SUARABMI.COM - Maraknya isu tenaga asing ilegal yang masuk ke Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengadakan inspeksi mendadak ke sejumlah perusahaan manufaktur dikawasan Gresik.

Mengejutkan, dari hasil inspeksi tersebut, di sebuah pabrik peleburan baja di Gresik ditemukan 51 tenaga kerja asing dari China yang semuanya tidak mampu berbahasa Indonesia.

Menurut Pemprov, hal ini melanggar perda nomor 8 tahun 2016 tentang ketenagakerjaan, yang salah satu isinya mewajibkan tenaga kerja asing harus menguasai bahasa Indonesia.

Dari 51 satu tersebut, 41 orang mempunyai ijin dan paspor, dua orang sedang proses pasporan dan satu orang tanpa identitas. Selain itu 8 orang diketahui tidak masuk kerja.
[ads-post]
"Ini secara terus menerus kita lakukan, karena isu yang berkembang saat ini kan banyaknya orang asing yang masuk ke Indonesia, ilegal bekerja di Indonesia. Pada intinya pekerja ini kan sudah ada izin mempekerjakan tenaga asing sesuai dengan rencana perusahaan yang mempekerjakan orang asing. Kalau yang serabutan itu tidak boleh, nanti itu tidak memberi kesempatan kepada tenaga kerja Indonesia," kata Sukardo, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur.

Diperkirakan jumlah tenaga kerja asing yang bekerja di Jawa Timur sebanyak hampir 3.500 orang, 60 persennya berasal dari China. Jumlah itu belum termasuk tenaga kerja asing ilegal yang belum terdata. Masuknya tenaga kerja asing dalam jumlah besar ini, diprediksi akan menambah angka pengangguran di Jawa Timur, yang mencapai 4 persen atau 1,5 juta dari jumlah penduduk Jawa Timur.

Menurut Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari PDI Perjuangan, Sri Untari Bisowarno, perekrutan tenaga kerja asing diperbolehkan dan diatur, namun jangan sampai masuknya pekerja asing mengurangi kesempatan kerja warga negara Indonesia.

“Boleh kita merekrut TKA tapi memang yang kita tidak punya tenaganya itu, jadi entah itu spec-nya di bidang apa yang kita tidak punya, atau kita sedikit punyanya silahkan ambil, tetapi bukan yang bisa dikerjakan oleh anak negeri sendiri, anak bangsa sendiri. Contoh misalkan cuma mau suruh bersih-bersih saja cari TKA, ya jangan,” ujarnya.
loading...
loading...

Maraknya isu tenaga asing ilegal yang masuk ke Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengadakan inspeksi mendadak ke sejumlah perusahaan manufaktur dikawasan Gresik.

Post a Comment

Powered by Blogger.
close