk pasien bisa kehilangan kemampuan menjaga dirinya sendiri sehingga pasien dengan kondisi seperti ini, setiap saat sangat membutuhkan perhatian dan pendampingan penuh. 
[ads-post]
Selain itu tenaga caregiver atau perawat secara psikologis harus siap dan paham tentang tanggung jawab akan tugasnya. 

Berdasarkan data statistik, jumlah penderita demensia semakin bertambah, kira-kira dalam setiap 3 detik muncul seorang penderita demensia. Di Taiwan, dalam setiap 100 orang terdapat 1 orang penderita demensia. 

Untuk kategori penduduk usia 65 tahun keatas setiap 12 orang terdapat 1 orang penderita demensia. sedangkan untuk kategori penduduk usia 80 tahun kebawah, tiap 5 orang terdapat 1 orang penderita demensia. 

Jumlah penderita demensia semakin bertambah, bagi tenaga kerja Caregiver atau perawat harus lebih siap memperdalam ilmu keahlian profesi sehingga ketika bertugas akan lebih terbantu, meringankan beban dan lebih meningkatkan kualitas mutu pelayanan nya. 

Adapun pasien yang dirawat Ani yakni pasien demensia stadium ringan, kondisi pasien masih sangat mandiri, kemampuan daya pikir dan gerak masih tergolong mampu. 

Dalam kondisi seperti ini, hal utama yang harus diperhatikan oleh perawatnya adalah pengawasan dan pendampingan penuh. Perhatikan penuh perubahan perubahan sikap yang dialami oleh pasien, akan lebih baik lagi bila dituangkan dalam catatan tertulis dan setiap hari dilaporkan kepada majikan. Taiwan Kini Edisi 2016/11

Bagaimana Bila Ama/ Akong Menuduhku Mencuri Uangnya? Berikut Jawabannya
Akong Menyerangku, Apa yang Bisa Aku Lakukan? Simak Ulasannya

Artikel: Zhang Kai Wei/ Chou Si Yu

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Diberdayakan oleh Blogger.
close