-----iklan---------
Banner iklan disini
loading...
loading...

SUARABMI.COM - Buntut cuitan Fahri Hamzah, Ketua TIMWAS TKI ini ternyata berbuntut kemana-mana baik dalam maupun luar negeri. Cuitan Fahri yang sebenarnya ditujukan untuk mengkritik pemerintah itu ternyata disalah artikan oleh banyak orang karena Fahri menggunakan bahasa yang sensitif.

Cuitan Fahri Hamzah ini menimbulkan multi tafsir sehingga banyak yang langsung tersinggung tanpa meminta penjelasan atau tabayyun terlebih dahulu dari maksud yang terkadung dalam cuitan tersebut. "Anak bangsa mengemis menjadi babu di negeri orang dan pekerja asing merajalela," begitu bunyi kicauan Fahri yang diunggah Selasa subuh, pukul 04.14 WIB.

Ada 2 kata yang dipermasalahkan banyak orang yang memang 2 kata itu sangat sensitif, apalagi dimasa-masa HAID seperti ini, sangat mudah menyulut amarah seseorang terutama hatter dengan kata-kata sensitif tersebut.
[ads-post]
Buntutnya Fahri dituntut dimana-mana termasuk Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) yang tidak terima dengan cuitan tersebut dan dinilai cuitan tersebut melecehkan TKI.

"Buruh Migran bekerja dengan martabat, bukan menjual diri, mengemis atau BABU! Mereka adalah Pekerja atau Buruh bukan Pengemis atau Pesuruh yang sudah selayaknya anggota dewan untuk menghormati itu dan segera wujudkan kebijakan yang lebih berpihak terhadap buruh migran yakni seleseiakn RUU 39 tahun 2004 tentang PPTKILN." itulah salah satu tulisan yang dimuat oleh SBMI.

Fahri Hamzah sendiri menanggapi semua itu dengan santai dan lebih berfokus pada TIMWAS TKI yang sekarang ini diembannya.

"Ya harus banyak senyum. Harus menerima baik kritikan orang. Introspeksi biar positiflah," kata Fahri. Jangan sampai aksi-aksi atau tuntutan tersebut dimanfaatkan oleh para pemangku jabatan dan yang bekepentingan terselubung.

Buntut cuitan Fahri Hamzah, Ketua TIMWAS TKI ini ternyata berbuntut kemana-mana baik dalam maupun luar negeri. Cuitan Fahri yang sebenarnya ditujukan untuk mengkritik pemerintah itu ternyata disalah artikan oleh banyak orang karena Fahri menggunakan bahasa yang sensitif.

Post a Comment

Suara BMI

{picture#https://plus.google.com/u/0/photos/115157821366086931748/albums/profile/6295477770107479810} SuaraBMI.com is Choice news updates about all things Indonesian's Migrant as well as trending topics in the Indonesian's Migrant social media sphere. {facebook#https://www.facebook.com/suarabmi} {twitter#https://twitter.com/suarabmi} {google#https://plus.google.com/u/0/+suarabminews} {pinterest#https://www.pinteres.com} {youtube#https://www.youtube.com} {instagram#https://www.instagram.com}
Powered by Blogger.
close