loading...
DAPETIN UPDATE BERITA MELALUI LINE DENGAN FOLLOW TOMBOL DIBAWAH INI
Tambah Teman
loading...

SUARABMI.COM - Wati (29) TKW asal Ponorogo yang bekerja di Hong Kong ini harus mendekam dipenjara untuk menunggu sidang lantaran tertangkap polisi saat membantu bekerja di restoran majikannya di Yuen Long.

"Teman-teman harus hati-hati sekalipun majikan resmi (sesuai kontrak hijau) yang menyuruh-nyuruh kerja di tempat lain, karena seperti Wati ini, yang paling rugi sebenarnya tetap BMI sendiri. Majikan paling-paling hanya kena denda" kata Tania Sim dari Christian Action.

Wati yang sempat mendekam dipenjara 2 bulan 10 hari ini akhirnya dilepaskan polisi dengan uang jaminan yang tidak sedikit dan dengan uangnya sendiri.

“Itu (jaminan) juga uang saya sendiri, karena pengadilan nggak boleh saya kontak dengan majikan lagi,” kata Wati saat ditemui di Kantor Christian Action.

Wati yang telah bekerja pada majikan tersebut selama 7 tahun pada 20 september lalu dengan cara baik-baik majikan meminta wati untuk membantunya di restoran. Sempat menolak namun karena dirayu akhirnya Watipun mengiyakan permintaan wajikannya tersebut.
[ads-post]
“Dai Dai ngomongnya baik, dia bilang, kamu mau nggak bantuin cuci piring dulu di restoranku? Nanti aku bayar HK$ 100 per hari. Kalau aku sudah dapat orang lagi (untuk cuci piring di restoran), kamu nggak usah bantuin lagi. Cuma sekali ini saja, soalnya sibuk sekali,” kata Wati menirukan perkataan majikannya.

Wati yang kasihan melihat majikannya kewalahan sedemikian, akhirnya setuju untuk membantu cuci piring di restoran dengan upah HK$ 100. Namun BMI ini tak sadar jika ternyata petugas Imigrasi telah lama mengintai restoran majikannya tersebut.

Sellama 2 bulan 10 hari di penjara itulah, Wati sempat 4 kali menulis surat kepada Dai Dai Majikan untuk minta barang-barangnya di rumah majikan dikirim ke Indonesia. Namun surat Wati tersebut terus tak kunjung berbalas. Akhirnya BMI ini menyerah dan mengangguk setuju saat Petugas Imigrasi menawarinya bersaksi melawan sang majikan di pengadilan nanti. “Katanya, kalau aku mau jadi saksi (untuk kasus majikan), hukumanku sendiri bisa diperingan,” kata Wati.

Imigrasi Hong Kong rupanya tak hanya ingin mengejar Wati atas pelanggaran ijin tinggal atau visa, namun juga mengejar sang majikan yang bertindak sebagai pemberi upah ilegal.
Namun hal itu juga membuat Wati harus terus berada di Hong Kong sampai kasusnya ini selesai. Saat berita ini diturunkan, BMI ini telah keluar tahanan dengan bayaran HK$ 500 sambil menunggu jadwal kasusnya naik ke pengadilan pada Februari 2017 ini.

Editor aan/suarabmi
sumber suaraHK


Wati (29) TKW asal Ponorogo yang bekerja di Hong Kong ini harus mendekam dipenjara untuk menunggu sidang lantaran tertangkap polisi saat membantu bekerja di restoran majikannya di Yuen Long.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://4.bp.blogspot.com/-d815yzHBHls/WT4_fgfVgdI/AAAAAAAALNY/b6WBmhQn55kw2Ax8-1iwXe1qF30zmlIsgCLcB/s1600/Untitled-1.png} Suara BMI adalah portal berita Buruh Migran Indonesia di Luar Negeri yang menyajikan berita seputar BMI dan kehidupannya dari berbagai sudut pandang, kredibel dan independen {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi/} {twitter#https://www.twitter.com/suarabmi/} {google#https://plus.google.com/+EniLestarisbmi} {pinterest#https://id.pinterest.com/} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCWS5cxHkSUsQcT2zWwn4OEA} {instagram#https://www.instagram.com/suarabmi}
Powered by Blogger.