Taiwan Kekurangan Tenaga Perawat Lansia Hingga 2026, Warga Lokal Tak Mau Jadi Perawat Ini Alasannya
SUARABMI.COM - Departemen Kesehatan Taiwan memperkirakan masih membutuhkan jasa perawatan lansia jangka panjang hingga 2026 mendatang, hal ini dikarenakan populasi Taiwan yang didominasi oleh penduduk lansia, dan dimana Badan Administrasi yang telah di bentuk oleh Tsai menghadapi jalan buntu.

Dibandingkan negara Jepang, Taiwan masih jauh dari kata layak untuk menyediakan layanan untuk masyarakat lansia dan bahkan sebagaimana diberitakan oleh CNA, hingga kini masih ada lansia yang tinggal sendirian dan tidak bisa mengandalkan anak-anak mereka untuk merawat mereka. Dan bahkan gemerasi mdua Taiwan cenderung mengandalkan tabungan orang tuanya karena kondisi ekonomi Taiwan yang stagnan.
[ads-post]
Di Taiwan untuk menikmati masa tua yang nyaman,seorang harus mempersiapkan dana setidaknya NT$ 13.500.000. Hal ini belum dapat dilakukan secara maksimal di Taiwan tak seperti di Jepang yang sudah berjalan dengan baik.

Tidak hanya populasi lansia saja yang meningkat yang dikhawatirkan namun juga kelangkaan pengasuh lansia yang berkualitas. Hingga mendatang, Taiwan masih sangat banyak membutuhkan tenaga profesional dalam perawatan lansia.

Perwakilan dari National Taipei University Nursing and Health’s (NTUNHS) Tsai Ming-chun mengatakan banyak orangtua yang enggan meminta anak-anak mereka mengejar karir di sektor perawatan. Kekhawatiran ini diperbesar oleh stigma bahwa pekerja perawat lansia dianggap sebagai pekerjaan yang “murah” dan “kotor.”
loading...
loading...

Departemen Kesehatan Taiwan memperkirakan masih membutuhkan jasa perawatan lansia jangka panjang hingga 2026 mendatang, hal ini dikarenakan populasi Taiwan yang didominasi oleh penduduk lansia, dan dimana Badan Administrasi yang telah di bentuk oleh Tsai menghadapi jalan buntu.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close