loading...

Terkuak...! TKW Indo Nyambi Jual D1r1 Melalui Aplikasi WeChat di Hong Kong, Berikut Penelusurannya
SUARABMI.COMSeorang wartawan bernama 'Mahmoud' dan potografer bernama 'Bronze' ( * biasanya orang Hong Kong yang bernama 'muslim' itu keturunan Pakistan / India ) menyamar menjadi pria hidung belang dan mencari ondolan melalui sosmed. Kegiatan sampingan sebagai pelacur mingguan ini tentu saja tanpa sepengetahuan majikan.

Kemudahan berselancar melalui jaringan internet, dan menggunalan aplikasi 'dating' di sosmed sebagain kecil TKW secara terbuka meng-upload foto seksi dan merangsang.

Wartawan itu menuliskan kisahnya; beberapa dari mereka akan menandai diri dengan membubuhkan kalimat "butuh uang" pada dinding akunya yang menyiratkan bahwa menyediakan layanan plus-plus.

Kemudian wartawan itu berpura-pura mencari pasangan kencan melalui aplikasi WeChat, dan menghubungi seorang wanita bernama Kat (nama samaran) dari Indonesia yang memasang "iklanya" sebagai wanita yang dapat digunakan untuk 'anu'. Kat mengaku berusia dua puluh lima tahun dan mengupload foto-foto sexy yang semlohai.
[ads-post]
Dalam dialog antara wartawan yang menyamar dengan Kat memang nyata, dia memberi layanan plus-plus dengan tarif 'short-time' HK$800. (HK$ 1 = Rp1.700,-). "Aku memberi layanan plus-plus ini karena kebutuhanku akan uang sangat banyak". Kata Kat.

Pada suatu hari Minggu, wartawan yang menyamar itu bertemu di sebuah restoran, Kat dapat berkomunikasi dengan bahasa Konton meski terbatas.

Kat mengaku sudah bekerja di Hong Kong selama 6 tahun di Mei Foo Sun Chuen , bekerja sebagai perawat 'bo-bo'.

Dia menggambarkan majikanya itu seperti ibunya sendiri. Gajinya HK$5000,- dan tidak banyak pekerjaan yang dilakukan. Dan saat libur mingguan dia pulang larut malam jam 9.

Kalau tidak ada kawan kencan yang menyewanya, dia memilih untuk minum kopi sendirian di Langham Place, Mongkok.

Wartawan itu juga bertanya latar belakang mengapa dia menjual dirinya sebagai ondolan?. Kat beralasan, dia ibunya meninggal dunia dan dia harus berusaha membantu adik-adiknya untuk sekolah. Bapaknya menikah lagi.

Kat juga menunjukkan bahwa pembantu rumah tangga asing yang bekerja di Hong Kong juga memiliki kebutuhan seksual, mencari pasangan seksual menurut Kat juga hal yang wajar.

" Selain kebutuhan seksual, jaringan ini juga dapat menghasilkan uang." Kata kat.

Tahun depan Kat akan pulang dan membantu adiknya untuk membuka bisnis kosmetik.

wartawan itu menutup tulisanya, seolah olah sudah banyak tahu tentang kehidupan pelacuran dari kalangan TKW, "Setiap pelacur memiliki alasannya sendiri mengapa di melakuknay. Seperti PRT Indonesia 'Kat' ini juga memiliki kisahnya sendiri". diterjemahkan oleh lsmkahuripan dari appledaily
[youtube src="k-loVH7rA0U"/]

Seorang wartawan bernama 'Mahmoud' dan potografer bernama 'Bronze' ( * biasanya orang Hong Kong yang bernama 'muslim' itu keturunan Pakistan / India ) menyamar menjadi pria hidung belang dan mencari ondolan melalui sosmed. Kegiatan sampingan sebagai pelacur mingguan ini tentu saja tanpa sepengetahuan majikan.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close